Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OLAHRAGA » Bursa PSSI 2027, Sebaiknya Erick Thohir Tak Maju Lagi

Bursa PSSI 2027, Sebaiknya Erick Thohir Tak Maju Lagi

  • account_circle Syawal
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Medan – Menyaksikan perjalanan Tim Garuda dalam beberapa ajang internasional belakangan ini terasa menyesakkan. Harapan yang telanjur membesar kembali berujung kecewa.

Tersingkirnya Indonesia dari Piala AFF 2026 mungkin menjadi pukulan yang paling terasa. Bukan karena AFF adalah turnamen terbesar yang pernah kita ikuti, tetapi karena di level Asia Tenggara pun kita kembali gagal memenuhi ekspektasi.

Indonesia datang dengan kepercayaan diri tinggi. Materi pemain lebih kompetitif, dukungan publik tidak pernah surut, fasilitas membaik, dan selama beberapa tahun terakhir kita terus mendengar bahwa sepak bola nasional sedang bertransformasi.

Saya menulis ini sebagai pecinta sepak bola. Juga sebagai pendukung PSMS Medan garis keras. Orang yang lama mengikuti sepak bola tahu satu hal: kalah tidak selalu memalukan. Dalam sepak bola, tim hebat sekalipun bisa kalah. Yang sulit diterima justru ketika kegagalan datang berulang-ulang, sementara jawaban yang diberikan selalu sama..

Kata itu kembali muncul setelah Indonesia tersingkir. Pelatih dievaluasi. Pemain dievaluasi. Program tim nasional akan dibedah. Kita seperti sudah hafal urutannya.

Masalahnya, evaluasi semacam ini hampir selalu bergerak ke bawah.

Jarang sekali kita bertanya apakah orang yang berada di pucuk organisasi juga layak dievaluasi.

Erick Thohir sudah memimpin PSSI sejak Februari 2023. Sekarang ia juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga. Posisi itu memberinya pengaruh yang sangat besar terhadap sepak bola nasional.

Karena itu, hasil PSSI tidak mungkin dilepaskan dari kepemimpinannya.

“Sebaiknya ketum PSSI Erick Tohir gak usah lagi calon Ketum PSSI tapi bisa di ganti dengan yang lain. Bisa saja Dudung, yang benar mau membina sepak bola menjadi industri di negara kita.
Kia harapkan presiden sesuai janji nya akan berupaya menaik kan sepak bola di kancah dunia, namun Erick Tohir harus di ganti dan juga teman temannya yang gak tau organisasi sepak bola, kami sebagai pemerhati sepak bola kalau mau kita ikut piala dunia baik itu senior, junior, remaja harus dibina pemain dari usia dini, bukan hanya cerita saja yang bisa tapi berbuat tidak bisa, kita dalam sepak bola sangat ketinggalan dan tidak punya prestasi yg cukup dan hal ini yang tidak bisa di tolerir dalam persepak bolaan Indonesia”, kata Syafril SH, pengamat sepakbola sepakbola di Sumut dalam pesan wasthap nya, Rabu (12/7)

PSSI kata Syafril yang juga ketua Partai PKB Kota Binjai sekarang hanya cerita yang ada, namun untuk mengembalikan citra sepak bola Indonesia hanya tau nya menghabiskan anggaran. “Sejak di pegang Erick Tohir sudah berapa triliun habis untuk timnas yang di bina, namun binaan nya bukan karena bakat dan dilatih tapi karena pesanan dari orang-orang PSSI sendiri. Kalau gak sanggup membina ya lepas kan dari pembinaan yang tahu nya hanya pemain naturalisasi dan pembinaan gak ada.

Siapa pun pelatih nya belum ada pembinaan yang signifikan hanya mengambil pemain yang sudah ada itu pun pemain pesanan bukan pemain yang dibina dan dilatih maka nya Indonesia tidak maju maju sepak bola nya”, pria yang juga berprofesi sebagai lawyer ini.

Seperti diketahui tim Asia siapa yang gak takut sama timnas Indonesia sekarang di ketawain itu lah tim yg disuguhkan.
Saya tidak termasuk orang yang menutup mata terhadap capaian Erick. Peringkat FIFA Indonesia meningkat. Tim U-23 pernah menembus semifinal Piala Asia U-23 2024. Hubungan dengan FIFA semakin dekat. Sejumlah stadion dibenahi. Tim nasional mendapat perhatian yang mungkin belum pernah sebesar sekarang.

Naturalisasi juga membuat Indonesia memiliki pemain dengan pengalaman dan kualitas kompetisi yang lebih baik.

Semua itu fakta yang patut dihargai.

“Namun kepemimpinan tidak hanya dinilai ketika grafik sedang naik.

Target terbesar kita adalah Piala Dunia 2026. Indonesia gagal. Sekarang target itu dipindahkan menuju 2030. Di tengah perjalanan menuju sasaran baru tersebut, Timnas malah tersingkir dari fase grup Piala AFF.
Kita sedang berhadapan dengan persoalan yang jauh lebih lama: sistem pembinaan yang belum kokoh, liga yang masih naik turun kualitasnya, kompetisi usia muda yang belum menjadi mesin produksi pemain, klub-klub yang belum semuanya sehat, kualitas wasit, integritas kompetisi, profesionalisme manajemen, sampai standar keselamatan pertandingan.

Jumlah penduduk Indonesia hampir 300 juta. Sepak bola dimainkan di mana-mana. Anak-anak bermain di lapangan desa, halaman sekolah, gang sempit, pantai, bahkan di tanah kosong.

Bakat tidak pernah menjadi masalah utama negeri ini.

Yang bermasalah adalah jalan yang harus ditempuh bakat itu agar menjadi pemain hebat.

Berapa banyak anak berbakat yang bisa masuk akademi berkualitas? Berapa banyak yang mendapat pelatih dengan standar baik sejak usia dini? Berapa banyak pertandingan kompetitif yang mereka jalani sebelum usia 18 tahun? Seberapa bagus nutrisi, sports science, pendidikan dan proses pencarian bakat kita?

Pertanyaan-pertanyaan itu tidak bisa dijawab dengan naturalisasi.

Saya tidak punya persoalan dengan pemain naturalisasi. Selama sah sebagai warga negara Indonesia dan sungguh-sungguh membela Merah Putih, mereka adalah pemain Indonesia.

Tetapi ada perbedaan antara memakai naturalisasi sebagai penguat tim dan menjadikannya penutup kelemahan sistem pembinaan.

  • Penulis: Syawal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DKP NTT Perkuat Pengawasan Laut, Pokmaswas Capai 93 Kelompok, Bom Ikan Masih Dominasi Pelanggaran

    DKP NTT Perkuat Pengawasan Laut, Pokmaswas Capai 93 Kelompok, Bom Ikan Masih Dominasi Pelanggaran

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 155
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terus memperkuat sistem pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan dengan melibatkan masyarakat sebagai garda terdepan. Langkah tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) dari hanya 19 kelompok pada 2019 menjadi 93 kelompok yang kini tersebar di seluruh kabupaten/kota di NTT. Penguatan […]

  • Optimalkan Layanan Pemuda, Dispora Bengkulu Ajak Kolaborasi Lintas Sektor

    Optimalkan Layanan Pemuda, Dispora Bengkulu Ajak Kolaborasi Lintas Sektor

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 1.308
    • 0Komentar

    BENGKULU,Jarrakpos.com – Untuk memperkuat pelayanan bagi generasi muda, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Bengkulu berupaya membangun kerjasama yang solid dengan berbagai pihak. Langkah ini diambil untuk menciptakan program kepemudaan yang lebih relevan dan berdampak luas. Ika Joni Ikhwan, Kepala Dispora Bengkulu, menekankan bahwa pengembangan pemuda memerlukan keterlibatan banyak pihak, termasuk pemerintah daerah, pelaku usaha, […]

  • The Journey Begins From Jatiluwih, Langkah Besar Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali

    The Journey Begins From Jatiluwih, Langkah Besar Menuju 100 Tahun Pariwisata Bali

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Putu Gede Sudiatmika
    • visibility 182
    • 0Komentar

    BALI, jarrakpos.com – Kabut pagi masih menggantung tipis di hamparan sawah Jatiluwih ketika ribuan pelari mulai memadati kawasan warisan dunia UNESCO itu, Minggu (21/6/2026). Sejak dini hari, arus kendaraan dari berbagai daerah di Bali terus mengalir menuju Tabanan. Sebagian peserta bahkan telah berangkat sejak pukul 03.00 Wita demi menjadi bagian dari Bali Tourism Run (BTR) […]

  • Ketua Umum DPP KAMAKSI Desak Reformasi Jabatan BUMN Bersih dari Praktik Transaksional dan Nepotisme

    Ketua Umum DPP KAMAKSI Desak Reformasi Jabatan BUMN Bersih dari Praktik Transaksional dan Nepotisme

    • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 598
    • 0Komentar

    Jakarta, Jarrakpos.com — Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Kaukus Muda Anti Korupsi (DPP KAMAKSI) dan Aktivis 98, Joko Priyoski, menyerukan agar semangat reformasi 1998 kembali ditegakkan dalam pengelolaan jabatan publik, khususnya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Rabu (21/5/2025). Memperingati bulan Reformasi, Joko menegaskan pentingnya menempatkan para direktur dan komisaris BUMN dari kalangan profesional […]

  • Rajiv Diperiksa KPK Terkait Kasus CSR BI dan OJK, Benarkah Ada Aliran Dana ke Politisi?

    Rajiv Diperiksa KPK Terkait Kasus CSR BI dan OJK, Benarkah Ada Aliran Dana ke Politisi?

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kang Yos
    • visibility 357
    • 0Komentar

    JAKARTA, Jarrakpos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil nama besar dari kalangan politik. Kali ini giliran politikus Partai NasDem, Rajiv, yang dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemanggilan Rajiv dilakukan hari ini, Senin (27/10/2025), di Gedung Merah Putih KPK, […]

  • Kebakaran Gudang PT Multi Inti Parahiyangan di Astanajapura Berhasil di Padam Setelah 2 Jam

    Kebakaran Gudang PT Multi Inti Parahiyangan di Astanajapura Berhasil di Padam Setelah 2 Jam

    • calendar_month Sabtu, 22 Agt 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 62
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Sebuah kebakaran melanda gudang penyimpanan barang milik PT Multi Inti Parahiyangan yang berlokasi di Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu (22/8/2026) dini hari. Beruntung, api berhasil dipadamkan tanpa menimbulkan korban jiwa. Kepala Bidang Pencegahan, Penanggulangan, dan Penyelamatan (Kabid PPSP) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Penanganan Bencana (Disdamkarmat) Kabupaten […]

expand_less