Usman Husin Cup II Siap Guncang Rote Ndao, 500 Kuda dan UMKM Bersatu dalam Pesta Budaya Warisan Leluhur
- account_circle Mario
- calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com– Kabupaten Rote Ndao bersiap menyambut salah satu perhelatan budaya terbesar tahun ini. Tradisi Hus Kuda Usman Husin Cup II dijadwalkan berlangsung pada 2 Juli 2026, dengan target lebih dari 500 ekor kuda turut ambil bagian dalam pesta budaya yang telah menjadi kebanggaan masyarakat Pulau Rote.
Tidak sekadar menampilkan kemeriahan kuda berhias dan atraksi budaya yang memukau, event ini juga diharapkan menjadi motor penggerak pariwisata dan ekonomi masyarakat, termasuk memberi ruang lebih luas bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk berkembang.
Koordinator kegiatan, Eran Harbona Sipa, M.Si, mengatakan antusiasme masyarakat menjelang pelaksanaan event sangat tinggi. Hingga saat ini, sekitar 400 ekor kuda telah terdaftar dan jumlah peserta terus bertambah.
“Berdasarkan data sementara, sekitar 400 ekor kuda siap mengikuti Hus Kuda Usman Husin Cup II. Kami masih membuka kesempatan bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Eran, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa Hus Kuda masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Rote Ndao. Di tengah arus modernisasi, tradisi tersebut tetap hidup dan menjadi simbol kuat identitas budaya masyarakat Pulau Rote.
Tradisi Hus Kuda sendiri berakar dari pesta panen dan syukuran adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh leluhur. Dalam pelaksanaannya, kuda-kuda dihias dengan ornamen tradisional, sementara para penunggang mengenakan busana adat khas Rote lengkap dengan topi Ti’i Langga.
Keunikan itulah yang menjadikan Hus Kuda bukan sekadar perlombaan, melainkan atraksi budaya yang mampu menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah. Event ini kini berkembang menjadi magnet wisata budaya yang berpotensi menjadi ikon pariwisata unggulan Kabupaten Rote Ndao.
Selain menjaga warisan budaya, penyelenggaraan Hus Kuda juga diyakini memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kehadiran ribuan pengunjung diperkirakan akan meningkatkan aktivitas sektor perhotelan, transportasi, kuliner, hingga penjualan produk-produk lokal masyarakat.
Eran menjelaskan bahwa kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPR RI Dapil NTT II, Usman Husin, yang selama ini konsisten mendorong pelestarian budaya daerah sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Pak Usman Husin memiliki kepedulian nyata terhadap pelestarian budaya yang diwariskan para leluhur. Melalui kegiatan ini, beliau juga membuka ruang bagi pelaku UMKM lokal untuk memasarkan produk mereka sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga,” katanya.
Sebagai penggagas event, Usman Husin menegaskan bahwa budaya tidak boleh hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat masa kini.
“Budaya dan tradisi adalah akar yang menjaga kita tetap berdiri sebagai satu kesatuan masyarakat. Hus Kuda bukan hanya tentang lomba, tetapi tentang bagaimana kita merawat warisan leluhur, memperkuat kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi muda,” ujar Usman Husin.
Politisi PKB yang duduk di Komisi IV DPR RI itu juga menilai bahwa pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi rakyat. Karena itu, Hus Kuda Cup tidak hanya menjadi panggung budaya, tetapi juga wadah pemberdayaan UMKM dan promosi potensi wisata daerah.
“Kalau kita rawat dengan baik, tradisi ini bisa menjadi daya tarik besar yang memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.
Memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, Hus Kuda Usman Husin Cup semakin mengukuhkan diri sebagai salah satu event budaya paling bergengsi di Nusa Tenggara Timur. Piala bergilir kembali akan diperebutkan oleh peserta dari berbagai wilayah di Rote Ndao dalam suasana penuh sportivitas dan persaudaraan.
Dengan persiapan yang hampir final dan dukungan masyarakat yang terus mengalir, Hus Kuda Usman Husin Cup II diproyeksikan menjadi perayaan budaya spektakuler yang mempertemukan tradisi, pariwisata, UMKM, dan ekonomi rakyat dalam satu panggung besar.
Pada 2 Juli 2026 mendatang, mata publik dipastikan tertuju ke Rote Ndao. Derap ratusan kuda berhias, semarak budaya, dan geliat UMKM lokal akan menjadi bukti bahwa warisan leluhur bukan hanya tetap hidup, tetapi juga mampu menjadi kekuatan untuk membangun masa depan masyarakat.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar