Menghadapi Musim Penghujan, Ini 16 Tips Lengkap Mitigasi Banjir dari BPBD Kabupaten Cirebon
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Rabu, 19 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM I Bencana banjir seringkali terjadi di musim penghujan dalam mengantisipasi terjadinya bencana yang sulit diprediksi, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui BPBD Kabupaten Cirebon kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Cirebon, Ikin Asikin, menegaskan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting untuk menekan risiko korban bencana banjir.
“Masyarakat perlu memahami apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah banjir, dari upaya yang sederhana bisa menyelamatkan nyawa,” ujar Ikin.
BPBD mengimbau warga untuk melakukan delapan langkah pencegahan sejak dini. Beberapa tindakan penting antara lain:
1. Menguras dan menutup sarang nyamuk untuk menghindari penyakit DBD.
2. Membuat sumur resapan sebagai upaya menahan limpasan air hujan.
3. Menyediakan karung pasir untuk penghambat air saat intensitas hujan meningkat.
4. Meninggikan rumah atau membuat tanggul sederhana bagi warga di wilayah rawan.
5. Membersihkan sampah di selokan dan sungai agar aliran air tidak tersumbat.
6. Mengamankan peralatan elektronik dari kemungkinan terendam air.
7. Menyediakan bak penyimpanan air bersih.
8. Menyiapkan jas hujan dan payung untuk aktivitas luar ruangan.
Menurut Ikin, tindakan-tindakan tersebut mampu mengurangi potensi kerugian saat puncak hujan datang. “Pencegahan adalah langkah paling murah dan paling mudah,” tegasnya.
Delapan tips saat Banjir mulai mengancam keselamatan warga:
1. Warga Diminta Tetap Tenang dan Patuh Instruksi Petugas
2. Ketika air mulai naik, warga diminta fokus pada keselamatan:
3. Matikan seluruh peralatan listrik untuk menghindari korsleting.
4. Amankan barang elektronik dan barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
5. Menampung air bersih sebelum aliran air terganggu.
6. Memeriksa kebocoran rumah agar tidak menjadi jalur masuk air.
7. Memastikan sumur resapan berfungsi dengan baik.
8. Mengikuti seluruh instruksi dari petugas BPBD atau aparat desa.
Ikin menekankan bahwa kepatuhan warga dapat mempercepat proses evakuasi jika dibutuhkan.
“Petugas di lapangan bekerja sesuai prosedur, ikuti arahan demi keselamatan bersama,” katanya.
Setelah Banjir Surut masyarakat harus bisa memastikan lingkungan bersih, aman dan Sehat. Karena menurut Ikin, usai banjir, masalah tidak berhenti begitu saja. Penyakit pascabanjir seperti leptospirosis, gatal-gatal, dan diare kerap muncul jika kebersihan tidak diperhatikan.
Untuk itu BPBD berharap masyarakat untuk secara bersama-sama memberantas sarang nyamuk agar tidak terjadi peningkatan kasus DBD. Dan masyarakat harus menyiapkan kaporit untuk mengantisipasi barangkali sumurnya terkontaminasi air banjir yang membawa penyakit.
Dan untuk sementara warga diharapkan mengonsumsi air minum dalam kemasan atau merebus air hingga benar-benar mendidih.
Jangan lupa memeriksa kembali instalasi listrik dan gas sebelum dipasang dan sebelum di nyalakan, agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan.
Menggunakan sepatu karet atau sepatu bud dan sarung tangan saat membersihkan rumah agar tidak terjangkit gatal-gatal.
Masyarakat juga di himbau untuk mewaspadai tanda-tanda penyakit yang biasanya menjangkit pascabanjir.
Jika terjadi kondisi Gawat Darurat, masyarakat di himbau untuk segera menghubungi Call Centre 112
Ia juga mengingatkan kepada masyarakat agar menghubungi 112 (bebas pulsa) untuk mendapatkan penanganan cepat ketika menghadapi keadaan darurat.
“Jangan ragu menghubungi 112. Layanan ini tersedia 24 jam untuk membantu masyarakat,” pungkasnya.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar