Bank NTT Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, Rote Ndao Jadi Pelopor Sistem Monitoring dan E-Retribusi Parkir
- account_circle Mario
- calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur Bank NTT kembali menunjukkan peran strategisnya sebagai salah satu penggerak utama transformasi digital di wilayah NTT. Melalui inovasi layanan keuangan berbasis teknologi, Bank NTT dinilai semakin konsisten menghadirkan solusi yang tidak hanya modern, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Langkah inovatif tersebut sekaligus mempertegas posisi Bank NTT sebagai mitra pemerintah daerah dalam membangun sistem tata kelola keuangan yang lebih efektif, efisien, dan berbasis data real-time. Kehadiran berbagai layanan digital yang terus dikembangkan juga menjadi bukti komitmen Bank NTT dalam memperkuat ekosistem keuangan daerah yang lebih terbuka dan terukur.
Selain itu, Bank NTT juga terus mendorong percepatan digitalisasi di sektor pelayanan publik, khususnya yang berkaitan dengan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pencegahan potensi kebocoran retribusi di lapangan.
Bank NTT bersama Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, resmi meluncurkan Dashboard Monitoring Rekening Pemda dan Aplikasi E-Retribusi Parkir.
Peluncuran berlangsung di Kantor Pusat Bank NTT, Kupang, Senin 15 Juni 2026, dan dihadiri langsung Bupati Rote Ndao Paulus Henuk. Turut hadir Direktur Teknologi Informasi dan Operasional Bank NTT Rahmat Saleh, Direktur Kredit Bank NTT Aloysius Geong, serta jajaran pejabat Bank NTT.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk menyebut, dua aplikasi rancangan Bank NTT itu menjadi instrumen penting dalam mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
“Kedua aplikasi sangat membantu kami dalam rangka melakukan transparansi publik, terkait dengan retribusi dan kami bisa melakukan monitoring melalui aplikasi yang ada,” kata Paulus Henuk kepada wartawan.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank NTT dan berharap inovasi tersebut dapat diadopsi oleh daerah lain di NTT.
“Rote Ndao adalah Kabupaten pertama yang launching. Saya berharap teman-teman di Kabupaten/Kota yang lain juga melakukan hal yang sama, sehingga proses pembangunan mulai dari perencanaan sampai dengan penggunaan anggaran itu, bisa dimonitor dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sistem ini sangat membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan PAD sekaligus menutup celah kebocoran retribusi.
“Bagaimana kami cegah jangan sampai ada kebocoran-kebocoran. Karena dengan e-retribusi parkir siapapun petugas parkirnya, kami bisa monitor setiap waktu, setiap saat, uang yang dipegang petugas parkir itu bisa dimonitor setiap saat. Saya kira ini sangat bermanfaat bagi kami pemda di NTT,” tegasnya.
Dari pihak Bank NTT, Direktur TI dan Operasional Rahmat Saleh menuturkan bahwa Rote Ndao menjadi daerah pertama yang mengimplementasikan Dashboard Monitoring dan E-Retribusi Parkir.
“Untuk Kabupaten/Kota yang lain, kita masih penjajakan. Kami berharap ke depan seluruh Kabupaten/Kota bisa menggunakan aplikasi monitoring dashboard ini, sehingga solusi digital dari Bank NTT dalam rangka untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, dan juga dalam rangka meningkatkan kepercayaan publik terutama transparansi anggaran, bisa diwujudkan melalui solusi digitalisasi dari Bank NTT,” ujar Rahmat.
Ia menambahkan, sistem ini merupakan bagian dari komitmen Bank NTT dalam mendukung peningkatan PAD sekaligus mengurangi potensi kebocoran dalam pengelolaan pendapatan daerah.
“Ini salah satu dukungan Bank NTT untuk meningkatkan PAD di daerah, serta mengurangi kebocoran-kebocoran yang tidak kita inginkan,” tutupnya.
Dengan hadirnya dashboard monitoring dan e-retribusi parkir ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao kini dapat memantau realisasi anggaran serta setoran retribusi secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data real-time.
Langkah ini sekaligus dinilai sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat dalam mendorong tata kelola keuangan daerah yang semakin digital, transparan, dan akuntabel. ***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar