Hadir Dalam Acara HUT ke-10 MSP, Ketua DPRD Sophi Zulfiah Komitmen Dukung Kesejahteraan Petani
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON,JARRAKPOS.COM— Hadir dalam acara HUT MSP ke 10, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Cirebon, Dr. Sophi Zulfia, SH,M.H menyampaikan komitmennya dalam mendukung peningkatan kesejahteraan petani di Kabupaten Cirebon. Hal tersebut disampaikan Sophi saat menghadiri sekaligus mengawal pelaksanaan peringatan hari ulang tahun (HUT) ke-10 komunitas Mari Sejahterakan Petani (MSP) di Desa Sukadana, Kecamatan Pabuaran, pada Sabtu (25/4/2026).
Acara dihadiri oleh Ketua Umum DPP MSP Indonesia periode 2021–2026 Bambang Mujiarto, Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman, anggota DPRD Kabupaten Cirebon, perwakilan dinas terkait, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Pabuaran.
Kehadiran Ketua DPRD dalam kegiatan tersebut menjadi representasi dukungan institusional terhadap petani lokal. Di tengah tekanan perubahan iklim dan tantangan lainnya, komitmen ini diharapkan dapat terwujud melalui kebijakan yang lebih konkret dan berkelanjutan.
Dalam sambutan tersebut, Sophi menyoroti pentingnya sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Kontribusi sektor ini terhadap produk domestik bruto (PDB) dinilai menjadi alasan kuat bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat keberpihakan terhadap petani.
Sophi mengungkapkan bahwa DPRD Kabupaten Cirebon telah mengambil langkah konkret melalui pembenahan regulasi, salah satunya dengan mendorong pemanfaatan 214 hektare lahan pertanian yang dapat disewakan langsung kepada petani penggarap.
Kebijakan tersebut dinilai sebagai upaya strategis untuk memangkas biaya produksi sekaligus memperluas akses petani terhadap lahan garapan.
“Tujuan yang kami capai tidak lain agar para petani di Kabupaten Cirebon bisa menggarap lahan dan memproduksi hasil pertanian dengan biaya yang lebih efisien,” tuturnya.
Pernyataan tersebut sebagai dorongan DPRD agar sistem distribusi lahan menjadi lebih adil dan tidak ada monopoli, sehingga petani tidak lagi terbebani oleh rantai perantara yang berpotensi meningkatkan biaya produksi.
Ia juga menyoroti berbagai tantangan yang masih dihadapi oleh para petani salah satunya adalah persoalan pupuk, dampak perubahan iklim terhadap kondisi cuaca, hingga keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi pertanian.
Menurut Sophi, kompleksitas persoalan ini memerlukan penanganan lintas sektor yang terintegrasi.
Oleh karena itu, ia mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan komunitas petani untuk bersama-sama menghadapi tantangan tersebut.
Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketahanan sektor pertanian di tingkat lokal.
Selain itu, ia menilai kehadiran MSP memiliki peran penting sebagai wadah aspirasi petani.
Organisasi ini dinilai mampu menjembatani kebutuhan petani dengan para pemangku kebijakan, sekaligus menjadi ruang konsolidasi dalam merumuskan solusi atas berbagai persoalan di lapangan.
“Kami ingin ke depan ada secercah harapan bagi para petani agar bisa sejahtera dan mendapatkan keadilan ekonomi,” kata Sophi.
Pernyataan ini menegaskan harapan adanya perbaikan struktural dalam sistem pertanian, sehingga petani tidak hanya menjadi pelaku produksi, tetapi juga memperoleh nilai ekonomi yang lebih adil.
Pada momentum satu dekade MSP, Sophi berharap organisasi tersebut terus konsisten dalam mengadvokasi kepentingan para petani serta memperkuat perannya dalam mendorong kesejahteraan di tingkat akar rumput.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar