Legislator Muda Hj. Selly Adakan Acara NGOPI Kurikulum Berbasis Cinta.
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM I Legislator muda asal PDIP dari anggota Komisi VIII DPR-RI menyelenggarakan acara yang dikemas apik dengan tema “ngobrol bareng pendidikan Islam” (NGOPI).
Ngopi bareng bersama Wong Cilik membahas tentang kurikulum pendidikan Islam berbasis Cinta yang dihadiri oleh ratusan orang yang di gelar di Gedung olahraga (GOR) Kecamatan Asjap, Kabupaten Cirebon, Minggu 16/11/2925.
Salah satu tugas Komisi VIII adalah membidangi bidang Pendidikan Agama, Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
Tujuan dari pendidikan di Indonesia yang salah satunya adalah untuk mencerdaskan kehidupan Bangsa agar menghasilkan anak yang berdaya saing, berpikir kreatif, inovatif, dan berguna bagi Bangsa dan Negara.
Dalam kesempatan tersebut Selly mengatakan, pendidikan ada yang di kelola oleh Kementrian Pendidikan Dasar Menengah (Kemendikbudasmen) dan Kementrian Agama (Kemenag) keduanya memiliki tujuan yang sama yaitu mencerdaskan kehidupan Bangsa, namun dari keduanya memiliki perbedaan dari sisi keilmuan dan spiritualitas.
Ia menegaskan, Kemendikbudasmen saat ini menangani jenjang pendidikan Sekolah seperti sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas atau yang di sebut sekolah umum. Sedangkan di Kementrian agama menangani jenjang pendidikan sekolah Madrasah seperti Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), dan Madrasah Aliyah (MA) atau sering disebut sekolah Agama.
Keuntungan pendidikan di madrasah meliputi keseimbangan antara pendidikan umum dan agama Islam yang mendalam, pembentukan karakter dan akhlak mulia, serta pengembangan spiritualitas siswa.
Madrasah tidak hanya membekali siswa dengan pengetahuan umum dan keterampilan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai Islam, menjadikan mereka individu yang beriman, berakhlak, dan memiliki ketahanan mental yang mampu menghadapi tantangan global.
Ia mengapresiasi kinerja Kementrian Agama yang saat ini sedang mengembangkan kurikulum pendidikan berbasis Cinta.
” Ibu-ibu biasanya kalau sudah bicara tentang cinta paling suka nih, betul apa tidak, ” kata Selly mengajak bercanda agar suasana mencair, namun tetap serius
Poin utama kurikulum pendidikan berbasis cinta dari Kementerian Agama adalah Panca Cinta, yang terdiri dari lima nilai cinta yaitu:
1. Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Cinta kepada diri dan sesama
3. Cinta kepada ilmu pengetahuan
4. Cinta kepada lingkungan
5. Dan Cinta kepada Bangsa dan Negaranya.
” Kurikulum ini bertujuan membentuk generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki karakter humanis, nasionalis, dan toleran, sehingga kejadian pengeboman seperti yang terjadi di SMA Negri 72 Jakarta akibat bullying karena merasa tertindas tidak terjadi lagi.
Lebih lanjut Selly menguraikan Panca Cinta , yaitu Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa yang berarti menanamkan rasa syukur, dan percaya diri dalam ibadah melalui pemahaman agama yang menyenangkan.
Cinta kepada Diri dan Sesama berarti mendorong siswa untuk menghargai diri sendiri dan orang lain, serta membangun empati, tolong-menolong, dan hubungan yang sehat secara sosial.
Cinta kepada Ilmu Pengetahuan maksudnya mengubah belajar menjadi proses yang menyenangkan dan penuh rasa ingin tahu, serta menghargai ilmu sebagai bagian dari pencarian kebenaran.
Cinta kepada Lingkungan mengajarkan tanggung jawab bersama untuk menjaga dan merawat lingkungan sekitar sebagai bagian dari ekosistem yang saling bergantung.
Dan yang terakhir yaitu Cinta kepada Bangsa dan Negara dengan menumbuhkan rasa cinta tanah air melalui pemahaman sejarah, budaya, dan pentingnya hidup rukun di tengah keberagaman, “kata Selly
Usai memaparkan Kurikulum berbasis Cinta Selly membagikan Sertifikat tanda penerima PIP. Menurut salah satu Timnya, sebanyak 12.000.000 sertifikat diserahkan kepada penerima PIP yang terbagi di dapil Jabar delapan meliputi Kabupaten, Kota Cirebon dan Indramayu. Sertifikat tersebut dari hasil perjuangan fasilitasi Selly di Kementrian Agama RI untuk siswa Madrasah yang memenuhi syarat menerima PIP.
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar