Lewat Dukungan PLN UPK Timor, LSK APEI Sertifikasi Siswa dan Guru SMKN 2 Kupang di Bidang PLTS
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Sebanyak 30 siswa kelas XII SMK Negeri 2 Kupang mendapat kesempatan menguji sekaligus mengakui kompetensi mereka di bidang energi terbarukan melalui sertifikasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kegiatan Ujian Sertifikasi Kompetensi Pelaksana Madya Pembangunan dan Pemasangan PLTS tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 26 September 2026, melalui Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) APEI Provinsi NTT, dengan dukungan dana Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) UPK Timor.
Para peserta merupakan siswa kelas XII Program Keahlian Teknik Energi Terbarukan, Konsentrasi Keahlian Teknik Energi Surya, Hidro dan Angin (TESHA) SMKN 2 Kupang.
Sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan para siswa menghadapi dunia kerja. Keterampilan yang selama ini mereka peroleh melalui pembelajaran di sekolah kini diuji melalui proses sertifikasi kompetensi yang dilaksanakan oleh lembaga sertifikasi.
Tak hanya siswa, dukungan PLN UPK Timor juga menyasar tenaga pendidik. Sebanyak lima orang guru SMKN 2 Kupang sebelumnya telah mengikuti pelatihan sekaligus sertifikasi di Jakarta.
Kepala SMKN 2 Kupang, Hebner Dakabesi, mengatakan kegiatan sertifikasi tersebut merupakan program kedua yang dilaksanakan melalui dukungan dana TJSL PLN UPK Timor.
Ia menyampaikan apresiasi kepada PLN yang dinilai konsisten memberikan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia, khususnya pendidikan vokasi di bidang ketenagalistrikan dan energi terbarukan.
“Kami sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada PLN UPK Timor yang tidak henti-hentinya memberikan perhatian besar bagi pengembangan sumber daya manusia, terutama di bidang ketenagalistrikan,” ujar Hebner.
Menurut Hebner, dukungan tersebut menjadi bentuk nyata kolaborasi antara sekolah dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDIKA) dalam memperkuat pendidikan vokasi.
Ia memastikan bantuan yang diterima sekolah dikelola secara baik dan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan peserta didik.
“Bantuan yang kami terima ini kami kelola secara baik, kami kelola secara jujur, tidak ada neko-neko, dengan orientasi fokus pada kebutuhan murid, yang akan menjadi pengganti kita di masa-masa yang akan datang,” katanya
Hebner menjelaskan, 30 siswa yang mengikuti sertifikasi telah melalui proses seleksi di tingkat program keahlian.
Selksi tersebut tidak hanya mempertimbangkan kemampuan teknis atau hard skill, tetapi juga sikap dan kesiapan siswa dalam mengikuti proses sertifikasi.
Karena itu, ia meminta para peserta mengikuti seluruh tahapan dengan sungguh-sungguh, disiplin dan memiliki daya juang.
“Kami berharap mereka dapat mengikuti kegiatan dengan baik, memiliki daya juang, semangat dan disiplin yang tinggi sehingga pada akhirnya bisa dinyatakan kompeten dan mendapatkan sertifikat kompetensi yang berhubungan dengan bidang pembangunan dan pemasangan PLTS,” ujarnya.
Bagi sekolah, sertifikat kompetensi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika melanjutkan penddikan maupun saat memasuki dunia kerja.
Manager PLN UPK Timor, Mukhammad Zia Ulhaq, mengatakan dukungan terhadap pelatihan dan sertifikasi PLTS merupakan bagian dari komitmen PLN dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di bidang ketenagalistrikan dan energi baru terbarukan.
Menurut Zia, program tersebut tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru sebagai bagian penting dalam memastikan pengetahuan dan keterampilan dapat terus ditularkan di lingkungan sekolah.
Rangkaian program sebelumnya telah dimulai melalui pelatihan dan sertifikasi bagi lima guru SMKN 2 Kupang di Jakarta pada 30 Agustus hingga 5 September 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ketenagalistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE).
Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh para guru selama mengikuti pelatihan dan sertifikasi diharapkan dapat diteruskan kepada siswa melalui proses pembelajaran di sekolah.
“Kami berharap kompetensi yang telah diperoleh oleh para guru tersebut dapat diteruskan dan ditularkan kepada para siswa, sehingga ilmu dan pengalaman yang didapat tidak berhenti pada kegiatan sertifikasi saja, tetapi dapat menjadi pengetahuan dan keterampilan yang memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi lingkungan sekolah dan masyarakat,” jelas Zia.
Ia mengatakan PLN memandang SMK memiliki posisi strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Karena itu, dukungan melalui program TJSL diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan keterampilan guru dan siswa, tetapi juga memberikan pengakuan terhadap kompetensi yang dimiliki melalui proses sertifikasi.
Di sisi lain, program tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan energi baru terbarukan, khususnya pemanfaatan energi surya, sekaligus memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dan dunia industri.
> “PLN hadir bukan hanya untuk menerangi negeri, tetapi juga untuk menerangi masa depan melalui peningkatan kompetensi generasi penerus bangsa,” ungkap Zia.
Ketua LSK APEI Provinsi NTT, Adriant Intan Perkasa, mengatakan pendidikan vokasi memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja maupun dunia usaha.
Menurut Adriant, lulusan pendidikan vokasi tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka juga harus memiliki keterampilan, kompetensi, kedisiplinan, kreativitas serta kesiapan menghadapi kebutuhan dan tuntutan pekerjaan.
Karena itu, ia mengingatkan para siswa agar tidak menjadikan proses sertifikasi semata-mata sebagai upaya mengejar nilai atau mendapatkan selembar sertifikat.
“Jangan hanya mengejar nilai, tetapi jadikan kesempatan ini untuk membangun kemampuan dan pengalaman yang nantinya dapat menjadi bekal dalam menghadapi dunia kerja yang semakin berkembang,” pesan Adriant.
Ia juga mengapresiasi dukungan PLN UPK Timor serta kerja sama SMKN 2 Kupang, para guru, instruktur dan seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan sertifikasi tersebut.
Menurutnya, kolaborasi antara sekolah, dunia usaha, dunia industri dan lembaga sertifikasi perlu terus diperkuat agar lulusan SMK benar-benar memiliki kompetensi yang dibutuhkan di lapangan.
Pelaksanaan sertifikasi tersebut turut diikuti jajaran pengurus pusat dan pengurus Provinsi NTT melalui sambungan Zoom.
Kegiatan ini juga kemudian dibuka secara resmi oleh Ketua Umum APEI, Burhanuddin Mokshen, yang turut bergabung melalui Zoom.
Pembukaan tersebut menandai dimulainya proses sertifikasi bagi para siswa SMKN 2 Kupang.
Bagi 30 siswa tersebut, sertifikasi bukan sekadar tahapan akhir dari proses pembelajaran di sekolah. Ini menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa keterampilan yang mereka pelajari di bangku pendidikan vokasi dapat diuji dan dipertanggungjawabkan melalui standar kompetensi.
Di tengah semakin berkembangnya kebutuhan terhadap tenaga terampil di sektor energi baru terbarukan, khususnya energi surya, bekal tersebut diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi lulusan SMKN 2 Kupang untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Sementara bagi PLN UPK Timor, dukungan melalui program TJSL tersebut memperluas makna manfaat yang diberikan perusahaan. Tidak hanya menghadirkan listrik bagi masyarakat, tetapi juga ikut membangun sumber daya manusia dan menyiapkan generasi muda NTT agar memiliki kompetensi menghadapi perkembangan energi masa depan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar