Dari Subulussalam ke Panggung Nasional, Fathassururi Raih Juara Harapan II KTIQ
- account_circle Rahmad Ariadi
- calendar_month 14 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SUBULUSSALAM, JARRAKPOS — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kota Subulussalam di tingkat nasional. Fathassururi berhasil meraih Juara Harapan II cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ) pada MTQ XXXI Nasional di Semarang, Jawa Tengah.
Fathassururi merupakan bagian dari Kafilah Aceh yang berlaga dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat nasional tersebut.
Atas capaian itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Subulussalam, Jaminudin Berutu, menyampaikan apresiasi sekaligus ucapan selamat kepada Fathassururi.
“Selamat kepada Ustaz Fathassururi atas prestasi yang telah diraih. Ini menjadi kebanggaan bagi Kota Subulussalam dan keluarga besar LPTQ,” kata Jaminudin.
Menurut Jaminudin, capaian tersebut menunjukkan bahwa generasi muda asal Subulussalam memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional, khususnya dalam bidang Al-Qur’an dan karya ilmiah.
Ia berharap prestasi Fathassururi tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi turut menjadi motivasi bagi generasi muda lainnya untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, serta berani berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi.
“Semoga prestasi ini menjadi motivasi bagi generasi muda Subulussalam lainnya untuk terus belajar, berkarya dan mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Profil Fathassururi
Fathassururi merupakan putra daerah Subulussalam yang menempuh pendidikan di sejumlah lembaga pendidikan Islam. Pendidikan awalnya ditempuh di MTsS Hidayatullah Subulussalam, kemudian melanjutkan ke SMA Inshafuddin Banda Aceh.
Ia kemudian menempuh pendidikan sarjana S1 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Saat ini, Fathassururi melanjutkan pendidikan S2 Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Di bidang organisasi, Fathassururi pernah bergabung dengan Haiah Tahfiz Al-Qur’an (HTQ) UIN Malang. Ia juga pernah dipercaya sebagai Ketua Keagamaan Ikatan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Malang-Aceh (IPPMA).
Pada MTQ XXXI Nasional di Semarang, kemampuan akademik dan kepeduliannya terhadap isu sosial serta lingkungan turut dituangkan melalui karya tulis yang diusung dalam kompetisi.
Dalam tema Kerukunan Umat Beragama, ia mengangkat judul “Equality Mosque: Penguatan Kerukunan Berbasis Inklusivitas Masjid bagi Penyandang Disabilitas.”
Sementara dalam tema Pelestarian Lingkungan, ia mengangkat karya berjudul “Zulqarnain Collaborative System: Tata Kelola Sisa Makanan MBG menuju Kelestarian Lingkungan.”
Dua topik tersebut memperlihatkan perhatian Fathassururi terhadap isu keagamaan yang beririsan dengan persoalan sosial dan lingkungan.
- Penulis: Rahmad Ariadi




Saat ini belum ada komentar