92 Kelompok Tani di Rote Barat Daya Terima 15 Ton Benih Jagung Aspirasi Usman Husin
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Sebanyak 92 kelompok tani di Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat bantuan 15 ton benih jagung hibrida melalui aspirasi Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin.
Bantuan tersebut diharapkan menjadi modal penting bagi petani dalam menyambut musim hujan dan mempersiapkan kegiatan tanam. Dengan dukungan benih yang memadai, petani diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan, meningkatkan produksi jagung, serta memperkuat pendapatan keluarga.
Penyerahan bantuan berlangsung di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Desa Lalukoen, Kecamatan Rote Barat Daya, Rabu, 21 Oktober 2026. Dalam kegiatan itu, Usman hadir langsung bersama jajaran pemerintah daerah, anggota DPRD, tokoh masyarakat, dan kelompok tani penerima bantuan.
Dukungan benih jagung ini melanjutkan rangkaian perhatian terhadap sektor pertanian Rote Ndao. Sehari sebelumnya, Selasa, 20 Oktober 2026, Usman juga menyerahkan 45 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada 45 kelompok tani yang tersebar di 38 desa di kabupaten tersebut.
Bantuan alsintan itu terdiri atas 30 unit traktor roda dua, 10 unit pompa air, dan lima unit alat penanam padi atau rice transplanter. Penyaluran tersebut diharapkan membantu petani mengolah lahan, memenuhi kebutuhan air, dan meningkatkan efisiensi pekerjaan pertanian.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Rote Ndao, Rosalina T. Sigar, mengungkapkan bahwa Rote Barat Daya menjadi kecamatan dengan jumlah kelompok penerima bantuan benih jagung hibrida terbanyak.
Sebanyak 92 kelompok tani di kecamatan tersebut memperoleh total 15 ton benih jagung hibrida. Ia berharap bantuan itu dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan produksi jagung, terutama ketika musim hujan mulai tiba.
“Untuk bantuan benih jagung hibrida, kelompok paling banyak ada di Rote Barat Daya. Jumlahnya 92 kelompok dengan benih sebanyak 15 ton,” ujar Rosalina.
Ia berharap setiap kelompok mampu mengoptimalkan pemanfaatan benih untuk lahan pertanian yang dikelola. Dengan asumsi rata-rata luas tanam sekitar dua hektare per kelompok, seluruh kelompok diharapkan mempersiapkan lahan dan melakukan penanaman secara baik.
“Saya berharap dari 92 kelompok ini, masing-masing rata-rata bisa mengelola dua hektare. Semoga jagung di Rote Barat Daya bisa berproduksi tinggi. Memasuki musim hujan, mudah-mudahan petani dapat menanam dengan baik dan benar agar produksinya tinggi,” katanya.
Menurut Rosalina, ketersediaan benih harus diikuti dengan persiapan lahan, penentuan waktu tanam, dan penerapan teknik budidaya yang tepat. Dengan demikian, bantuan yang diterima tidak berhenti pada pembagian benih, tetapi benar-benar memberikan hasil bagi petani.
Tokoh masyarakat yang juga Wakil Bupati Rote Ndao pertama, Bernard Efandris Pelle, mengapresiasi perjuangan Usman Husin dalam menghadirkan dukungan bagi masyarakat Rote Ndao.
Bernard menilai, kehadiran Usman secara langsung untuk menyerahkan bantuan menjadi hal yang patut diapresiasi. Menurutnya, masyarakat tidak hanya mendengar kabar tentang bantuan, tetapi juga menyaksikan penyerahan secara langsung kepada kelompok penerima.
“Yang saya hormati dan saya banggakan, Bapak Usman Husin, Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa. Beliau memperjuangkan kesulitan kita di pusat, kemudian datang ke sini. Ini anggota DPR RI yang luar biasa,” ungkap Bernard.
Ia mengajak masyarakat bersyukur atas berbagai dukungan yang diperjuangkan untuk daerah tersebut. Bernard juga menyebut bahwa perhatian terhadap Rote Ndao terlihat dari bantuan yang terus disalurkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Kita harus berbangga. Tidak kaleng-kaleng, Bapak-Mama. Oleh karena itu, kita bersyukur dan menjaga aset kita, putra asli Rote Ndao. Beliau sudah mengabdikan dirinya untuk kita di Rote Ndao,” katanya.
Bernard kemudian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh janji politik yang tidak disertai bukti.
“Jangan percaya orang yang janji-janji, sein kiri belok kanan. Pa Usman ini tidak hanya berjanji, tetapi dengan bukti-bukti. Mari kita satukan hati kita,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat terus menjaga kebersamaan dan memberikan dukungan terhadap perjuangan pembangunan daerah, tanpa mengabaikan harga diri dan martabat sebagai masyarakat Rote Ndao.
Anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao dari Fraksi PKB, Melkianus Frans Haning, mengatakan bahwa perhatian terhadap petani di Rote Barat Daya tidak semata-mata terlihat dari bantuan benih jagung hibrida.
Menurutnya, penyaluran 45 unit alsintan sehari sebelumnya juga menjadi bagian penting dari dukungan untuk meningkatkan kemampuan petani dalam mengelola lahan.
Melkianus mengungkapkan bahwa antusiasme 92 kelompok tani untuk menyambut kehadiran Usman tidak hanya berkaitan dengan bantuan yang diterima, tetapi juga karena keinginan masyarakat untuk bertemu langsung dengan wakil rakyat yang memperjuangkan kebutuhan mereka.
“Dari 92 kelompok yang saya hubungi melalui telepon, ini bukan semata-mata karena barang yang kita dapat, tetapi karena kasih sayang. Seluruh kelompok merindukan Bapak Usman hadir. Demi kasih sayang Bapak-Mama, beliau hadir di sini,” ujar Melkianus.
Ia mengajak masyarakat menjaga komunikasi dengan pihak-pihak yang telah membantu memperjuangkan kebutuhan mereka.
“Orang yang baik dengan kita, kita tidak boleh lupa. Komunikasinya harus tetap berjalan. Bapak-Mama jangan dibodohi,” katanya.
Melkianus berharap dukungan berupa benih dan alsintan dapat digunakan secara bertanggung jawab sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan para petani.
Dalam sambutannya, Usman Husin menegaskan bahwa pertanian merupakan sektor yang menyangkut kehidupan umat manusia. Karena itu, petani harus mendapatkan perhatian serius dalam pembangunan.
“Berbicara pertanian itu berbicara menyangkut kehidupan umat manusia. Petani itu perlu kita fokuskan dan tempatkan derajatnya paling atas, karena petani adalah pahlawan kehidupan umat manusia,” tegas Usman.
Ia mengatakan, perhatian terhadap petani menjadi salah satu prioritas perjuangannya karena mayoritas masyarakat di desa-desa menggantungkan hidup pada sektor pertanian.
Menurutnya, persoalan pertanian sangat kompleks. Petani tidak hanya membutuhkan benih, tetapi juga alat dan mesin pertanian, dukungan pengairan, serta akses terhadap komoditas yang memiliki nilai ekonomi.
“Petani perlu dirawat. Kalau petani kuat, negara kuat. Petani makmur, daerah dan negara makmur,” ujarnya.
Usman mengingatkan bahwa bantuan yang diperjuangkan harus benar-benar dimanfaatkan oleh masyarakat penerima. Ia juga mendorong kelompok tani untuk terus memperkuat organisasi agar kebutuhan mereka dapat diidentifikasi dan diperjuangkan secara lebih terarah.
Sehari sebelumnya, ia telah menyerahkan 45 unit alsintan kepada kelompok tani di Rote Ndao. Penyaluran benih jagung hibrida kepada 92 kelompok tani di Rote Barat Daya menjadi bagian dari upaya memperkuat dukungan terhadap kegiatan produksi pertanian.
Usman menegaskan bahwa seluruh bantuan melalui aspirasi tersebut diberikan secara gratis dan tidak boleh diperjualbelikan.
“Bantuan aspirasi semuanya gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun. Kalau ada yang memungut biaya, tangkap dan laporkan ke polisi,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan pilihan politik tidak boleh merusak hubungan persahabatan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
“Politik sesaat, persahabatan seumur hidup. Jangan sampai politik merusak hubungan persahabatan,” pesannya.
Selain bantuan benih dan alsintan, Usman menyampaikan dorongan agar pengembangan komoditas bawang putih mendapat perhatian serta Bendungan Danau Tua dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Dengan bantuan 15 ton benih jagung hibrida bagi 92 kelompok tani dan penyaluran alsintan sehari sebelumnya, petani Rote Barat Daya diharapkan semakin siap menghadapi musim tanam. Dukungan tersebut diharapkan berujung pada peningkatan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan keluarga petani di Rote Ndao.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar