Pacitan Jadi Magnet Pecinta Motor Klasik, Dua Event Otomotif Nasional hingga Internasional Digelar November 2026. Ketua IMI Andi Rahmanto: Dulu Murah, Kini Bisa Seharga Mobil. Vespa dan RX King Klasik Kian Bernilai Ekonomis
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 3 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi: Ketua IMI Pengkap Pacitan, Andi Rahmanto.
Pacitan,JarrakPos-Kabupaten Pacitan bakal menjadi magnet bagi para pecinta kendaraan klasik Tanah Air. Dua agenda otomotif berskala nasional hingga internasional dijadwalkan berlangsung dalam rentang waktu dua pekan pada November 2026.
Event pertama adalah Jambore Nasional (Jamnas) RX King XIX yang akan digelar pada 14–15 November 2026 di Stadion Wijaya Kridha. Selanjutnya, Sunset Scooter Paradise 2026 bakal menyapa para penggemar skuter klasik pada 28–29 November 2026 di kawasan Pantai Pancer Door.
Kehadiran dua agenda besar tersebut bukan sekadar menjadi ajang berkumpulnya komunitas otomotif. Lebih dari itu, keduanya menjadi gambaran bahwa kendaraan klasik masih memiliki tempat istimewa di tengah perkembangan dunia otomotif modern.
Ketua IMI Pengkap Pacitan yang juga dikenal sebagai penggemar Vespa klasik, menyebut keberadaan komunitas dan event kendaraan lawas sebagai simbol kebangkitan kecintaan terhadap kendaraan klasik Nusantara.
Menurutnya, usia kendaraan bukanlah ukuran berkurangnya nilai guna maupun daya tarik sebuah produk otomotif. Buktinya, Vespa dan Yamaha RX King yang telah puluhan tahun hadir di jalanan, hingga kini masih banyak digunakan masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari.
“Vespa dan RX King sama-sama motor lawas, namun masih banyak digunakan masyarakat untuk penunjang aktivitas keseharian. Ini menunjukkan, betapa berharganya kendaraan tua, namun banyak memberi manfaat,” kata Andi, Ahad (8/11).
Tak hanya memiliki nilai historis dan emosional, kedua jenis sepeda motor bermesin dua langkah (2-tak) tersebut juga menyimpan nilai ekonomis yang terus berkembang.
Mantan Kepala Desa Purwoasri, Kecamatan Kebonagung ini mengenang, pada masa kejayaannya, harga kedua kendaraan itu masih terbilang sangat terjangkau. Yamaha RX King, misalnya, dahulu bisa dibawa pulang dari diler dengan harga sekitar Rp4,5 juta hingga Rp5 juta, sudah berstatus on the road (OTR).
Begitu pula Vespa Sprint maupun PX 150. Pada masanya, skuter besutan Piaggio Italia tersebut masih bisa diperoleh dengan harga sekitar Rp500 ribu hingga Rp700 ribu dalam kondisi baru dari diler.
Namun, perjalanan waktu justru membuat nilai sejumlah kendaraan lawas semakin melambung. Kini, tidak sedikit unit RX King maupun Vespa klasik yang ditawarkan dengan harga setara mobil baru, bahkan melampauinya.
Terlebih untuk Vespa keluaran lawas dengan kondisi fisik orisinal dan tingkat keaslian yang terjaga. Kendaraan semacam ini memiliki daya tarik tersendiri bagi kolektor, bahkan nilainya disebut-sebut dapat mencapai ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Fenomena tersebut, menurut Andi, menjadi bukti bahwa barang lama tidak selalu kehilangan nilai. Sebaliknya, kendaraan klasik yang dirawat dengan baik justru berpotensi menjadi aset bernilai ekonomi tinggi.
“Ini sebagai penanda bahwa tidak semua barang lawas tidak berguna. Justru sebaliknya, barang kawak yang dirawat dengan baik bakal memiliki nilai ekonomis cukup tinggi. Atau tidak ada harga standar. Pembeli atau penjual mengedepankan kesepakatan,” tukasnya.
Dua agenda otomotif yang bakal berlangsung di Pacitan tersebut diharapkan semakin memperkuat eksistensi komunitas kendaraan klasik sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada khalayak yang lebih luas.
Dengan berkumpulnya para pecinta RX King dan Vespa dari berbagai daerah, Pacitan tidak hanya menjadi ruang nostalgia bagi penggemar motor lawas, tetapi juga berpeluang menjadi panggung tumbuhnya ekonomi komunitas, pariwisata, dan kebanggaan terhadap warisan otomotif klasik. (Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar