Sinergi Penyaluran Pupuk Subsidi, Usman Husin Gelar Rapat Koordinasi Bersama Pupuk Indonesia, Distributor dan Pengecer
- account_circle Mario
- calendar_month 3 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Upaya memastikan pupuk bersubsidi benar-benar tersedia dan mudah diakses petani terus dilakukan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin.
Setelah meninjau langsung stok pupuk di Gudang Pusat Pangan (GPP) Tenau, Usman melanjutkan agenda dengan memfasilitasi Rapat Koordinasi Sinergi Penyaluran Pupuk Bersubsidi bersama PT Pupuk Indonesia (Persero), distributor, serta Pengecer Pupuk Tersubsidi (PPTS) dari Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten Belu, Kabupaten TTU, Kabupaten Malaka dan Kabupaten Rote di Hotel Harper Kupang, Jumat (17/7/2026).
Puluhan distributor, penyalur, dan pengecer tampak antusias mengikuti forum tersebut. Pertemuan berlangsung terbuka dengan memberi ruang kepada para pelaku distribusi menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lapangan, mulai dari kendala administrasi, sistem penebusan, distribusi antarpulau hingga kebutuhan penambahan gudang dan kios pupuk.
Usman mengatakan, pertemuan itu sengaja digelar sebagai bagian dari fungsi pengawasan Komisi IV DPR RI terhadap penyaluran pupuk bersubsidi. Menurutnya, persoalan pupuk merupakan isu yang sangat dekat dengan kehidupan petani sehingga seluruh pihak perlu duduk bersama mencari solusi.
“Kalau bicara pupuk, ini persoalan yang sangat kompleks. Saya sering masuk ke pelosok-pelosok dan mendengar langsung suara petani. Karena itu, melalui Panja Pupuk Bersubsidi, menjadi kewajiban saya mengawasi agar penyaluran pupuk tidak terjadi ketimpangan dan benar-benar tepat sasaran,” kata Usman.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil peninjauan di gudang PT Pupuk Indonesia, stok pupuk dalam kondisi aman. Namun, masih ada keluhan petani yang kesulitan memperoleh pupuk pada saat musim tanam.
“Yang saya lihat sebenarnya stoknya aman. Tetapi saya belum puas karena di lapangan masih ada petani yang mengeluh sulit mendapatkan pupuk. Hari ini kita menghadirkan distributor dan pengecer untuk mencari titik permasalahan sekaligus jalan keluarnya. Tujuan kita bukan mencari siapa yang salah atau siapa yang benar, tetapi bagaimana pupuk bisa sampai tepat waktu ke tangan petani,” ujarnya.
Usman berharap hasil koordinasi tersebut dapat memperkuat kolaborasi seluruh pihak sehingga distribusi pupuk ke depan semakin baik.
“Mudah-mudahan setelah pertemuan ini, saat musim tanam tiba pupuk sudah tersedia di tangan petani. Itu tujuan utama kita,” tegasnya.

Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero), Robby Setiabudi Madjid, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Usman Husin yang mempertemukan seluruh mata rantai distribusi pupuk dalam satu forum.
Menurutnya, PT Pupuk Indonesia berkomitmen menindaklanjuti setiap masukan yang disampaikan distributor maupun pengecer.
“Saya berterima kasih kepada para pengecer yang selama ini membantu kami menyalurkan pupuk bersubsidi kepada petani. Semua masukan hari ini menjadi pekerjaan rumah kami dan akan kami tindak lanjuti setelah kembali ke Jakarta,” katanya.
Robby menjelaskan, secara nasional alokasi pupuk bersubsidi bersifat dinamis sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing daerah.
“Barangnya kami siapkan. Alokasi kuota juga dinamis, bisa bergeser dari satu wilayah ke wilayah lain sesuai kebutuhan. Yang penting kebutuhan petani tetap bisa terpenuhi,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan produksi pupuk di NTT terus menunjukkan peningkatan. Hingga semester pertama 2026, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 50 ribu ton, mendekati capaian sepanjang tahun sebelumnya.
Sementara itu, Senior Vice President (SVP) Distribusi Pupuk Indonesia, Veronika Trisna Sukmawati, mengatakan pihaknya akan melakukan evaluasi terhadap kebutuhan infrastruktur distribusi di sejumlah daerah kepulauan, termasuk Kabupaten Rote Ndao.
Menurut Veronika, saat ini Pupuk Indonesia telah memiliki dua gudang di Rote Ndao. Namun, pihaknya tetap akan melakukan kajian apabila diperlukan penambahan kapasitas gudang maupun kuota pupuk.
“Kami akan melakukan survei dan kajian untuk melihat kebutuhan gudang tambahan. Untuk Rote, kuota pupuk juga akan terus kami sesuaikan agar kebutuhan urea maupun NPK dapat terpenuhi,” ujarnya.
Hal senada disampaikan CEO Regional 3 PT Pupuk Indonesia, Eko Suroso, yang membawahi tujuh provinsi, termasuk NTT. Ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam sistem distribusi, terutama di daerah kepulauan.
Menurut Eko, Pupuk Indonesia tengah memperkuat sistem distribusi dan teknologi informasi agar pelayanan kepada petani semakin baik.
“Kami akui masih ada beberapa hal yang perlu diperbaiki di internal, terutama penguatan data dan sistem saat puncak distribusi. Kami juga akan mendukung peningkatan jaringan agar pelayanan di kios semakin lancar. Distributor dan pengecer adalah bagian dari keluarga besar kami sehingga semua masukan akan menjadi bahan evaluasi,” katanya.
Dalam sesi dialog, sejumlah distributor dan pengecer turut menyampaikan pengalaman mereka di lapangan.
Salah satunya disampaikan Rony Nubatonis, pengecer pupuk bersubsidi yang mengaku pernah mengalami koreksi administrasi bernilai besar saat proses audit. Menurutnya, temuan tersebut lebih disebabkan kesalahan administrasi seperti pengisian tanggal maupun kelengkapan surat kuasa, bukan karena penyaluran pupuk fiktif.
“Kami berharap ada sosialisasi juknis yang lebih jelas. Kami memastikan pupuk disalurkan sesuai kuota kelompok tani, tetapi kesalahan administrasi membuat kami menerima koreksi dengan nilai yang cukup besar,” ungkapnya.
Keluhan lain datang dari pengecer di Rote Ndao yang mengaku distribusi pupuk kerap terkendala cuaca sehingga kapal tidak dapat berlayar sesuai jadwal. Kondisi tersebut membuat stok di kios cepat menipis dan sering menimbulkan kesalahpahaman dengan petani.
Menanggapi hal itu, Robby menegaskan PT Pupuk Indonesia akan mengevaluasi kebutuhan gudang, jumlah kios, hingga kapasitas stok penyangga di daerah kepulauan agar distribusi tidak terganggu ketika cuaca buruk.
Menutup rapat koordinasi tersebut, Usman kembali menegaskan bahwa forum tersebut merupakan langkah awal membangun sinergi seluruh pihak.
“Ini baru pertama kali saya memfasilitasi pertemuan seperti ini. Harapan saya, komunikasi seperti ini terus berlanjut sehingga setiap persoalan bisa segera dicarikan solusi. Yang terpenting adalah petani tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan pupuk saat musim tanam,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar