Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Riau » Polda Riau Berhasil Bekuk 15 Tersangka Jaringan Perburuan Gajah Sumatera

Polda Riau Berhasil Bekuk 15 Tersangka Jaringan Perburuan Gajah Sumatera

  • account_circle Diana Ningsih
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jarrakpos.com Riau Pekanbaru-Kematian seekor gajah Sumatera yang ditemukan dalam kondisi membusuk dengan kepala terpisah dan gading hilang di Blok C99 kawasan konsesi PT RAPP, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, pada 2 Februari 2026, menjadi titik awal terbongkarnya jaringan perburuan satwa liar terorganisir lintas provinsi.

Dalam pengungkapan perkara ini, aparat kepolisian menetapkan 15 orang sebagai tersangka, sementara 3 lainnya masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

Menyikapi capaian tersebut, Polda Riau menggelar jumpa pers di Mapolda Riau guna memaparkan secara detail pengungkapan tindak pidana perburuan Gajah Sumatera yang dilindungi.

Hadir dalam jumpa pers tersebut, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, Wamen Lingkungan Hidup Diaz Hendropritono, Anggota Komisi III DPR RI Muhammad Rahul, Plt. Gubernur Riau SF Hariyanto, Penyidik Utama Bareskrim Polri Irjen Zulkarnaen, Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Isir, Pangdam Tuanku Tambusai Mayjen Agus Hadi Waluyo, dan Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan beserta jajaran PJU Polda Riau dan Polres Pelalawan.

Selain itu, hadir pula Kepala BBKSDA Riau Supartono, perwakilan LAM Riau, Aktivis lingkungan dan perlindungan satwa Davina Veronica dan Rahel Yosi Ritonga.

⸻

*Kadiv Humas Polri: Scientific Crime Investigation*

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Isir, menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan berbasis pembuktian ilmiah.

“Setelah bangkai gajah ditemukan pada 2 Februari 2026, tim gabungan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara. Pada 4 Februari dilakukan nekropsi oleh dokter hewan BBKSDA Wilayah Riau dan ditemukan serpihan tembaga di tengkorak kepala yang menguatkan kematian akibat luka tembak,” ujarnya dalam jumpa pers di Mapolda Riau, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, penyidikan dilakukan menggunakan metode Scientific Crime Investigation yang menggabungkan hasil olah TKP, analisis balistik, analisis digital forensik, analisis GPS collar, serta pemetaan jaringan pelaku.

“Ini bukan penanganan biasa. Kami memastikan konstruksi perkara kuat secara hukum dan berbasis bukti ilmiah,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, kasus ini menegaskan bahwa kejahatan terhadap satwa dilindungi bukan lagi persoalan sporadis. Ia telah menjadi jaringan dengan struktur, pembagian peran, dan jalur distribusi yang sistematis.

“Dengan 15 tersangka yang telah diamankan dan 3 DPO yang masih diburu, negara menegaskan komitmennya untuk hadir, menindak, dan menjaga keanekaragaman hayati Indonesia dari praktik ilegal yang merusak masa depan,” jelasnya.

⸻

*Menteri Kehutanan: Hukumannya Tidak Ringan, Negara Hadir*

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, menyampaikan duka mendalam atas kematian gajah Sumatera tersebut dan menegaskan bahwa praktik brutal perburuan satwa dilindungi tidak boleh lagi terjadi.

“Kami kembali berduka atas kematian gajah liar Sumatera. Praktik brutal dan ilegal ini sangat disayangkan masih terjadi,” ujarnya.

Ia menyebut sejak kejadian tersebut pihaknya langsung berkoordinasi dengan Balai KSDA Riau serta Kapolda Riau untuk memastikan pelaku ditangkap dan diproses hukum.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama yang erat antara jajaran Kepolisian, Polisi Kehutanan, dan Balai KSDA Riau, telah ditetapkan 15 tersangka dan tiga masih dalam pengejaran. Negara hadir untuk satwa liar kita,” tegasnya.

Raja Juli Antoni juga mengingatkan bahwa ancaman pidana terhadap pelaku kejahatan satwa dilindungi tidak ringan.

“Kalau kita baca undang-undang kehutanan maupun ketentuan dalam KUHP, hukumannya bisa sampai 15 tahun penjara. Ini harus menjadi peringatan keras agar tidak ada lagi yang bermain-main dengan eksistensi satwa liar kita,” katanya.

Ia turut menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan jajaran Polda Riau atas profesionalisme dalam mengungkap perkara tersebut.

Selain apresiasi, Menhut Raja Juli juga memberikan penghargaan secara khusus kepada Direskrimsus Kombes Ade Kuncoro, Direskrimum Kombes Hasyim Risahondua, dan Kapolres Pelalawan AKBP John Letedara beserta jajaran yang terlibat dalam pengungkapan kasus tersebut.

⸻

*Kapolda Riau: Ini Pola, Bukan Insiden Tunggal*

Kapolda Riau, Herry Heryawan, menyebut peristiwa ini sebagai peringatan serius bagi semua pihak.

“Gajah Sumatera bukan sekadar satwa liar. Ia penjaga ekosistem. Ketika ia dibunuh demi keuntungan ekonomi sesaat, maka yang rusak bukan hanya satu individu, tetapi keseimbangan alam,” ujarnya.

Dari hasil penyidikan, terungkap bahwa sejak 2024 hingga 2026 terdapat sembilan lokasi kejadian perburuan gajah di wilayah Ukui dan sekitarnya.

“Artinya ini pola yang harus dihentikan secara sistematis. Karena itu kami memperkuat patroli terpadu dan patroli sapu jerat di kawasan rawan,” tegas Kapolda.

Ia juga memberikan apresiasi kepada tim gabungan Ditreskrimsus, Ditreskrimum, Bidlabfor, dan Satreskrim Polres Pelalawan yang bekerja secara terpadu hingga jaringan ini berhasil diungkap.

“Ditreskrimsus membongkar jaringan, Ditreskrimum mengembangkan peran dan pergerakan pelaku, Bidlabfor membuktikan secara ilmiah, dan Satreskrim Polres Pelalawan mengawal sejak awal di lapangan,” ujarnya.

“Hutan Riau harus kita jaga. Satwa dilindungi harus kita lindungi dan hukum harus ditegakkan tanpa kompromi,” imbuhnya.

⸻

*Dirreskrimsus: Rantai Perdagangan Tersusun Rapi*

Dirreskrimsus Polda Riau, Ade Kuncoro, memaparkan konstruksi perkara secara rinci.

Ia menjelaskan bahwa penembakan terjadi pada 25 Januari 2026 sekitar pukul 15.00 WIB. AN yang kini berstatus DPO menembak gajah sebanyak dua kali di bagian kepala. Selanjutnya RA bersama AN memotong sebagian kepala gajah menggunakan kapak dan pisau untuk mengambil gading.

Gading seberat sekitar 7,6 kilogram kemudian dijual oleh RA kepada FA seharga Rp30 juta. FA memotong gading menjadi empat bagian sebelum dikirim ke HY di Sumatera Barat dengan nilai transaksi Rp76 juta.

Dari sana, distribusi bergerak cepat. Pada 29 Januari 2026, gading ditawarkan dan dikirim melalui kargo udara ke Jakarta, lalu diteruskan ke Surabaya menggunakan jasa kargo kereta.

Tanggal 1 Februari 2026, paket diterima di Surabaya dan diperiksa sebelum kembali dikirim ke Jakarta dengan nilai transaksi Rp117.645.000.

Perjalanan berlanjut ke Kudus dan Sukoharjo di Jawa Tengah dengan nilai transaksi meningkat hingga Rp125.235.000.

Sebagian gading kemudian diserahkan kepada RB yang kini DPO untuk diolah menjadi pipa rokok dan diperjualbelikan kembali.

“Rantai pergerakan dari hutan Pelalawan hingga berubah menjadi produk jadi berlangsung kurang dari dua minggu. Ini menunjukkan struktur jaringan yang rapi, mulai dari eksekutor lapangan, pemodal, perantara, kurir, hingga penadah dan pengolah,” jelas Ade.

Dalam pengungkapan ini, penyidik menyita dua pucuk senjata api rakitan, 798 butir amunisi berbagai kaliber, 63 pipa rokok berbahan gading, 140 kilogram sisik trenggiling, 12 taring harimau, serta berbagai perlengkapan perburuan dan dokumen pengiriman.

Para tersangka dijerat Pasal 40A ayat (1) huruf d dan huruf f UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang KSDAE dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara dan denda hingga Rp5 miliar, serta ketentuan pidana lainnya dalam KUHP.

“Kami pastikan pengembangan perkara terus berjalan, termasuk pengejaran terhadap tiga DPO,” tutupnya.

Editor:Diana
Humas Polres Dumai

  • Penulis: Diana Ningsih

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sat Resnarkoba Polres Dumai Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Kampung Tangguh Anti Narkoba

    Sat Resnarkoba Polres Dumai Gelar Operasi Pasar Pangan Murah di Kampung Tangguh Anti Narkoba

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 48
    • 0Komentar

        DUMAI,Jarrakpos.com– Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Dumai menggelar Operasi Pasar Pangan Murah bagi masyarakat di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Datuk Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, Kamis (3/9/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di kawasan Kampung Tangguh Anti Narkoba Polres Dumai tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Program Penyaluran Bantuan Pangan Beras serta Stabilisasi Pasokan dan Harga […]

  • Idul Adha di Masjid Darul Hijrah Kolhua, Semangat Berbagi dan Keikhlasan Terus Menggema

    Idul Adha di Masjid Darul Hijrah Kolhua, Semangat Berbagi dan Keikhlasan Terus Menggema

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 147
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Suasana penuh kebersamaan dan semangat berbagi menyelimuti pelaksanaan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H / 2026 M di Masjid Darul Hijrah Kolhua, Kota Kupang. Momentum suci ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. Sejak pagi hari, jamaah dan panitia tampak bergotong royong […]

  • Polresta Cirebon Larang Nobar dan Konvoi Suporter Jelang Pertandingan Persija vs Persib

    Polresta Cirebon Larang Nobar dan Konvoi Suporter Jelang Pertandingan Persija vs Persib

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Hadi Supangat
    • visibility 178
    • 0Komentar

    CIREBON, JARRAKPOS.COM – Jelang laga klasik antara Persija Jakarta kontra Persib Bandung, jajaran Polresta Cirebon mengambil langkah tegas dengan melarang segala bentuk kegiatan nonton bareng (nobar) hingga konvoi suporter di wilayah Kabupaten Cirebon. Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Kapolresta Cirebon, Imara Utama, sebagai upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif. Ia menegaskan, […]

  • Refleksi Hari Kebangkitan Nasional: Menumbuhkan Demokrasi Hijau di Kalangan Generasi Muda

    Refleksi Hari Kebangkitan Nasional: Menumbuhkan Demokrasi Hijau di Kalangan Generasi Muda

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Oleh : Damasus lodolaleng ,S.Pd.,M.Pd NTT, Jarrakpos.com- Demokrasi tidak lagi dapat dipahami hanya sebagai proses memilih pemimpin setiap lima tahun sekali. Di tengah krisis lingkungan, perubahan iklim, kerusakan hutan, persoalan sampah, serta eksploitasi sumber daya alam yang semakin meningkat, demokrasi harus mampu menghadirkan kesadaran baru tentang pentingnya menjaga keberlanjutan kehidupan manusia dan alam. Dalam konteks […]

  • Peredaran Miras di THM Batam Disorot, BP Batam Diminta Transparan Soal SIUP-MB

    Peredaran Miras di THM Batam Disorot, BP Batam Diminta Transparan Soal SIUP-MB

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 72
    • 0Komentar

    BATAM, jarrakpos.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam sebagai instansi yang memiliki kewenangan untuk menerbitkan  Surat Izin Usaha Penerbitan Minuman Beralkohol (SIUP -MB ) baik impor maupun ekspor dipandang perlu transparan membuka data perusahaan mana saja yang memiliki izin SIUP-MB, NIB perusahaan dan KBLI sesuai kegiatan perusahaan, izin/sertifikat standar usaha pariwisata atau hiburan karena masyarakat berhak mengetahuinya. […]

  • Siapkan Generasi Rimbawan Baru, Badan P2SDM Dorong Lulusan SMK Kehutanan Perkuat Polisi Kehutanan

    Siapkan Generasi Rimbawan Baru, Badan P2SDM Dorong Lulusan SMK Kehutanan Perkuat Polisi Kehutanan

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 77
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Upaya Kementerian Kehutanan mengejar target 25.000 personel Polisi Kehutanan (Polhut) mendapat sorotan baru dari jalur pendidikan vokasi. Dalam audiensi bersama Ikatan Alumni Sekolah Kehutanan Menengah Atas (IKA SKMA) Kupang, Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BP2SDM) Kementerian Kehutanan, Drh. Indra Exploitasia, M.Si., menegaskan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kehutanan […]

expand_less