Bulog Salurkan 4.336 Ton Beras Bantuan Pangan di Pulau Sumba
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur menyalurkan bantuan pangan beras sebanyak 4.336.500 kilogram atau 4.336,5 ton kepada 144.550 Penerima Bantuan Pangan (PBP) di Pulau Sumba. Bantuan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 tersebut menjangkau masyarakat di Kabupaten Sumba Timur, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, dan Sumba Tengah.
Pemimpin Wilayah BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, menjelaskan bahwa setiap PBP memperoleh 10 kilogram beras untuk setiap bulan alokasi. Dengan demikian, masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras untuk tiga bulan alokasi tersebut guna membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga.
“Bantuan pangan merupakan salah satu program pemerintah yang menjadi wujud nyata kehadiran negara dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Melalui penyaluran ini, kami berharap beban pengeluaran keluarga penerima manfaat dapat berkurang sehingga mereka memiliki ruang untuk memenuhi kebutuhan dasar lainnya,” ujar Arrahim, (24/9/2026).
Di Kabupaten Sumba Timur, bantuan beras disalurkan kepada 48.192 PBP dengan kuantum sebanyak 1.445.760 kilogram. Sementara itu, di Kabupaten Sumba Barat, bantuan menjangkau 23.231 PBP dengan jumlah beras sebanyak 696.930 kilogram.
Kabupaten Sumba Barat Daya memiliki jumlah penerima terbesar dalam penyaluran ini, yakni 57.294 PBP dengan kuantum beras sebanyak 1.718.820 kilogram. Adapun di Kabupaten Sumba Tengah, bantuan beras sebanyak 474.990 kilogram disalurkan kepada 15.833 PBP.
Arrahim menyampaikan bahwa alokasi bantuan pangan berpeluang berlanjut hingga Desember, dengan tetap mengacu pada kebijakan dan penetapan pemerintah. “Kami memahami pentingnya keberlanjutan bantuan ini bagi masyarakat. Alokasi bantuan pangan dapat berlanjut hingga Desember sesuai keputusan pemerintah, dan BULOG siap mendukung pelaksanaan penyalurannya berdasarkan penugasan yang diberikan,” ungkapnya.
Untuk mendukung kelancaran program, Arrahim mengajak pemerintah daerah, seluruh pemangku kepentingan, dan masyarakat berperan aktif dalam mendukung penyaluran bantuan. “Kami memohon dukungan semua pihak agar bantuan dapat tersalurkan secara tertib, lancar, dan tepat sasaran. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Badan Pangan Nasional atas program bantuan pangan yang membantu masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat di Pulau Sumba,” tuturnya.
Arrahim menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dalam menghadapi ketidakpastian karena pemerintah terus hadir melalui berbagai upaya pemenuhan kebutuhan pangan. “Pemerintah senantiasa hadir mendampingi masyarakat. Bantuan pangan ini merupakan bagian dari langkah nyata untuk menjaga ketahanan pangan keluarga. Dengan dukungan dan kerja sama semua pihak, kami berharap manfaat program ini dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat yang berhak menerima,” pungkasnya.
Masyarakat penerima manfaat menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan pangan alokasi Juli–September yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Kami bersyukur atas bantuan ini. Beras yang kami terima berkualitas baik dan layak dikonsumsi, dengan jumlah sesuai ketentuan, yaitu 10 kilogram untuk setiap bulan alokasi atau total 30 kilogram untuk tiga bulan. Bantuan ini sangat berarti karena meringankan pengeluaran keluarga,” ungkap Yuliana Bulu salah seorang penerima manfaat yang berasal Desa Wee Kura, Kec. Wewewa Barat Kabupaten Sumba Barat Daya.
Para penerima manfaat berharap program bantuan pangan dapat terus berlanjut dengan tetap menjaga kualitas beras, kesesuaian jumlah, serta kelancaran penyalurannya.
“Kami berharap bantuan ini bisa dilanjutkan hingga Desember sesuai kebijakan pemerintah. Dengan adanya bantuan beras, sebagian uang belanja dapat kami gunakan untuk kebutuhan anak dan keperluan rumah tangga lainnya. Terima kasih karena pemerintah terus hadir dan memberikan perhatian kepada kami,” Yuliana Bulu. ***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar