Usman Husin Bersama BULOG NTT Salurkan Bantuan Pangan di Oesapa, Tegaskan Data Harus Tepat Sasaran
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mengingatkan pentingnya pembenahan data penerima bantuan agar program pemerintah benar-benar tepat sasaran.
Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB, Usman Husin, bersama Perum BULOG Kanwil NTT hadir dalam penyaluran bantuan pangan tahap kedua bagi masyarakat Oesapa pada Senin, 14 September 2026.
Dalam kesempatan itu, Usman menegaskan bahwa bantuan pemerintah harus diterima oleh mereka yang memang membutuhkan.
Di Kelurahan Oesapa tercatat 2.059 Penerima Bantuan Pangan (PBP) pada tahap kedua. Jumlah tersebut mengalami penurunan dibandingkan penyaluran sebelumnya yang mencapai 2.239 PBP, atau berkurang sebanyak 180 penerima.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, mengatakan penyaluran tersebut merupakan tahap kedua program bantuan pangan.
“Untuk Kecamatan Kelapa Lima, khususnya Kelurahan Oesapa, jumlah PBP pada tahap kedua sebanyak 2.059. Sebelumnya 2.239, sehingga ada pengurangan 180 PBP,” jelas Arrahim.
Ia berharap program bantuan pangan pemerintah dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat berharap dan mengucapkan terima kasih atas program ini. Bagi BULOG, ini merupakan tahap kedua. Mudah-mudahan program ini bisa membantu, bukan menyelesaikan seluruh masalah, tetapi setidaknya mengurangi permasalahan yang ada di masyarakat,” katanya.
Arrahim juga berharap penyaluran bantuan dapat berlangsung lancar sesuai waktu yang telah ditetapkan sehingga masyarakat dapat menerima hak mereka dengan baik.
Dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kota Kupang sekaligus Ketua DPC PKB Kota Kupang, Satario Julius Pandie, menyampaikan apresiasi terhadap program bantuan pangan pemerintah.
Ia menilai kehadiran bantuan tersebut sangat membantu masyarakat, khususnya di tengah kondisi ekonomi yang masih penuh tantangan.
“Beliau selalu hadir dan membantu masyarakat di tengah kesulitan. Kita berterima kasih kepada BULOG atas program ini dan juga melalui aspirasi Bapak Usman Husin, masyarakat di Oesapa masih bisa merasakan bantuan,” ujar Satario.
Namun, Satario juga mengingatkan penerima agar bantuan yang diterima benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga.
“Saya berharap ketika beras ini diterima, jangan sampai belum sampai rumah beras sudah singgah di kios,” katanya.
Satario mengaku lahir dan besar di Oesapa sehingga memahami karakteristik masyarakat di wilayah tersebut. Menurutnya, persoalan data menjadi salah satu hal yang harus terus diperhatikan agar bantuan pemerintah tidak salah sasaran.
“Menjadi PR adalah updating terkait data. Itu harus terus dilaksanakan sehingga bantuan yang diberikan pemerintah benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.
Sementara itu, Usman Husin menegaskan bahwa persoalan data penerima harus menjadi perhatian serius. Menurutnya, bantuan sosial tidak boleh hanya bergantung pada data lama, sementara kondisi masyarakat terus berubah.
“Harus tepat sasaran. Kalau ada yang belum terdata, data kembali, data,” tegas Usman.
Ia mendorong agar proses pendataan dilakukan secara berkala dengan melihat kondisi masyarakat secara nyata di lapangan. Dengan demikian, warga yang memang membutuhkan bantuan tidak kehilangan hak hanya karena persoalan administrasi atau data yang belum diperbarui.
Bagi Usman, data bukan sekadar angka di atas kertas. Data harus menggambarkan kondisi masyarakat sebenarnya.
Karena itu, ia mendorong pemerintah dan seluruh pihak terkait untuk terus melakukan pemutakhiran data sehingga bantuan pangan maupun program pemerintah lainnya dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Hal senada disampaikan Yacoba Ina Robaka, Ketua RT 27/RW 10 Kelurahan Oesapa. Ia berharap proses pendataan penerima bantuan dapat melibatkan pengurus RT secara langsung.
Menurutnya, RT merupakan pihak yang paling dekat dengan masyarakat sehingga lebih mengetahui kondisi warga di lingkungannya.
“Data turun dari Dinas Sosial. Kalau mau data turun sampai di RT, supaya lebih akurat dan lengkap,” ujarnya.
Menurut Ina, pelibatan RT dalam proses pendataan akan membantu pemerintah memastikan siapa saja warga yang masih layak menerima bantuan maupun warga yang kondisinya sudah berubah.
Penyaluran bantuan pangan di Oesapa akhirnya tidak hanya menjadi momentum pembagian beras. Di balik ribuan penerima dan perubahan jumlah PBP, muncul satu pesan yang sama dari masyarakat dan para pemangku kepentingan: data harus terus diperbarui agar bantuan negara benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi Usman Husin, memastikan bantuan tepat sasaran merupakan bagian dari perjuangan memperjuangkan kepentingan masyarakat dari tingkat bawah hingga ke pusat.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar