Rakerda 2026, Golkar Pacitan Bidik 105 Ribu Suara dan Perkuat Struktur hingga Akar Rumput
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 0 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD Golkar Pacitan, H. Lancur Susanto.
Pacitan,JarrakPos.com-Memasuki usia ke-62, Partai Golongan Karya (Golkar) terus memantapkan langkah untuk memperkuat eksistensi dan memperbesar daya saing politik di tengah dinamika demokrasi nasional.
Di Kabupaten Pacitan, penguatan struktur organisasi hingga tingkat akar rumput menjadi salah satu strategi utama untuk mengantarkan partai berlambang pohon beringin itu meraih kejayaan politik.
Komitmen tersebut ditegaskan melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Pacitan Tahun 2026 di Gedung Graha DPD Golkar Pacitan, Sabtu (24/10). Mengusung tema “Golkar Pacitan Solid, Modern, Mengakar Kuat di Masyarakat untuk Menggapai Kemenangan dan Kejayaan”, agenda ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus peneguhan arah perjuangan partai dalam menghadapi tantangan politik ke depan.
Kegiatan tersebut dirangkai dengan pengukuhan pengurus kecamatan Partai Golkar se-Kabupaten Pacitan. Pengukuhan dipimpin Ketua DPD Golkar Pacitan, Lancur Susanto, serta disaksikan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Dr. Ali Mufti, yang juga merupakan anggota Komisi V DPR RI.
Bagi Golkar Pacitan, Rakerda bukan sekadar agenda rutin organisasi. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang untuk memperkuat soliditas kader, menyatukan visi perjuangan, sekaligus memastikan mesin partai bergerak lebih terstruktur hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ketua DPD Golkar Pacitan, Lancur Susanto, mengawali sambutannya dengan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya Rakerda dan pengukuhan pengurus kecamatan. Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan lancar serta melahirkan motivasi baru bagi kemajuan partai.

Pengukuhan kepengurusan tingkat kecamatan Golkar Pacitan.
“Semoga kegiatan berjalan lancar dan sukses sehingga menemukan motivasi untuk kemajuan Golkar. Kegiatan ini bisa bermanfaat untuk Golkar dalam menggapai kejayaannya,” ujarnya.
Lancur menegaskan, pasca-Musda ke-25, pihaknya terus mengintensifkan konsolidasi organisasi di seluruh wilayah Pacitan. Langkah tersebut diwujudkan melalui musyawarah kecamatan hingga pembentukan kepengurusan di tingkat desa dan kelurahan.
Menurutnya, penguatan struktur bukan sekadar memenuhi kebutuhan administratif organisasi, melainkan membangun fondasi politik yang nyata, terukur, dan dekat dengan masyarakat.
“Kepengurusan di kecamatan betul dan riil adanya. Kami membentuk kepengurusan di kecamatan rata-rata 25 anggota. Sehingga ada sekitar 300 anggota yang tersebar di 12 kecamatan dari 167 desa dan 5 kelurahan,” jelas Lancur, yang juga menjabat sebagai pimpinan DPRD Pacitan.
Konsolidasi itu berlanjut melalui pelaksanaan musyawarah desa di 167 desa dan lima kelurahan. Dari proses tersebut, Golkar Pacitan berhasil membentuk kepengurusan dengan total 1.892 pengurus di tingkat desa dan kelurahan.
“Alhamdulillah, setiap desa terbentuk 11 pengurus. Sehingga terbentuk sebanyak 1.892 pengurus yang ada di 167 desa dan 5 kelurahan,” ungkapnya.
Bagi Lancur, terbentuknya kepengurusan yang menjangkau seluruh wilayah menjadi modal penting untuk memperkuat komunikasi politik dengan masyarakat. Struktur yang solid diharapkan mampu menjadi penghubung antara aspirasi warga dan perjuangan politik partai, sekaligus memperluas basis dukungan di setiap daerah pemilihan.
Dengan penguatan organisasi yang menjangkau tingkat kecamatan hingga desa dan kelurahan, Golkar Pacitan optimistis dapat meningkatkan perolehan suara serta menambah jumlah kursi di DPRD pada kontestasi politik mendatang.
“Insyaallah dengan niat ibadah dan ketulusan, semua hal yang sulit akan dimudahkan oleh Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Dr. Ali Mufti, menyampaikan ucapan selamat berjuang kepada seluruh pengurus yang telah dikukuhkan. Ia berharap kepengurusan baru mampu menerjemahkan cita-cita besar Golkar Pacitan ke dalam kerja nyata yang berdampak bagi penguatan partai.

Pemukulan gong oleh Ketua DPD Golkar Provinsi Jatim, Dr. Ali Mufti sebagai tanda di mulainya Rakerda.
Ali menekankan pentingnya menjaga kekompakan, memperkuat soliditas, serta meningkatkan semangat juang seluruh kader. Menurutnya, organisasi yang kuat harus ditopang oleh kesamaan visi dan kesungguhan dalam menjalankan tugas politik.
“Harapan saya Pacitan semakin solid, kompak, ditingkatkan semangat juangnya,” kata Ali Mufti.
Ia juga mendorong seluruh pengurus untuk bekerja secara sigap dan terukur guna meningkatkan perolehan suara Golkar hingga mencapai target 105 ribu suara. Target tersebut, menurutnya, harus dipahami bukan hanya sebagai angka politik, tetapi juga sebagai tantangan untuk membuktikan kualitas kerja organisasi, kemampuan manajerial, serta integritas para kader.
Dalam politik modern, lanjut Ali, capaian elektoral tidak bisa dilepaskan dari keseriusan membangun sistem kerja yang efektif, kepemimpinan yang bertanggung jawab, dan moralitas yang terjaga.
“Seng penting awake dewe ini bisa nglakoni dan diberikan jalan yang mudah. Ojo dipikir abot-abot yo,” tuturnya, menyampaikan pesan agar kader menjalani perjuangan dengan kesungguhan tanpa kehilangan optimisme.
Lebih jauh, Ali mengingatkan bahwa menjadi pengurus partai bukan semata-mata soal jabatan atau posisi dalam struktur organisasi. Setiap kader dituntut menjadi pejuang partai yang memiliki cita-cita, semangat tinggi, serta ketulusan dalam mengabdi.
“Pemimpin itu punya cita-cita dan semangat yang tinggi untuk pencapaian. Yang terpenting jiwanya penuh welas asih,” tegasnya.
Rakerda Golkar Pacitan 2026 menjadi penanda bahwa penguatan organisasi dan perluasan jangkauan politik tetap menjadi prioritas utama partai. Dengan kepengurusan yang dibangun hingga tingkat desa dan kelurahan, Golkar berupaya memastikan konsolidasi tidak berhenti pada forum-forum formal, tetapi berlanjut menjadi kerja politik yang berkesinambungan di tengah masyarakat.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa kekuatan struktur tersebut mampu diterjemahkan menjadi peningkatan kepercayaan publik dan dukungan elektoral. Sebab, dalam kompetisi politik, soliditas organisasi merupakan modal awal yang harus disertai kedekatan dengan masyarakat, konsistensi kerja, serta kemampuan menjawab kebutuhan warga.
Melalui semangat kebersamaan dan kepemimpinan yang mengedepankan integritas serta welas asih, Golkar Pacitan menatap masa depan dengan optimisme. Target peningkatan suara dan kursi legislatif pun menjadi pekerjaan kolektif yang menuntut seluruh kader bergerak dalam satu barisan.
Bagi partai berlambang pohon beringin ini, jalan menuju kemenangan tidak cukup hanya dengan membangun struktur yang besar. Kekuatan tersebut harus hidup dalam kerja nyata, tumbuh bersama masyarakat, dan teruji melalui perjuangan politik yang konsisten.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar