Operasi Pencarian Dua Korban yang Hilang saat Banjir Lahar Gunung Merapi Ditutup
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Operasi pencarian dua korban yang hilang saat banjir lahar gunung Merapi di Sungai Senowo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, resmi ditutup pada Senin (9/3/2026).
Kedua korban, Maryani dan Hasyim, tidak ditemukan hingga hari ketujuh masa pencarian oleh tim penyelamat. “Operasi (pencarian) ditutup,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Borobudur, Arif Yulianto.
Arif menjelaskan, operasi pencarian tidak diperpanjang karena sejumlah kendala yang dihadapi tim di lapangan.
Selain itu, pihak keluarga kedua korban disebut telah mengikhlaskan kepergian mereka. “Kami sudah melakukan mediasi dengan pihak keluarga,” ungkapnya.
Penutupan operasi pencarian ditandai dengan pelaksanaan salat gaib dan penaburan bunga di lokasi tempat para korban terseret arus banjir lahar hujan.
Meski operasi resmi telah dihentikan, Arif menyebut para penambang di aliran Sungai Senowo masih akan melakukan pencarian secara mandiri. “Basarnas juga tetap melakukan pemantauan,” katanya.
Hingga kini tercatat tiga pekerja tambang bahan galian C meninggal dunia setelah terseret arus banjir pada Selasa (3/3/2026).
Ketiga korban tersebut adalah Imam Setiawan asal Kota Semarang, Arif Fuad Hasan dari Kecamatan Srumbung, serta Heru Setiawan dari Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang.
Arif mengungkapkan, proses pencarian selama sepekan terakhir menghadapi berbagai kendala, mulai dari tebalnya material pasir akibat banjir lahar, cuaca yang tidak menentu, hingga luasnya area pencarian.
Ketebalan material pasir di lokasi pencarian diperkirakan mencapai sekitar 3 hingga 10 meter. Timbunan pasir tersebut bahkan sempat membuat satu unit ekskavator tertimbun.
“Alat berat hanya kelihatan boom-nya,” ujarnya, merujuk pada bagian lengan besar di bagian depan ekskavator.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar