Nama Eno Smith Muduni Kembali Mengemuka, Rekam Jejak Birokrasi Masuk Radar JPTP Pacitan?
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 6 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Diskominfo Pacitan, Eno Smith Muduni (paling kanan).(doc).
Pacitan,JarrakPos.com-Setelah cukup lama tak muncul dalam sorotan pemberitaan, nama Eno Smith Muduni, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Pacitan, kembali mengemuka dalam percakapan seputar dinamika birokrasi dan peta pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP).
Bukan semata karena jabatan yang kini diembannya, Eno disebut memiliki modal pengalaman birokrasi dan rekam jejak lintas organisasi perangkat daerah (OPD) yang membuat namanya layak diperhitungkan dalam skema manajemen talenta aparatur sipil negara (ASN).
Seorang sumber internal Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan menyebut, Eno berpeluang masuk dalam radar promosi JPTP seiring penguatan sistem merit dan manajemen talenta dalam penataan karier ASN di lingkungan pemerintah daerah.
“Pak Eno ini pejabat senior. Beliau juga alumni sekolah kedinasan yang cukup prestisius. Sehingga tak heran jika masuk dalam bursa JPTP ke depan,” ujar sumber tersebut melalui sambungan telepon, Ahad (20/9).
Menurut sumber yang telah lama mengikuti perjalanan karier Eno, pengalaman menjadi salah satu modal yang membuat figur tersebut patut dipertimbangkan. Sepanjang perjalanan sebagai ASN, Eno disebut pernah menempati sejumlah posisi di beberapa OPD.
Kariernya antara lain bersinggungan dengan BPKAD—yang kini menjadi BKD—kemudian Dinas Pariwisata, hingga saat ini dipercaya sebagai Sekretaris Diskominfo Pacitan.
Lintasan penugasan tersebut dinilai memberikan pengalaman yang cukup beragam, sekaligus mempertemukan Eno dengan berbagai karakter persoalan pemerintahan.
“Kalau soal pengalaman dan rekam jejaknya, tak diragukan lagi. Eno sangat layak untuk dipertimbangkan mengisi kekosongan kursi JPTP,” katanya.
Berpeluang di Kesbangpol
Dalam perbincangan mengenai kemungkinan posisi yang sesuai dengan karakter dan pengalaman birokrasi Eno, salah satu jabatan yang disebut adalah Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol).
Sumber tersebut menilai, karakter kepemimpinan dan pengalaman lintas sektor yang dimiliki Eno dapat menjadi modal dalam menjalankan tugas yang membutuhkan kemampuan membangun komunikasi serta jejaring antarlembaga.
“Eno punya ketegasan dan bisa membangun jejaring lintas sektor,” tuturnya.
Meski demikian, wacana tersebut masih berada dalam ranah dinamika birokrasi. Penempatan pejabat pada jabatan pimpinan tinggi tetap harus berjalan melalui mekanisme dan ketentuan manajemen ASN yang berlaku, dengan mempertimbangkan kompetensi, kinerja, rekam jejak, serta kebutuhan organisasi.
Pada akhirnya, keputusan mengenai pengisian JPTP berada pada kewenangan pejabat pembina kepegawaian sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Di tengah tuntutan birokrasi yang semakin menempatkan meritokrasi dan manajemen talenta sebagai fondasi pengembangan karier ASN, nama Eno Smith Muduni kini kembali berada dalam radar. Apakah pengalaman panjangnya akan bermuara pada promosi ke jenjang JPTP, masih menjadi bagian dari dinamika pemerintahan Pacitan ke depan.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo




Saat ini belum ada komentar