Distribusi Pupuk Bersubsidi di NTT Disorot, Usman Husin Bakal Pertemukan Direksi Pupuk Indonesia dengan Distributor, Pengecer dan Kios
- account_circle Mario
- calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Distribusi pupuk bersubsidi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi perhatian Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin. Menyikapi berbagai persoalan yang masih ditemui dalam penyaluran pupuk bersubsidi, Usman akan memfasilitasi pertemuan antara Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan distributor, pengecer, dan kios pupuk bersubsidi di wilayah Dapil NTT II.
Pertemuan yang direncanakan berlangsung dalam bulan ini merupakan tindak lanjut atas permintaan Usman agar jajaran Direksi Pupuk Indonesia turun langsung mendengar berbagai persoalan di lapangan.
Melalui forum tersebut, diharapkan seluruh mata rantai penyaluran pupuk dapat dievaluasi sehingga solusi yang dihasilkan benar-benar menjawab kendala yang dihadapi distributor maupun pengecer.
Usman, yang juga merupakan anggota Panitia Kerja (Panja) Pupuk Komisi IV DPR RI, mengatakan pertemuan itu bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan, melainkan menjadi ruang bersama untuk memperbaiki tata kelola distribusi pupuk bersubsidi di NTT.
“Saya meminta Direktur Pemasaran Pupuk Indonesia hadir di NTT dan bertemu langsung dengan distributor, pengecer, serta kios pupuk bersubsidi. Kita ingin mengetahui secara langsung apa saja persoalan di lapangan sehingga bisa segera dicarikan solusi bersama,” kata Usman, (10/7/2026).
Menurutnya, berbagai masukan yang diterima menunjukkan masih terdapat tantangan dalam proses penyaluran pupuk bersubsidi. Karena itu, komunikasi langsung antara Pupuk Indonesia dengan distributor dan pengecer dinilai penting agar setiap kendala dapat dipetakan dan ditindaklanjuti.
“Kita ingin mencari akar persoalannya. Kalau ada hambatan distribusi, kita benahi distribusinya. Kalau ada kendala di tingkat distributor, pengecer, maupun kios pupuk, kita cari jalan keluarnya bersama sehingga pelayanan kepada petani semakin baik,” ujarnya.
Selain menggelar pertemuan, Usman juga memastikan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah gudang pupuk di NTT. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stok pupuk tersedia sesuai kebutuhan sekaligus mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses distribusi.
“Kami juga akan turun langsung ke gudang-gudang pupuk di NTT. Pengawasan harus diperkuat agar tidak ada penyimpangan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Program ini menggunakan anggaran negara sehingga pelaksanaannya harus benar-benar sesuai ketentuan,” tegasnya.
Usman menambahkan, pengawasan juga akan difokuskan pada penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi di tingkat kios.
Menurutnya, distributor, pengecer, dan kios pupuk harus menjual pupuk sesuai ketentuan pemerintah agar tidak merugikan petani.
Sesuai ketentuan nasional, HET pupuk bersubsidi di tingkat kios adalah Rp90.000 per karung 50 kilogram untuk pupuk Urea, Rp92.000 per karung 50 kilogram untuk pupuk NPK Phonska, dan Rp25.600 per karung 40 kilogram untuk pupuk Organik.
Usman berharap pertemuan bersama Direksi Pemasaran PT Pupuk Indonesia menghasilkan langkah konkret untuk memperbaiki sistem distribusi pupuk bersubsidi di NTT.
Ia menegaskan, tujuan akhirnya adalah memastikan pupuk tersedia tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran, dan dijual sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah sehingga kebutuhan petani dapat terpenuhi dengan baik.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar