TTS Dapat Dukungan Alsintan, Irigasi Perpompaan dan Jalan Tani melalui Aspirasi Usman Husin
- account_circle Mario
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Dukungan terhadap sektor pertanian di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dipersiapkan melalui aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin. Bantuan yang disiapkan mencakup alat dan mesin pertanian (alsintan), pembangunan irigasi perpompaan, hingga jalan usaha tani untuk mendukung aktivitas kelompok tani.
Bantuan tersebut terdiri atas dua unit traktor roda empat, satu unit combine harvester berukuran besar, satu unit traktor roda dua, 10 unit pompa air, empat unit rice transplanter atau alat tanam padi, 47 unit handsprayer, lima unit power thresher atau mesin perontok hasil panen, lima paket irigasi perpompaan, serta dua paket jalan usaha tani.
Beragam bantuan ini mencakup kebutuhan petani dari tahap pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga penanganan hasil panen. Sementara itu, pembangunan irigasi perpompaan dan jalan usaha tani diarahkan untuk mendukung infrastruktur pertanian yang dibutuhkan kelompok tani.
Melalui dukungan tersebut, petani TTS diharapkan memiliki akses lebih baik terhadap sarana produksi dan fasilitas pendukung usaha tani. Ketersediaan alsintan juga diharapkan membantu pekerjaan pertanian menjadi lebih efisien, terutama dalam pengolahan lahan dan penanganan hasil panen.
Dari Pengolahan Lahan hingga Infrastruktur Pertanian
Salah satu komponen penting dalam bantuan untuk TTS adalah dua unit traktor roda empat dan satu unit combine harvester berukuran besar.
Traktor roda empat dapat digunakan untuk membantu pengolahan lahan pertanian, sedangkan combine harvester mendukung proses pemanenan dengan menggabungkan beberapa tahapan pekerjaan dalam satu mesin. Kehadiran peralatan tersebut berpotensi membantu petani menghemat waktu dan tenaga dalam kegiatan usaha tani.
Selain itu, satu unit traktor roda dua, empat unit rice transplanter, 10 unit pompa air, 47 unit handsprayer, dan lima unit power thresher disiapkan untuk mendukung berbagai kebutuhan pertanian lainnya.
Bantuan tidak hanya berfokus pada peralatan. TTS juga mendapat alokasi lima paket irigasi perpompaan dan dua paket jalan usaha tani.
Irigasi perpompaan berperan dalam membantu penyediaan air bagi lahan pertanian sesuai kondisi sumber air dan kebutuhan di lokasi penerima. Sementara itu, jalan usaha tani dapat mendukung akses menuju lahan, termasuk mempermudah mobilitas petani serta pengangkutan sarana produksi dan hasil panen.
Kombinasi bantuan alat pertanian dan infrastruktur tersebut diharapkan dapat menunjang kegiatan kelompok tani. Namun, manfaatnya tetap bergantung pada ketepatan sasaran, kesesuaian bantuan dengan kebutuhan lapangan, kualitas pembangunan, serta pemeliharaan fasilitas oleh kelompok penerima.
Dukungan Pertanian Juga Menjangkau Rote Ndao
Selain TTS, aspirasi Usman Husin juga mencakup sejumlah bantuan pertanian untuk Kabupaten Rote Ndao.
Bantuan alsintan yang dijadwalkan diserahkan kepada kelompok tani pada 20 Oktober 2026 terdiri atas 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air, lima unit rice transplanter, 50 unit handsprayer, dan lima unit power thresher.
Rote Ndao juga mendapat dukungan 15 ton benih jagung hibrida untuk penanaman pada lahan seluas 1.000 hektare.
Selain bantuan tersebut, benih padi unggul untuk mendukung musim tanam pertama (MT I) direncanakan tiba di Rote Ndao pada November 2026. Benih tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan penanaman pada lahan seluas 2.500 hektare.
Rangkaian bantuan ini diharapkan membantu petani mempersiapkan musim tanam, memenuhi kebutuhan benih, serta meningkatkan dukungan mekanisasi pertanian.
Dalam penyaluran alsintan yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2026, ketua dan seluruh anggota kelompok tani penerima diwajibkan hadir untuk menandatangani berita acara penerimaan. Kehadiran tidak dapat diwakilkan.
Lima Paket Irigasi Perpompaan untuk Sabu Raijua
Dukungan lainnya diarahkan kepada kelompok tani di Kabupaten Sabu Raijua melalui lima paket pekerjaan irigasi perpompaan untuk lima kelompok tani penerima bantuan.
Dalam program ini, pekerjaan irigasi perpompaan dilakukan langsung oleh kelompok tani penerima. Pelibatan tersebut memberikan ruang bagi petani untuk terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan yang berkaitan dengan kebutuhan pertanian mereka.
Pembangunan irigasi perpompaan diharapkan membantu kelompok tani memperoleh akses air untuk kegiatan usaha tani, terutama pada lahan yang membutuhkan dukungan sistem pengairan.
Pelaksanaannya tetap perlu memperhatikan ketentuan teknis, kualitas pekerjaan, serta mekanisme pertanggungjawaban yang berlaku. Setelah selesai, sarana yang dibangun diharapkan dapat dimanfaatkan dan dipelihara secara berkelanjutan oleh kelompok tani.
Kabupaten Kupang Juga Mendapat Dukungan Alsintan dan Infrastruktur
Sementara itu, melalui aspirasi Usman Husin, kelompok tani di Kabupaten Kupang mendapat dukungan berupa satu unit traktor roda dua, 12 unit pompa air, 25 unit handsprayer, dan empat unit power thresher.
Kabupaten Kupang juga mendapat bantuan 30 ton benih jagung untuk mendukung penanaman pada lahan seluas 2.000 hektare.
Dukungan infrastruktur pertanian di kabupaten ini meliputi enam paket jaringan irigasi tersier, lima paket irigasi perpompaan, dua paket embung, dan satu paket jalan usaha tani.
Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung kebutuhan petani, baik dari sisi ketersediaan alat pertanian maupun infrastruktur pengairan dan akses menuju lahan.
Ketersediaan pompa air, jaringan irigasi, dan embung dapat mendukung pengelolaan air sesuai kondisi wilayah penerima. Sementara itu, alsintan membantu petani menjalankan sejumlah tahapan pekerjaan pertanian.
Dengan dukungan tersebut, kelompok tani diharapkan dapat memanfaatkan sarana yang tersedia untuk menunjang kegiatan produksi sesuai kebutuhan dan peruntukannya.
Bantuan Harus Tepat Sasaran dan Tidak Dipungut Biaya
Salah satu hal penting dalam penyaluran bantuan pertanian melalui aspirasi ini adalah memastikan bantuan diterima oleh kelompok tani yang berhak dan dimanfaatkan sesuai tujuan program.
Bantuan yang ditetapkan gratis harus disalurkan tanpa pungutan biaya di luar ketentuan yang berlaku. Petani juga perlu memperoleh informasi yang jelas mengenai persyaratan penerima, jadwal penyaluran, dan mekanisme pemanfaatan bantuan.
Ketepatan sasaran menjadi penting agar alsintan tidak sekadar tersedia, tetapi benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian kelompok penerima.
Demikian pula, pembangunan irigasi perpompaan, jaringan irigasi, embung, dan jalan usaha tani perlu memperhatikan kebutuhan di lapangan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Kelompok tani penerima juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga, merawat, dan memanfaatkan fasilitas sesuai peruntukannya.
Aspirasi Pertanian untuk NTT
Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan Nusa Tenggara Timur II, Usman Husin memperjuangkan aspirasi yang berkaitan dengan sektor pertanian dan kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
Dukungan pertanian yang disiapkan untuk TTS, Rote Ndao, Sabu Raijua, dan Kabupaten Kupang mencakup beragam kebutuhan, mulai dari alsintan, benih tanaman pangan, hingga infrastruktur pengairan dan jalan usaha tani.
Setiap daerah memiliki kebutuhan yang berbeda. Di TTS, bantuan mencakup berbagai jenis alsintan serta pembangunan irigasi perpompaan dan jalan usaha tani. Di Rote Ndao, dukungan meliputi alsintan, benih jagung hibrida, dan rencana bantuan benih padi unggul. Di Sabu Raijua, program berfokus pada lima paket irigasi perpompaan untuk lima kelompok tani. Sementara itu, Kabupaten Kupang mendapat dukungan alsintan, benih jagung, jaringan irigasi tersier, irigasi perpompaan, embung, dan jalan usaha tani.
Rangkaian program tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani memenuhi sebagian kebutuhan sarana produksi serta mendukung pengembangan pertanian di wilayah masing-masing.
Pada akhirnya, manfaat bantuan tidak hanya ditentukan oleh jumlah peralatan atau paket pekerjaan yang disediakan, tetapi juga oleh ketepatan penerima, kualitas pelaksanaan, dan pemanfaatan yang bertanggung jawab.
Dengan pengelolaan yang baik, berbagai dukungan pertanian tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi usaha tani dan memperkuat kegiatan produksi pertanian di Nusa Tenggara Timur.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar