Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Ancaman Kekeringan, Distan NTT: Bendungan Ada, Saluran “Cacing” Belum Dibangun

Ancaman Kekeringan, Distan NTT: Bendungan Ada, Saluran “Cacing” Belum Dibangun

  • account_circle Mario
  • calendar_month 7 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Ancaman kekeringan masih membayangi sektor pertanian di sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah upaya pemerintah menjaga ketersediaan air bagi lahan pertanian, persoalan infrastruktur irigasi masih menjadi tantangan karena sejumlah bendungan belum sepenuhnya didukung jaringan saluran hingga ke kawasan persawahan.

Kepala UPTD Proteksi Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTT, Gabriel Gara Beni, mengatakan keberadaan bendungan belum otomatis membuat air dapat dimanfaatkan petani jika jaringan irigasi tersier belum tersedia.

Ia mencontohkan Bendungan Raknamo dan Tilong. Menurutnya, kedua sumber air tersebut memiliki potensi untuk mendukung pertanian, tetapi jaringan saluran yang membawa air hingga ke lahan petani masih menjadi persoalan.

“Seperti di Raknamo atau Tilong itu belum sampai pada istilahnya saluran cacingnya. Jadi air yang ada mau dialirkan ke mana? Ke daerah-daerah persawahan tidak mungkin karena saluran itu belum ada,” kata Gabriel, (7/10/2026).

Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri di tengah ancaman kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah NTT. Air yang tersedia di bendungan belum sepenuhnya dapat menjangkau lahan pertanian apabila jaringan distribusinya belum terbangun.

Gabriel mengatakan dampak kekeringan saat ini sudah dilaporkan dari sejumlah daerah. Berdasarkan pemantauan di lapangan, wilayah yang mengalami dampak cukup signifikan antara lain Kabupaten Kupang, Sumba Barat, Manggarai Timur dan Manggarai.

Didampingi Kepala Seksi terkait, Asma Kurniawati Karin, ia menjelaskan kondisi kekeringan telah menjadi perhatian sejak pemerintah menerima informasi peringatan dini terkait kondisi iklim.

Asma mengatakan, sejak memasuki periode musim tanam, petani telah mendapatkan informasi mengenai potensi kondisi kemarau yang perlu diantisipasi.

“Memang sudah ada beberapa laporan kekeringan,” kata Asma.

Di Kabupaten Kupang dan Sumba Barat, dampak kekeringan telah dirasakan pada tanaman pertanian. Sementara di wilayah Flores, persoalan ketersediaan air juga diperparah oleh kerusakan atau gangguan saluran irigasi akibat gempa.

Dari sejumlah komoditas pertanian, padi dan jagung menjadi tanaman yang paling berisiko terdampak kekeringan.

Gabriel mengatakan, dalam kondisi keterbatasan air, petani perlu mempertimbangkan jenis tanaman yang lebih mampu beradaptasi dengan kondisi kering.

“Padi dengan jagung itu sudah pasti (terdampak),” ujarnya.

Sementara tanaman pangan seperti kacang-kacangan dan ubi dinilai masih memiliki kemampuan bertahan dengan memanfaatkan kearifan lokal petani.

Untuk tanaman hortikultura, Dinas Pertanian menganjurkan pengembangannya dilakukan pada lokasi yang masih memiliki sumber air.

“Tanaman kacang-kacangan yang tidak banyak butuh air. Untuk hortikultura, yang masih ada sumber-sumber air kita anjurkan tanam hortikultura,” kata Gabriel.

Menghadapi kondisi tersebut, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTT juga mengingatkan petani agar tidak terburu-buru memulai musim tanam hanya karena hujan mulai turun.

Gabriel mengatakan, sebagian petani memiliki kebiasaan langsung menanam setelah turun hujan satu atau dua kali. Padahal, kondisi tersebut belum tentu menandakan musim hujan sudah benar-benar berlangsung.

“Biasanya petani kita satu-dua kali tanam dia langsung tanam. Padahal itu sebenarnya belum musim hujan,” ujarnya.

Karena itu, petugas pertanian di lapangan diarahkan untuk terus memberikan informasi kepada petani mengenai perkembangan musim dan waktu tanam.

Gabriel menyebut, secara umum awal musim tanam diarahkan sekitar Desember hingga Januari, dengan harapan petani dapat melakukan penanaman secara lebih serempak.

“Minimal Desember sudah bisa mulai tanam serempak,” katanya.

Namun, kondisi setiap wilayah tetap berbeda. Untuk wilayah Flores, khususnya Manggarai dan Manggarai Timur, kondisi pada awal November masih dapat memungkinkan kegiatan pertanian. Sementara wilayah daratan Timor dan Sumba masih menghadapi kekeringan.

Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan dukungan bagi kelompok tani yang terdampak kekeringan melalui kegiatan penanganan dampak iklim dalam APBD.

Salah satu bentuk dukungan tersebut adalah brigade alat dan mesin pertanian (alsintan), termasuk pompa air yang dapat dimanfaatkan untuk membantu kelompok tani.

Namun, penggunaan pompa hanya efektif jika masih tersedia sumber air.

“Mana kala ada kelompok-kelompok tani yang mengalami kekeringan, kita bisa bantu dengan bantuan pompa air, tetapi pada daerah-daerah yang memang sumber airnya ada,” jelas Gabriel.

Menurutnya, persoalan di lapangan tidak semata-mata mengenai ada atau tidaknya pompa.

“Kadang sumber air tidak ada. Kalau pompanya ada, debit air tidak ada, ya sama saja,” tegasnya.

Karena itu, ketersediaan sumber air dan jaringan distribusi menjadi bagian penting dalam menghadapi kekeringan.

Untuk memantau perkembangan dampak kekeringan, Dinas Pertanian NTT memiliki sistem pelaporan secara berjenjang.

Laporan tersebut kemudian diverifikasi oleh UPTD Proteksi Tanaman sebelum diteruskan secara berkala kepada Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.

“Sebulan itu dua kali, pertengahan bulan dan akhir bulan kita laporkan ke Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan untuk ditindaklanjuti,” ujar Gabriel.

Sistem tersebut menjadi dasar pemerintah untuk mengetahui perkembangan dampak kekeringan sekaligus menentukan langkah penanganan di lapangan.

Selain pompa air, pemerintah juga dapat memberikan bantuan benih bagi petani yang mengalami gagal tanam akibat kondisi kekeringan.

Gabriel mengatakan bantuan tersebut diberikan berdasarkan laporan dari petani dan hasil penanganan di lapangan.

“Manakala ada petani gagal tanam dan laporan masuk ke kami, kami bisa tindaklanjuti, baik melalui benih di APBD maupun APBN,” katanya.

Bantuan benih tersebut diarahkan untuk mendukung petani pada musim tanam berikutnya.

Di tengah ancaman kekeringan, Dinas Pertanian NTT berharap petani tidak hanya mengandalkan kebiasaan dalam menentukan waktu tanam, tetapi juga mempertimbangkan informasi cuaca, ketersediaan air dan kondisi lahan.

Sebab, selain persoalan sumber air, kemampuan mengalirkan air hingga ke lahan menjadi faktor penting. Bendungan yang memiliki cadangan air tidak akan banyak membantu petani apabila jaringan saluran belum mampu menjangkau persawahan.

Karena itu, penguatan jaringan irigasi, pemanfaatan sumber air yang tersedia, penyesuaian waktu tanam dan pemilihan komoditas menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman kekeringan di NTT.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menyemai Budaya Tertib Berlalu Lintas dari Sekolah: Pesan Edukasi Ka Dindik Pacitan di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

    Menyemai Budaya Tertib Berlalu Lintas dari Sekolah: Pesan Edukasi Ka Dindik Pacitan di Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71

    • calendar_month Selasa, 22 Sep 2026
    • account_circle Yuniardi Sutondo
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Pacitan,JarrakPos.com-Kesadaran akan keselamatan berkendara tidak tumbuh secara serba mendadak, melainkan dibentuk melalui kebiasaan, keteladanan, serta pendidikan yang konsisten sejak dini. Memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71 tahun 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan mengajak seluruh elemen masyarakat—khususnya para pelajar dan tenaga pendidik—untuk menginternalisasi pentingnya etika berlalu lintas sebagai cerminan karakter bangsa. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan, […]

  • Rasumin Serap Aspirasi Warga Dalam Reses II DPRK Subulussalam di Sultan Daulat

    Rasumin Serap Aspirasi Warga Dalam Reses II DPRK Subulussalam di Sultan Daulat

    • calendar_month Minggu, 7 Jun 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Subulussalam, Jarrakpos.com – Wakil Ketua DPRK Subulussalam, Rasumin, melaksanakan kegiatan Reses II Masa Sidang II Tahun 2026 di Daerah Pemilihan (Dapil) IV Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan kebutuhan pembangunan di wilayah mereka. Reses yang dihadiri tokoh masyarakat, perangkat desa, pemuda, dan sejumlah warga tersebut […]

  • Binmas Beri Edukasi Keselamatan Berlalu Lintas kepada KB – TK Bintang Kasih Kota Magelang

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 498
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM –  Sebanyak 50 anak didik KB-TK Bintang Kasih Kota Magelang bersama tujuh guru pendamping mengadakan kegiatan Outing Class berupa kunjungan belajar ke Polres Magelang Kota. Kegiatan yang berlangsung pada [tanggal] ini bertujuan untuk memberikan edukasi sejak dini kepada anak-anak tentang pentingnya tertib berlalu lintas. Juma’t (7/2/2025). Kedatangan rombongan dari KB-TK Bintang Kasih disambut […]

  • Jamin Investasi Aman: Wakapolda Kepri Perkuat Benteng Keamanan di KEK Galang Batang Bintan

    Jamin Investasi Aman: Wakapolda Kepri Perkuat Benteng Keamanan di KEK Galang Batang Bintan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 747
    • 0Komentar

    Batam, jarrakpos.com | Polda Kepri terus memperkuat kesiapan pengamanan di kawasan strategis nasional. Melalui jajaran pimpinan, dilakukan peninjauan Pos Terpadu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Sabtu(4/10/2025). Kegiatan peninjauan ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Kepri Brigjen Pol Dr. Anom Wibowo, S.I.K., M.Si., didampingi Pejabat Utama Polda Kepri, Kapolres Bintan, Wakapolres […]

  • Polri Resmikan Laboratorium Sosial Sains di Akpol, Dorong Transformasi SDM dari Reaktif ke Proaktif

    Polri Resmikan Laboratorium Sosial Sains di Akpol, Dorong Transformasi SDM dari Reaktif ke Proaktif

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 1.002
    • 0Komentar

    Semarang, Jarrakpos.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menegaskan komitmennya dalam Transformasi Polri melalui reformasi doktrin dan penguatan sumber daya manusia dengan meresmikan pembangunan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian di Akademi Kepolisian (Akpol), Lemdiklat Polri, Semarang. Peresmian ditandai dengan kegiatan groundbreaking (peletakan batu pertama) yang dipimpin oleh Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, pada Senin […]

  • Klaim “Tanpa APBD” Hari Jadi Kuningan ke-528 Disorot: Sinyal “Urunan” SKPD Mulai Merekah

    Klaim “Tanpa APBD” Hari Jadi Kuningan ke-528 Disorot: Sinyal “Urunan” SKPD Mulai Merekah

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com — Rangkaian persiapan perayaan Hari Jadi Kabupaten Kuningan ke-528 mendadak jadi perbincangan publik. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah, skema pembiayaan acara tahunan ini justru memicu pertanyakan terkait transparansi anggaran. ​Sorotan tajam salah satunya datang dari Aliansi Masyarakat Kuningan (ALAMKU). Inisiator ALAMKU, Imam Royani, mendesak Pemerintah Kabupaten Kuningan untuk bersikap terbuka kepada publik […]

expand_less