Festival Budaya Penkase Oeleta Satukan Warga, Jadi Miniatur Keberagaman Kota Kupang
- account_circle Mario
- calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, menghadirkan semarak kebersamaan melalui Festival Budaya tahun 2026 yang untuk pertama kalinya digelar di tingkat kelurahan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun Kota Kupang sekaligus ajang mempererat persatuan masyarakat yang majemuk.
Lurah Penkase Oeleta, Pether F. Nenohaefeto, menjelaskan bahwa festival ini melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari lembaga pendidikan hingga warga di tingkat RT dan RW.
Tercatat, partisipasi datang dari lima TK, empat SD, dua SMP, dua SMA/SMK, satu perguruan tinggi, serta warga dari 10 RW dan 38 RT.
“Penkase Oeleta ini majemuk, dari suku, bahasa, dan agama. Bisa dibilang miniatur Kota Kupang. Karena itu, busana yang ditampilkan tidak hanya dari NTT, tetapi juga dari berbagai daerah di Nusantara,” ujarnya.
Karnaval budaya yang digelar pada 29 April – 1 Mei 2026 menjadi pembuka yang penuh warna, menampilkan keberagaman identitas budaya dalam satu panggung kebersamaan.
Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Lapangan Sambura, yang selama tiga hari berubah menjadi pusat aktivitas masyarakat.
Selain karnaval, festival ini juga diramaikan dengan pameran UMKM yang diikuti oleh setiap RW.
Para pelaku usaha lokal memanfaatkan kesempatan ini untuk memasarkan produk mereka, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Beragam lomba turut memeriahkan suasana, mulai dari karaoke lagu daerah, tarian tradisional, tarian massal khas NTT, hingga lomba kebersihan tingkat RW dan penilaian stan terbaik.
Kegiatan ini berlangsung tiga hari dari 29 hingga 30 April dan berlanjut hingga 1 Mei 2026.
Pelaksanaan festival ini didukung oleh anggaran pemerintah Kota Kupang serta partisipasi aktif RT, RW, Karang Taruna, sponsor, dan pelaku usaha setempat.
Antusiasme warga terlihat tinggi, menjadikan festival ini sebagai ruang interaksi sosial sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pemerintah kelurahan dan para ketua RT/RW, Festival Budaya Penkase Oeleta akan dijadikan agenda tahunan setiap bulan April.
Harapannya, kegiatan ini terus menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus memperkuat kebersamaan dan peran aktif masyarakat dalam pembangunan daerah.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar