Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Ketika Cangkul Menjadi Jalan Pulang Mbah Rudi O

Ketika Cangkul Menjadi Jalan Pulang Mbah Rudi O

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 2 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Matahari mungkin belum sepenuhnya condong ke ufuk barat ketika seorang lelaki paruh baya dengan pakaian sederhana berjalan menyusuri pematang.

Di pundaknya tersampir cangkul. Sebilah sabit berada rapi di dalam eklek. Langkahnya pelan, tetapi pasti, menuju sebidang sawah yang telah lama menjadi bagian dari kesehariannya.

Tak banyak yang menyangka, lelaki itu adalah seorang wakil rakyat.

Di gedung dewan, ia dikenal sebagai Rudi Hartoyo. Di tengah masyarakat, ia lebih akrab disapa Mbah Rudi O. Tiga periode menjadi wakil rakyat tak membuatnya merasa harus menjaga jarak dari lumpur, tanah basah, atau peluh yang membasahi tubuh.

Justru di antara tanah dan tanaman itulah, ia seperti menemukan jalan pulang.

Setelah urusan sebagai wakil rakyat ditunaikan, ia kembali menjadi dirinya sendiri. Menyusuri kebun, mencangkul tanah, menanam cabai, merawat tanaman hortikultura, atau sekadar berbincang dengan warga yang ditemuinya di tengah hamparan sawah.

Tidak ada panggung.

Tidak ada mikrofon.

Tidak ada tepuk tangan.

Hanya tanah, tanaman, dan suara alam yang menemani.

“Berkebun sudah menjadi rutinitas yang tidak bisa ditinggalkan,” tuturnya dengan senyum sederhana.

Bagi Mbah Rudi O, bertani bukan sekadar pekerjaan tambahan. Ia adalah kebiasaan yang tumbuh dari kecintaan. Sebuah cara untuk tetap dekat dengan kehidupan masyarakat sekaligus menjaga dapur keluarga tetap menyala.

Di tengah keadaan ekonomi yang belum mudah, ia percaya setiap jengkal tanah menyimpan kemungkinan rezeki.

Cabai yang ditanam hari ini, mungkin beberapa waktu kemudian bisa membantu memenuhi kebutuhan dapur. Tanaman yang dirawat dengan sabar, kelak bisa menjadi penghasilan. Sederhana memang. Tetapi dari kesederhanaan itulah ia menemukan makna.

“Dari berkebun dan turun ke sawah, insyaallah ada berkah tersendiri buat keluarga dan juga masyarakat sekitar yang mungkin membutuhkan hasil panenan,” katanya.

Ada keyakinan yang teduh dalam kalimat itu.

Bahwa rezeki tidak selalu datang melalui pintu yang besar. Kadang ia tumbuh kecil-kecil dari sebidang tanah. Dari benih yang ditanam. Dari keringat yang jatuh. Dari tangan yang tak malu menyentuh lumpur.

Tanah yang Tak Pernah Bertanya tentang Jabatan

Mungkin tanah adalah tempat paling jujur untuk belajar tentang kehidupan.

Ia tidak pernah bertanya siapa yang menginjaknya.

Tidak peduli apakah yang datang seorang pejabat, petani, buruh, atau siapa saja.

Tanah hanya akan memberikan hasil kepada mereka yang mau mengolahnya.

Begitu pula Mbah Rudi O memandang lahan.

Tak harus selalu milik sendiri.

Jika ada lahan milik warga yang belum dimanfaatkan, ia bersedia menggarapnya. Sistemnya bisa sewa, mager sari, ataupun bagi hasil, sesuai kesepakatan.

“Daripada lahan tidak dimanfaatkan, mending saya garap biar menghasilkan,” ujarnya.

Kalimat itu terdengar biasa. Namun di dalamnya ada cara pandang yang sederhana sekaligus dalam: sesuatu akan menjadi bernilai ketika mau diusahakan.

Lahan yang semula diam, diberi kehidupan.

Benih yang kecil, diberi kesempatan tumbuh.

Dan manusia yang sedang menghadapi kesulitan, diberi pelajaran bahwa masih ada jalan selama kemauan untuk berusaha belum padam.

“Obah Mamah, Nandur Ngunduh dan Dapur yang Harus Tetap Menyala”

Mbah Rudi O memiliki satu prinsip yang terus ia pegang: “Obah Mamah, Nandur Ngunduh.”

Obah mamah: setiap usaha atau tindakan yang dilakukan seseorang akan menghasilkan sesuatu. Nandur ngunduh: setiap perbuatan akan ada hasil atau akibat yang diterima, baik maupun buruk. Intinya: apa yang kita lakukan, itulah yang akan kita terima.

Menurutnya, orang yang mau bekerja akan memiliki jalan untuk mendapatkan penghasilan.

Prinsip itu terdengar sederhana, tetapi terasa semakin berarti ketika kehidupan sedang tidak mudah.

“Jangan gengsi. Yang penting dapur masih tetap ngebul,” katanya.

Barangkali itulah filosofi hidup yang paling dekat dengan keseharian.

Seseorang boleh memiliki jabatan. Boleh duduk di ruang rapat. Boleh mengenakan pakaian resmi. Tetapi ketika pulang ke rumah, kebutuhan keluarga tetap sama.

Nasi tetap harus ditanak.

Anak-anak tetap membutuhkan makan.

Dan kehidupan tetap meminta untuk dijalani.

Karena itu, bagi Mbah Rudi O, bekerja bukan persoalan gengsi.

Kerja adalah ikhtiar.

Kerja adalah bentuk tanggung jawab.

Dan kerja, selama dilakukan dengan cara yang halal, adalah bagian dari jalan manusia menjemput rezeki yang telah disediakan Tuhan.

Di Antara Keringat dan Doa
Ada sesuatu yang indah dari kehidupan seorang petani.

Ia menanam tanpa pernah benar-benar tahu seperti apa hasil akhirnya.

Benih ditanam hari ini, tetapi panen masih menjadi cerita di kemudian hari.

Di situlah kesabaran menemukan tempatnya.

Petani mengajarkan bahwa tidak semua hal bisa diperoleh dengan segera. Ada waktu untuk menanam. Ada waktu untuk merawat. Ada waktu untuk menunggu. Dan ketika tiba waktunya, manusia hanya bisa bersyukur atas apa yang diberikan Tuhan.

Mungkin karena itu pula Mbah Rudi O tidak pernah merasa rendah ketika harus kembali ke sawah.

Di sana, ia bukan sedang meninggalkan dunia politik.

Ia sedang menyapa kembali kehidupan yang sejak awal telah membesarkannya.

Ia sedang mengingatkan dirinya bahwa setinggi apa pun seseorang berada, tetap ada tanah yang menjadi tempat berpijak.

Dan sebanyak apa pun jabatan yang diemban, tetap ada kewajiban untuk bekerja, berikhtiar, dan memberi manfaat.

Menjelang sore, ketika matahari mulai melunak dan bayangan pepohonan memanjang di pematang, mungkin cangkul itu kembali disandarkan.

Peluh dibersihkan.

Tanaman ditengok sekali lagi.

Lalu langkah perlahan kembali menuju rumah.

Tidak ada yang istimewa dari pemandangan itu bagi sebagian orang.

Namun bagi Mbah Rudi O, setiap tetes keringat di tanah adalah bagian dari ikhtiar.

Setiap tanaman yang tumbuh adalah harapan.

Setiap panen adalah syukur.

Dan setiap langkah menuju sawah adalah pengingat bahwa rezeki tidak hanya dicari dengan kata-kata, tetapi juga dengan tangan yang mau bekerja.

Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang gengsi.

Bukan pula tentang seberapa tinggi seseorang duduk di sebuah jabatan.

Melainkan tentang kesediaan untuk terus bergerak, selama masih ada kesempatan untuk menanam kebaikan dan menjemput rezeki dengan cara yang diridai Tuhan.

Dari gedung dewan menuju lumpur sawah, Mbah Rudi O seperti sedang mengajarkan sebuah pesan sederhana: jangan pernah malu bekerja. Sebab bisa jadi, di tanah yang kita sentuh dengan tangan sendiri, Tuhan sedang menitipkan keberkahan yang tak pernah kita sangka.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbongkarnya Korupsi di Bank Magelang Rp 4Miliar, Walikota Magelang: Momentum Perketat SOP

    Terbongkarnya Korupsi di Bank Magelang Rp 4Miliar, Walikota Magelang: Momentum Perketat SOP

    • calendar_month Kamis, 25 Jun 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM –  Wali Kota Magelang Damar Prasetyono buka suara perihal skandal dugaan korupsi kredit fiktif di BPR Bank Magelang, perusahaan perbankan milik Pemerintah Kota Magelang. Perkara rasuah itu merugikan keuangan negara hingga Rp 4 miliar. Kepada Kompas.com, Damar mengaku belum mengetahui secara detail konstruksi kasus korupsi kredit fiktif di Bank Magelang. “Baru pagi tadi […]

  • Panitia AFF U-19 2026 Komitmen Lunasi Kewajiban Pajak Daerah ke Pemkab Deli Serdang

    Panitia AFF U-19 2026 Komitmen Lunasi Kewajiban Pajak Daerah ke Pemkab Deli Serdang

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 152
    • 0Komentar

     Medan – Panitia penyelenggara turnamen sepak bola internasional Piala AFF U-19 2026 menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan seluruh kewajiban administrasi perpajakan daerah kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang. Ketua Panitia Piala AFF U-19 2026, Andi Atmoko Panggabean, menyampaikan klarifikasi terkait informasi yang berkembang di ruang publik mengenai proses pelaporan dan penyetoran pajak dari penyelenggaraan turnamen tersebut. […]

  • Tercover Jaminan Sosial: 1.116 Nelayan Seluma Kini Melaut Lebih Tenang Berkat BPJS Ketenagakerjaan

    Tercover Jaminan Sosial: 1.116 Nelayan Seluma Kini Melaut Lebih Tenang Berkat BPJS Ketenagakerjaan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 447
    • 0Komentar

    SELUMA, jarrakpos.com – Sebanyak 1.116 nelayan di Kabupaten Seluma kini bisa melaut dengan lebih tenang setelah resmi tercover jaminan sosial ketenagakerjaan. Perlindungan ini diberikan melalui program Universal Coverage Jamsostek (UCJ) yang dikelola BPJS Ketenagakerjaan, hasil kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Seluma. Penyerahan simbolis dilakukan oleh Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bengkulu Ferama Putri kepada Bupati Seluma […]

  • Kavitha Nadjwa Aulia temui kesulitan ketika hadapi Dai Qin Yi  

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 618
    • 0Komentar

    Medan – Kavitha Nadjwa Aulia menemui kesulitan saat menghadapi tunggal putri asal China Dai Qin Yi di babak penyisihan wondr by BNI Indonesia Masters 2025 di GOR PBSI Sumut Jalan Pancing Medan, Selasa (22/10) Kavitha Nadjwa Aulia menang rubber set atas Dai Qin Yi (China)21-16/21-23/21-17. Kavitha Nadjwa Aulia pun bersyukur bisa memenangkan pertandingan hari ini, […]

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Peringati Hari Santri, Bupati Dian Siapkan Beasiswa dan Program untuk Pesantren by Redaksi  22 Oktober 2025 KUNINGAN – Suasana halaman Setda Kabupaten Kuningan tampak berbeda dari biasanya. Rabu (22/10/2025), ribuan peserta upacara Peringatan Hari Santri Nasional tampil khas dengan sarung dan peci, menghadirkan nuansa religius. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., yang bertindak sebagai […]

  • Rutan Dumai Jalin Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai Tingkatkan Kesehatan Warga Binaan

    Rutan Dumai Jalin Kerja Sama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai Tingkatkan Kesehatan Warga Binaan

    • calendar_month Kamis, 6 Nov 2025
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 327
    • 0Komentar

      Jarrakpos. Com Dumai – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Dumai menjalin kerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Dumai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS), pada Kamis (6/11). Kesepakatan ini menjadi upaya dalam peningkatan derajat kesehatan serta pencegahan penyakit menular dan tidak menular di lingkungan Rutan Dumai. Perjanjian ini mencakup tiga ruang lingkup utama. […]

expand_less