Sepi! Pelanggan Kuliner di Pasar Rejowinangun Makin Berkurang
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 4 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Aktivitas perdagangan di kawasan kuliner Pasar Rejowinangun, Kota Magelang, kian sepi. Pedagang mengaku mengalami penurunan pendapatan hingga sekitar 30 persen karena berkurangnya pelanggan dan kondisi ekonomi yang semakin sulit, Selasa, (1/9/2026).
Salah satu pedagang kuliner, Suyanto (47), mengatakan kondisi tersebut mulai terasa sejak pandemi Covid-19 dan terus berlanjut hingga saat ini.
“Kalau dibilang sekarang semakin menurun dan semakin sepi, pembeli yang datang hanya pelanggan tetap. Kalau dibandingkan sebelumnya, penurunannya sekitar 30 persen,” ujar Suyanto.
Selain daya beli masyarakat, Suyanto juga menyoroti penerapan zonasi pedagang yang dinilai belum optimal. Sejumlah pedagang di area sayur dan pakaian disebut turut menjual makanan dan minuman, meski Pasar Rejowinangun telah memiliki pembagian area berdasarkan jenis dagangan.
“Harapannya kalau memang sudah ada tempat untuk jualan makanan, ya yang jualan makanan di tempat makanan. Yang jualan baju ya di tempat baju, sesuai tempatnya,” katanya.
Sementara itu, staf Tata Usaha UPT Pasar Rejowinangun, Ratam (54), mengakui masih menemukan pedagang yang berjualan tidak sesuai zonasi. Pihaknya sejauh ini memberikan teguran dan mengingatkan pedagang untuk kembali menyesuaikan jenis dagangannya.
“Kalau mengetahui itu, kami peringatkan untuk menyesuaikan dengan zonasinya. Biasanya mereka izin awalnya jualan sayur, kemudian karena sepi berganti jualan makanan,” ujar Ratam.
UPT Pasar Rejowinangun akan terus berupaya menarik pengunjung melalui berbagai kegiatan sekaligus membuka kesempatan bagi pedagang baru.
Pedagang berharap penataan zonasi dapat diperkuat serta kembalinya minat pengujung pasar, agar kawasan kuliner kembali ramai dan aktivitas perdagangan meningkat.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar