Dari Pelosok Sumba ke Kampus di Gresik, Usman Husin Berangkatkan Puluhan Calon Mahasiswa dengan Beasiswa Penuh
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Harapan puluhan anak dari keluarga kurang mampu di pelosok Pulau Sumba untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi akhirnya terbuka. Sebanyak 44 calon mahasiswa dari empat kabupaten di Pulau Sumba akan diberangkatkan untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Sunan Gresik, Surabaya, melalui program beasiswa penuh yang diperjuangkan Anggota DPR RI, Usman Husin.
Ke-44 calon mahasiswa tersebut berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur. Mereka merupakan anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan akses untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Pendamping calon mahasiswa sekaligus relawan Usman Husin di Sumba, Alan Maguro, mengatakan keberangkatan puluhan calon mahasiswa tersebut dijadwalkan pada Jumat, 28 Agustus 2026. Mereka akan menempuh perjalanan laut dari Sumba menuju Surabaya dengan waktu perjalanan sekitar dua malam.
“Sekarang ada 44 orang yang siap berangkat tanggal 28 Agustus 2026. Kami menunggu kapal dari Kupang. Hari Jumat tanggal 28 langsung menuju Surabaya. Dari Sumba Timur perjalanan sekitar dua malam dan kalau tidak ada halangan tanggal 30 Agustus atau 1 September sudah masuk Surabaya,” ujar Alan, Rabu malam (27/8/2026).
Menurut Alan, 44 calon mahasiswa tersebut merupakan perwakilan dari empat kabupaten di Pulau Sumba. Mereka dipilih dari keluarga kurang mampu yang membutuhkan dukungan agar dapat mengakses pendidikan tinggi.
“Untuk 44 orang ini dari empat kabupaten di Pulau Sumba. Mereka berasal dari keluarga yang kurang mampu. Semua yang kita bantu ini memang orang yang tidak mampu, dari seluruh pelosok. Walaupun belum semua tersentuh di semua desa, kita lakukan secara bertahap, sehingga ada yang terwakilkan,” katanya.
Alan menilai langkah Usman Husin membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu mendapatkan pendidikan tinggi merupakan bentuk kepedulian yang sangat berarti bagi masyarakat Sumba.
Menurutnya, meskipun Usman tidak berada di komisi yang membidangi pendidikan, perjuangan tersebut menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan tidak harus dibatasi oleh bidang komisi.
“Walaupun Bapak Usman bukan dari komisi yang membidangi pendidikan, tetapi usaha dan perjuangannya untuk memperjuangkan anak-anak kurang mampu tetap bisa mendapatkan akses pendidikan yang layak, itu sangat luar biasa,” ungkap Alan.
Ia mengatakan, program tersebut memberikan harapan baru bagi orang tua yang selama ini kesulitan membiayai pendidikan anak mereka hingga perguruan tinggi.
Alan bahkan mengaku melihat langsung bagaimana orang tua dan calon mahasiswa terharu atas kesempatan yang diberikan.
“Kalau mengenai pendidikan ini, dengan adanya beliau, puji Tuhan, orang tua sangat terbantu. Anak-anak yang akan diberangkatkan ini sampai menangis dengan kebaikan Bapak Usman. Mereka mau kuliah melalui bantuan beasiswa dari beliau. Ini luar biasa. Tidak ada kata-kata lain yang mereka ucapkan, hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan beliau,” tuturnya.
Keberangkatan 44 calon mahasiswa ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di Pulau Sumba.
Melalui berbagai upaya dan koordinasi, Usman Husin mendorong agar anak-anak dari Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Sumba Tengah, dan Sumba Timur memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi di Gresik, Surabaya.
Bagi para calon mahasiswa tersebut, perjalanan menuju kampus bukan sekadar perjalanan meninggalkan kampung halaman. Ini menjadi langkah awal untuk mengejar pendidikan, memperbaiki masa depan keluarga, dan kelak kembali memberikan kontribusi bagi daerah asal mereka.
Alan berharap kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para calon mahasiswa.
“Selamat menempuh perkuliahan. Semoga sukses dan nantinya kembali mengabdi untuk Nusa dan bangsa,” katanya.
Ia menambahkan, program tersebut diharapkan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak anak-anak dari pelosok Sumba yang mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan tinggi.
“Kalau hari ini bicara tentang dukungan masyarakat Sumba kepada beliau, saya melihat responsnya sangat luar biasa. Tetapi yang paling penting bagi kami adalah anak-anak ini bisa sekolah, menyelesaikan pendidikan, kemudian kembali membangun Sumba,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar