FPK NTT Hadir untuk Warga Terdampak Gempa di Riung, Bantuan Disalurkan ke 75 KK
- account_circle Mario
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com – Kepedulian terhadap warga yang terdampak gempa bumi Flores terus mengalir. Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali hadir membantu warga yang masih berjuang memulihkan kondisi pascagempa, kali ini di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada.
Bantuan tersebut menyasar warga di Kelurahan Benteng Tengah dan Desa Lengkosambi Utara, dua wilayah yang turut merasakan dampak cukup besar dari gempa bumi yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 lalu.
Melalui bantuan kemanusiaan ini, FPK NTT menyalurkan dukungan kepada 75 kepala keluarga (KK) yang terdampak. Sebanyak 64 KK menerima bantuan di Kelurahan Benteng Tengah pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sementara 11 KK lainnya di Desa Lengkosambi Utara menerima bantuan pada Minggu, 4 Oktober 2026.
Koordinator Lapangan FPK untuk bantuan kemanusiaan, Isidorus Lilijawa, menjelaskan FPK NTT menyiapkan dana sebesar Rp15 juta untuk membantu warga terdampak gempa di dua wilayah tersebut.
Dsna itu kemudian digunakan untuk pengadaan berbagai kebutuhan pokok yang dibagikan langsung kepada warga, antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, mi instan, dan telur ayam.
“Kami mengirimkan dana kepada tim lapangan di Riung untuk pengadaan sembako seperti beras, minyak goreng, gula pasir, sarimi, telur ayam. FPK juga memfasilitasi dengan menyiapkan totebag untuk 75 penerima bantuan, spanduk FPK dan baju kaos FPK yang dipakai tim lapangan saat pembagian bantuan,” ujar Isidorus.
Penyaluran bantuan di lapangan dikoordinasikan oleh Irenius Jawa bersama tim. Bantuan diserahkan secara langsung kepada warga di dua wilayah tersebut.
Di Kelurahan Benteng Tengah, sebanyak 64 KK menerima paket sembako pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Sehari kemudian, Minggu, 4 Oktober 2026, tim melanjutkan penyaluran bantuan kepada 11 KK di Desa Lengkosambi Utara.
Irenius mengatakan, bantuan tersebut sangat berarti bagi warga karena sebagian penerima merupakan keluarga yang memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah setelah gempa terjadi.
“Kami berterima kasih untuk kepedulian FPK Provinsi NTT. Terima kasih untuk sumbangsih dari paguyuban-paguyuban yang bergabung dalam FPK,” katanya.
Menurut Irenius, saat gempa terjadi, mayoritas kepala keluarga penerima bantuan memilih bertahan dan mengungsi secara mandiri di sekitar rumah masing-masing. Mereka tidak bergabung dengan posko pengungsian terpusat sehingga sebagian belum mendapatkan bantuan dari pihak lain.
“Karena itu, mereka kebanyakan belum mendapatkan bantuan dari pihak lain,” ujarnya.
Warga: Kami Ternyata Tidak Sendiri
Kepedulian FPK NTT juga mendapat apresiasi dari warga Desa Lengkosambi Utara. Salah satu penerima bantuan, Petrus Poso, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan FPK kepada warga yang masih berjuang memperbaiki kehidupan setelah gempa.
Petrus mengatakan, posisi wilayah tempat mereka tinggal cukup dekat dengan sumber gempa sehingga dampaknya dirasakan sangat kuat. Banyak rumah warga mengalami kerusakan dan masyarakat harus berjuang memenuhi kebutuhan secara mandiri.
“Kami ini tinggal di dekat sumber gempa saat itu. Kebanyakan rumah tinggal kami rusak. Kami selama ini berusaha berjuang sendiri,” kata Petrus.
Namun, kehadiran FPK NTT membuat warga merasa bahwa perjuangan mereka mendapat perhatian.
“Namun, kami ternyata tidak sendiri. Ada FPK yang mau memperhatikan kami dan berbagi bantuan untuk kami,” lanjutnya.
Petrus mengaku tidak memiliki sesuatu yang dapat diberikan sebagai balasan atas bantuan tersebut. Ia hanya bisa menyampaikan doa agar seluruh pengurus dan anggota FPK NTT senantiasa mendapat berkat dalam menjalankan berbagai kegiatan kemanusiaan.
“Kami tidak bisa balas kebaikan FPK dan pengurusnya. Kami hanya bisa berdoa, semoga Tuhan selalu memberkati semua usaha dan perjuangan FPK NTT,” ujarnya.
Menjangkau Warga yang Masih Berjuang
Gempa bumi yang terjadi pada 15 Agustus 2026 masih meninggalkan dampak bagi masyarakat di sejumlah wilayah Flores. Kecamatan Riung, khususnya Kelurahan Benteng Tengah dan Desa Lengkosambi Utara, menjadi salah satu wilayah yang merasakan dampak cukup besar karena lokasinya tidak terlalu jauh dari episentrum gempa di wilayah Mbay, Kabupaten Nagekeo.
Kerusakan rumah tinggal membuat sebagian warga harus mengungsi, baik ke posko pengungsian maupun mendirikan tenda secara mandiri di sekitar rumah.
Dalam kondisi tersebut, bantuan dari FPK NTT menjadi bentuk kepedulian untuk menjangkau warga yang masih membutuhkan dukungan, termasuk mereka yang tidak berada di posko pengungsian terpusat.
Sebelumnya, FPK Provinsi NTT juga telah menyalurkan donasi bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Manggarai. Bantuan yang kembali disalurkan di Riung menjadi bagian dari kepedulian FPK bersama paguyuban-paguyuban yang tergabung di dalamnya untuk membantu masyarakat terdampak bencana di NTT.
Bagi warga yang masih berjuang memulihkan rumah dan kehidupan mereka, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako. Kehadiran dan perhatian dari masyarakat di daerah lain menjadi pesan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit itu seorang diri.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar