Usman Husin Tinjau Gudang Pupuk Indonesia di Kupang, Dorong Evaluasi Distribusi hingga Penambahan Kios
- account_circle Mario
- calendar_month 50 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, menilai distribusi pupuk bersubsidi di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih perlu dievaluasi agar lebih mudah dijangkau petani. Hal itu disampaikannya usai meninjau langsung stok pupuk di Gudang PT Pupuk Indonesia (Persero) di Gudang Pusat Pangan (GPP) Tenau, Jalan M. Praja, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Jumat (17/7/2026).
Dalam peninjauan yang didampingi Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero), Robby Setiabudi Madjid, Usman memastikan stok pupuk di gudang tersedia. Namun, ia mengaku masih menerima keluhan dari petani terkait sulitnya memperoleh pupuk di lapangan.
“Kalau kita lihat, stok pupuk tersedia. Yang ingin kita dalami sekarang adalah kondisi di lapangan. Sebentar kami akan bertemu dengan kios pupuk dan para pengecer untuk mengetahui apa yang menjadi kendala sehingga petani masih mengalami kesulitan mendapatkan pupuk, padahal stoknya ada,” kata Usman.
Menurutnya, hasil peninjauan menunjukkan ketersediaan pupuk di tingkat distributor dalam kondisi aman. Karena itu, ia menduga kendala yang terjadi lebih banyak berkaitan dengan proses administrasi maupun mekanisme penyaluran di tingkat kios atau pengecer.
“Saya hari ini langsung ke gudang pupuk bersama direktur untuk memastikan stoknya. Dari hasil pengecekan, pupuk tersedia. Kemungkinan ada hal-hal yang perlu dievaluasi di tingkat administrasi atau pelayanan di kios dan pengecer sehingga perlu dicari solusi bersama,” ujarnya.
Selain itu, Usman juga mengusulkan penambahan jumlah kios pupuk di sejumlah wilayah yang dinilai masih memiliki jangkauan pelayanan terlalu luas. Menurutnya, langkah tersebut dapat mempermudah akses petani sekaligus mengurangi biaya transportasi yang harus mereka keluarkan untuk memperoleh pupuk.
“Saya mengusulkan agar pelayanan kepada petani semakin didekatkan. Kalau jarak menuju kios terlalu jauh, tentu menjadi beban tambahan bagi petani. Karena itu, penambahan kios di daerah yang membutuhkan bisa menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan pelayanan,” katanya.
Sementara itu, Direktur Supply Chain PT Pupuk Indonesia (Persero), Robby Setiabudi Madjid, menjelaskan bahwa secara nasional saat ini terdapat lebih dari 26.600 kios atau titik serah pupuk. Jika dibandingkan dengan sekitar 80 ribu desa dan kelurahan, rata-rata satu kios melayani tiga desa.
Namun, menurut Robby, kondisi geografis NTT membuat pola pelayanan berbeda dengan daerah lain. Di beberapa wilayah bahkan terdapat satu kios yang melayani hingga 10 kecamatan.
“Ini menjadi bahan evaluasi kami. Kalau memang ada kebutuhan penambahan kios, tentu akan kami respons sesuai mekanisme yang berlaku. Saat ini di NTT terdapat enam distributor dan 154 kios pengecer resmi,” jelasnya.
Ia menambahkan, distribusi pupuk di NTT juga dipengaruhi karakteristik wilayah kepulauan dan kondisi cuaca. Karena itu, PT Pupuk Indonesia bekerja sama dengan ASDP, Pelindo, perusahaan transportasi laut, serta memperkuat kapasitas pergudangan agar stok pupuk tetap tersedia ketika pengiriman dari pabrik mengalami keterlambatan.
“Kami memperbanyak stok di gudang-gudang sebagai penyangga atau buffer. Dengan begitu, ketika cuaca menghambat proses pengiriman maupun pembongkaran, kebutuhan pupuk di daerah tetap dapat terlayani,” pungkas Robby.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar