DKPP Cirebon Gencarkan Gemarikan 2026: Dari Bazar Ikan hingga Pembayaran Digital QRIS
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 8 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pola makan bergizi, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon menggelar Bazar Perikanan sekaligus menggaungkan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) Tahun Anggaran 2026. Acara berlangsung meriah di halaman Kantor DKPP Kabupaten Cirebon, Rabu (15/7/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar ajang jual-beli, melainkan strategi komprehensif pemerintah daerah untuk mendongkrak angka konsumsi ikan lokal, memberdayakan UMKM perikanan, serta memperkenalkan kemudahan transaksi digital kepada pelaku usaha tradisional.
Ikan: Investasi Kecerdasan dan Kesehatan
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon, Sudiharjo, menekankan bahwa kampanye Gemarikan adalah investasi jangka panjang bagi kesehatan masyarakat. Ia menyoroti pentingnya protein hewani berkualitas tinggi dari ikan yang kaya akan Omega-3, vitamin, dan mineral esensial.
“Ikan bukan sekadar lauk pauk, tapi fondasi kecerdasan anak dan ketahanan tubuh keluarga. Konsumsi ikan rutin terbukti mendukung tumbuh kembang balita, menjaga kesehatan jantung, dan meningkatkan imunitas. Kami mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan ikan sebagai menu wajib harian,” ungkap Sudiharjo.
Menurutnya, Kabupaten Cirebon dikaruniai potensi kelautan dan perikanan yang melimpah. Namun, potensi ini harus diimbangi dengan peningkatan konsumsi internal agar nilai tambahnya benar-benar dirasakan oleh ekonomi lokal.
Pesta Kuliner dan Inovasi UMKM
Suasana bazar tampak ramai dikunjungi warga yang antusias mencicipi beragam olahan hasil laut. Tidak hanya ikan segar, puluhan stan yang diisi oleh Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) serta UMKM lokal memamerkan kreativitas mereka.
Pengunjung dapat menemukan berbagai produk inovatif seperti bakso ikan premium, abon ikan tanpa pengawet, kerupuk ikan renyah, sambal ikan khas Cirebon, hingga frozen seafood siap masak. Keberagaman produk ini menunjukkan bahwa sektor perikanan tidak lagi hanya bergantung pada penjualan bahan mentah, tetapi telah berkembang menjadi industri pengolahan bernilai ekonomi tinggi.
Transformasi Digital UMKM Perikanan
Salah satu poin menarik dalam bazar tahun ini adalah dorongan kuat terhadap adopsi teknologi. DKPP secara aktif mengedukasi para pelaku usaha untuk menggunakan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
Langkah ini diambil untuk mempercepat transformasi digital di sektor perikanan tradisional. Dengan menerima pembayaran digital, transaksi menjadi lebih cepat, transparan, dan memudahkan pencatatan keuangan usaha. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM Cirebon di era ekonomi digital.
“Kami ingin pelaku usaha perikanan kita melek teknologi. Penggunaan QRIS akan mempermudah pembeli dan membuka peluang pasar yang lebih luas,” tambah Sudiharjo.
Dampak Ekonomi dan Sosial
Melalui sinergi antara pemerintah, nelayan, pembudidaya, dan pengolah, Pemkab Cirebon optimis program ini akan memberikan dampak ganda: peningkatan kesejahteraan pelaku usaha dan perbaikan gizi masyarakat.
Masyarakat diajak untuk terus mencintai dan membeli produk perikanan lokal sebagai bentuk nyata dukungan terhadap nelayan dan pembudidaya di daerah sendiri. Dengan meningkatnya permintaan, diharapkan roda perekonomian di sektor perikanan Kabupaten Cirebon akan terus berputar lebih kencang, menciptakan SDM yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar