Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Jawa Barat » Bupati Bandung Barat Temui Keluarga Terpencil di Solok Pandan, Tawari Relokasi Sementara

Bupati Bandung Barat Temui Keluarga Terpencil di Solok Pandan, Tawari Relokasi Sementara

  • account_circle Derry Rachman
  • calendar_month 15 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JARRAKPOS.COM — Kondisi tiga keluarga yang tinggal di kawasan terpencil Gunung Solok Pandan, Kampung Cijanten RW 10, Desa Batulayang, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), akhirnya mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.

Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi permukiman sekaligus mendengarkan kebutuhan warga yang selama bertahun-tahun harus bertahan di kawasan perbukitan dengan akses yang sulit.

Tiga keluarga, yakni keluarga Amin, Usep, dan Entis Sutisna, tercatat menempati tiga rumah di kawasan tersebut. Secara keseluruhan, terdapat 16 warga yang tinggal di lokasi itu. Mereka telah menetap sejak 2010 di atas tanah warisan keluarga.

Persoalan paling mendesak yang ditemukan Jeje adalah akses menuju permukiman. Dari jalan raya, warga masih harus berjalan kaki sekitar 2,5 kilometer melalui jalan setapak yang terjal dan licin. Di sejumlah titik, jalur tersebut bahkan berada di sisi jurang.

Kondisi itu menjadi persoalan serius, terutama bagi anak-anak yang setiap hari harus melewati jalur tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah.

“Setelah melihat langsung situasi di lapangan, saya menawarkan solusi berbeda sesuai kondisi masing-masing keluarga. Untuk keluarga yang memiliki anak usia sekolah, pemerintah daerah akan membantu biaya sewa rumah di lokasi yang lebih dekat dengan sekolah dan bantuan kontrak rumah untuk jangka waktu dua tahun,” ujar Jeje Ritchie Ismail beberapa waktu lalu.

Menurut Jeje, pemindahan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang memiliki anak sekolah menjadi salah satu pilihan paling realistis untuk mengurangi risiko perjalanan.

Ia mengatakan, orang tua tetap dapat mengelola kebun dan lahan pertanian di kawasan Gunung Solok Pandan, sementara anak-anak dapat tinggal lebih dekat dengan sekolah.

“Saya melihat langsung kondisi di sini, terutama anak-anak yang setiap hari harus turun naik untuk sekolah. Saya menawarkan untuk sementara tinggal di bawah. Kebunnya tetap bisa dikerjakan, orang tua tetap bisa naik ke sini untuk bertani, tetapi anak-anak bisa tinggal lebih dekat dengan sekolah,” katanya.

Jeje menilai skema tersebut dapat diterapkan dalam waktu relatif cepat tanpa membuat keluarga kehilangan sumber penghasilan. Aktivitas pertanian tetap bisa dilakukan karena orang tua masih dapat mengakses lahan yang selama ini menjadi tumpuan ekonomi keluarga.

Dua Keluarga Pilih Bertahan

Sementara itu, dua keluarga lainnya memilih tetap tinggal di kawasan tersebut. Pemerintah daerah pun tidak memaksakan relokasi dan akan menyesuaikan penanganan dengan kondisi masing-masing keluarga.

Jeje mengatakan, pemerintah akan melihat kondisi fisik rumah untuk menentukan bagian yang membutuhkan perbaikan. Bantuan perbaikan rumah nantinya akan diusulkan berdasarkan hasil peninjauan di lapangan.

“Kalau memang memilih tetap tinggal di sini karena sumber penghidupannya ada di sini, kita cari solusi agar mereka tetap bisa tinggal dengan kondisi yang lebih layak. Kita lihat apa yang perlu diperbaiki dari rumahnya dan kita usulkan bantuannya,” ujarnya.

Pilihan warga untuk bertahan di Gunung Solok Pandan bukan tanpa alasan. Lahan pertanian dan perkebunan yang menjadi sumber mata pencaharian berada di sekitar permukiman.

Jika harus berpindah sepenuhnya ke lokasi lain, warga khawatir akan mengalami kesulitan untuk tetap mengelola lahan sekaligus mempertahankan sumber penghasilan keluarga.

Persoalan yang ditemukan pemerintah daerah tidak hanya menyangkut akses, rumah layak huni, dan pendidikan. Administrasi kependudukan serta pemutakhiran data sosial ketiga keluarga tersebut juga menjadi perhatian.

Ketiga keluarga disebut telah menerima sejumlah bantuan pemerintah. Namun, mereka belum masuk dalam skema bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Kondisi tersebut berkaitan dengan proses pemutakhiran data dan desil dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Jeje meminta jajaran terkait tidak berhenti pada tahap pendataan. Menurutnya, persoalan tersebut harus dikawal hingga warga mendapatkan kejelasan mengenai status data maupun bantuan sosial yang dapat diterima.

“Jadi kita jangan cuma perbaikan pendataan. Kita pastikan prosesnya berjalan sampai ada kejelasan,” tegasnya.

Kunjungan tersebut menjadi langkah Pemkab Bandung Barat untuk mencari solusi berdasarkan kondisi nyata yang dihadapi warga di lapangan.

Penanganan tiga keluarga di Gunung Solok Pandan pun tidak disamaratakan. Pemerintah daerah menyiapkan pendekatan berbeda, mulai dari penyediaan tempat tinggal sementara bagi keluarga yang memiliki anak sekolah, perbaikan rumah bagi warga yang tetap bertahan, hingga pembenahan data sosial.

Bagi keluarga yang memiliki anak usia sekolah, tempat tinggal yang lebih dekat dengan fasilitas pendidikan menjadi pilihan untuk menekan risiko perjalanan. Sedangkan keluarga yang masih bergantung pada lahan pertanian diarahkan mendapatkan dukungan agar tetap dapat tinggal secara lebih layak tanpa kehilangan mata pencaharian.***

  • Penulis: Derry Rachman

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Motivasi Siswa untuk Merajut Mimpi, Dansatgas Pamtas Yonarmed 11 Kostrad Pimpim Upacara Bendera di SMKN 1 Nunukan

    • calendar_month Senin, 13 Jan 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 499
    • 0Komentar

    NUNUKAN,JARRAKPOS.COM – Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan Yonarmed 11 Kostrad, Letkol Arm Gde Adhy Surya Mahendra, memimpin upacara bendera di SMKN 1 Nunukan pada Senin pagi (13/01/2025). Dalam kesempatan tersebut, Dansatgas memberikan amanat inspiratif kepada para siswa, menekankan pentingnya merajut mimpi dan meraih asa untuk masa depan yang lebih baik. Dalam amanatnya, Letkol Arm Gde […]

  • Diduga Lemah Penegakan Perda Kota Batam,Akses Pejalan Kaki ditutup Pagar Oleh Pengusaha

    Diduga Lemah Penegakan Perda Kota Batam,Akses Pejalan Kaki ditutup Pagar Oleh Pengusaha

    • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Batam, Jarrakpos.com | Akses badan jalan penghijauan di kawasan simpang Nato Kecamatan Sagulung diduga dialih pungsikan oleh oknum pengusaha tanpa surat izin dari Pemerintah Kota Batam. Adapun akses jalan tersebut biasa digunakan masyarakat jalan kaki,sekarang tertutup oleh pagar seolah – olah tanah tersebut milik mereka.Lahan yang seharusnya menjadi aset daerah untuk menjaga keindahan lingkungan kenyamanan […]

  • Pesta Gol, Batubara United ke Enam Besar Liga 4 Sumut

    Pesta Gol, Batubara United ke Enam Besar Liga 4 Sumut

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 252
    • 0Komentar

    Medan – Batubara United berhasil mengalahkan Ratu FC dengan skor telak 6-1 untuk bisa lolos ke enam besar Liga 4 Sumut 2026. Bermain di Lapangan Cadika Medan, Sabtu (4/4( tim binaan Bupati Batubara Baharudin Siagian ini bermain impresif sepanjang pertandingan Keran gol Batubara United dibuka ketika laga baru berjalan sepuluh menit. Striker Batu bara united […]

  • Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Coolbox, Dorong Penguatan Usaha Perikanan Warga

    Wali Kota Kupang Serahkan Bantuan Coolbox, Dorong Penguatan Usaha Perikanan Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 300
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com – Pemerintah Kota Kupang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap penguatan ekonomi masyarakat pesisir. Melalui program bantuan sarana perikanan, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyerahkan puluhan coolbox kepada para pelaku usaha perikanan yang selama ini mengandalkan penjualan ikan segar sebagai mata pencaharian utama. Suasana penyerahan yang berlangsung di Ruang Rapat Garuda, Selasa (2/12/2025), terasa […]

  • Evaluasi Awal Kuota Kunjungan Komodo: Balai TN Komodo Akui Masih Tahap Penyesuaian

    Evaluasi Awal Kuota Kunjungan Komodo: Balai TN Komodo Akui Masih Tahap Penyesuaian

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 199
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Penerapan pembatasan kuota kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo sejak 1 April 2026 masih berada pada fase awal penyesuaian. Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) memastikan evaluasi terus dilakukan untuk menyempurnakan kebijakan tersebut. Kepala Balai TN Komodo, Hendrikus Rani Siga, menyampaikan bahwa sejak uji coba pengaturan kunjungan dimulai pada Februari 2026, pihaknya secara konsisten […]

  • Batalyon Artileri Medan 11 Kostrad Bantu Pembuatan Panti Asuhan Yatim

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 413
    • 0Komentar

    MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Setelah beberapa hari / minggu pulang dari satgas di Perbatasan Indonesia – Malaysia, Batalyon Artileri Medan (Yonarmed) 11 Kostrad langsung tancap gas melaksanakan karya bhakti pembangunan Panti Asuhan Yatim di Dusun Klontong, Desa Jambewangi, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, dimana panti asuhan tersebut milik dari Yayasan Amanah Qolbu Indonesia, Kamis (23/10/2025). Kegiatan ini diikuti […]

expand_less