Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Produksi Kopi Pacitan Tembus 406 Ton per Tahun, Peluang Pasar Nasional hingga Internasional Terbuka Lebar

Produksi Kopi Pacitan Tembus 406 Ton per Tahun, Peluang Pasar Nasional hingga Internasional Terbuka Lebar

  • account_circle Yuniardi Sutondo
  • calendar_month 0 menit yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pacitan,JarrakPos.com-Di balik bentang perbukitan yang selama ini identik dengan lanskap alam Pacitan, tersimpan potensi perkebunan kopi yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Kabupaten di pesisir selatan Jawa Timur ini mampu menghasilkan sekitar 406 ton kopi setiap tahun, sebuah potensi besar yang membuka peluang pengembangan ekonomi lokal sekaligus memperkuat identitas Pacitan sebagai daerah penghasil kopi berkualitas.

Potensi tersebut mengemuka dalam gelaran Festival Kopi 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pacitan bersama Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perindustrian, KUMKM PLUT serta pegiat kopi lokal.

Festival ini bukan sekadar ajang promosi produk lokal, melainkan juga bentuk apresiasi terhadap kerja keras para petani kopi dan para barista yang turut menghidupkan ekosistem perkopian di daerah.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pacitan, Sugeng Santoso, mengatakan produksi kopi di wilayahnya selama ini relatif tersedia setiap tahun dengan sentra produksi terbesar berada di Kecamatan Nawangan dan Bandar.

“Populasi paling banyak di Kecamatan Nawangan dan Bandar,” kata Sugeng, Rabu (14/10).

Dari total produksi tersebut, kopi robusta masih menjadi salah satu jenis yang banyak dihasilkan petani Pacitan. Selain itu, terdapat kopi liberika dan arabika yang turut memperkaya karakter serta keragaman kopi lokal.

Menariknya, meskipun produksi liberika relatif lebih kecil dibandingkan jenis lainnya, pergerakan komoditas ini menunjukkan potensi pasar yang cukup menjanjikan. Sugeng mengungkapkan, seorang pedagang atau pengepul di Kecamatan Nawangan mampu mengirimkan kopi liberika ke Surabaya sebanyak 8 ton dan ke Temanggung sebanyak 6 ton dalam kurun waktu dua hingga tiga pekan.

“Ini dari satu pedagang, yang diambil dari pedagang kecil di pasar dan juga ada yang disetori langsung dari petani,” jelasnya.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa kopi Pacitan tidak hanya memiliki potensi dari sisi produksi, tetapi juga telah menjangkau pasar di luar daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, rantai perdagangan kopi lokal berpeluang berkembang lebih luas dan memberikan nilai tambah bagi petani.

Budaya Menyimpan Hasil Panen Jadi Tantangan

Di balik besarnya potensi tersebut, upaya memperluas pemasaran kopi Pacitan masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya berkaitan dengan pola penjualan hasil panen yang selama ini dijalankan sebagian petani.

Sugeng menjelaskan, masyarakat petani cenderung menyimpan hasil panen sebagai bentuk tabungan dan menjualnya secara bertahap sesuai kebutuhan rumah tangga. Pola tersebut telah menjadi bagian dari kebiasaan ekonomi masyarakat, tetapi di sisi lain dapat menyulitkan upaya pemenuhan pasokan dalam jumlah besar secara berkelanjutan.

“Budaya masyarakat, ketika panen mereka tidak langsung jual, tetapi digunakan untuk tabungan. Mereka hanya akan menjual sesuai kebutuhan. Kalau butuhnya hanya 10 kilogram, misalnya, mereka ya hanya akan menjual sesuai kebutuhannya saja. Padahal sejatinya, produksi kopi Pacitan selalu tersedia setiap tahunnya,” beber Sugeng.

Kondisi ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk membangun sistem pemasaran yang lebih terencana. Pendampingan kepada petani diperlukan agar mereka memiliki pemahaman mengenai peluang pasar, pengelolaan hasil panen, serta mekanisme perdagangan yang dapat memberikan keuntungan lebih optimal.

Selain itu, penguatan kelembagaan petani, kepastian penyerapan hasil panen, peningkatan mutu biji kopi, dan konsistensi pasokan menjadi faktor penting agar kopi Pacitan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Bidik Pasar Nasional hingga Mancanegara

Optimisme terhadap masa depan kopi Pacitan juga disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Pacitan, Yudo Tri Kuncoro. Menurutnya, Festival Kopi 2026 menjadi gambaran nyata besarnya potensi produksi kopi lokal yang perlu terus dikembangkan.

Ia berharap, secara bertahap kopi Pacitan dapat menembus pasar nasional, bahkan memperoleh tempat di pasar internasional. Salah satu peluang yang dapat dijajaki adalah memperluas akses pemasaran melalui jaringan kedai kopi ternama, baik di tingkat nasional maupun global.

“Produksi (kopi) kita melimpah, hanya tinggal menata manajemen perniagaan mulai dari hulu hingga hilir, termasuk melakukan pendampingan kepada petani dan juga pegiat kedai kopi lokal untuk terus mengembangkan dan memasarkan kopi lokal Pacitan,” jelasnya.

Menurut Yudo, pengembangan kopi tidak cukup hanya bertumpu pada besarnya hasil produksi. Diperlukan sinergi antarpemangku kepentingan untuk membangun ekosistem usaha yang terintegrasi, mulai dari budidaya, pascapanen, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran.

Dengan demikian, kopi Pacitan tidak hanya dipasarkan sebagai komoditas mentah, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah yang memiliki identitas dan daya saing tersendiri.

Harapan untuk memperluas pasar juga mencakup peluang agar jaringan kedai kopi kenamaan seperti Excelso dan Starbucks pada masa mendatang dapat menjajaki penggunaan kopi lokal Pacitan. Meski demikian, peluang tersebut membutuhkan kesiapan dari sisi kualitas, kontinuitas pasokan, standar produk, serta kemitraan bisnis yang berkelanjutan.

Kopi sebagai Identitas Baru Pacitan

Lebih jauh, Yudo mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk terlibat aktif dalam mengembangkan potensi kopi daerah. Pemerintah, petani, pengepul, pelaku usaha pengolahan, hingga barista dan pemilik kedai kopi lokal perlu berjalan beriringan agar potensi tersebut benar-benar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Festival Kopi 2026 diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat promosi, memperluas jejaring usaha, sekaligus memperkenalkan karakter kopi Pacitan kepada khalayak yang lebih luas.

Apabila dikelola secara konsisten, kopi berpeluang menjadi salah satu identitas unggulan Pacitan, melengkapi sektor pariwisata yang selama ini menjadi daya tarik daerah. Keunikan karakter kopi lokal, didukung peningkatan kualitas dan strategi pemasaran yang tepat, dapat menjadi modal untuk membangun reputasi di tengah persaingan industri kopi.

Besarnya produksi hanyalah langkah awal. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi kekuatan ekonomi yang berkelanjutan, memberikan nilai tambah bagi petani, membuka ruang usaha bagi generasi muda, serta membawa nama Pacitan semakin dikenal melalui cita rasa kopinya.(Red/yun).

  • Penulis: Yuniardi Sutondo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Pasar Rakyat Hadir di Bengkulu, Wujudkan Pasar Lebih SEJAHTERA dan Ajak Warga Nikmati Beragam Layanan Gratis

    Festival Pasar Rakyat Hadir di Bengkulu, Wujudkan Pasar Lebih SEJAHTERA dan Ajak Warga Nikmati Beragam Layanan Gratis

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 879
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com  – Setelah sukses digelar di Banda Aceh dan Bukittinggi, kini giliran Pasar Minggu Bengkulu menjadi lokasi pelaksanaan Festival Pasar Rakyat 2025 (FPR), persembahan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk melalui Unit Usaha Syariah (Adira Finance Syariah) berkolaborasi dengan PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon Syariah) dan PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah). Mengusung semangat menciptakan pasar yang SEJAHTERA — Sehat, Hijau, […]

  • Usman Husin Soroti BPP Bena dan Pollo: Jangan Persulit Petani di Tengah Musim Tanam

    Usman Husin Soroti BPP Bena dan Pollo: Jangan Persulit Petani di Tengah Musim Tanam

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 530
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Kegelisahan petani akhirnya tumpah ke ruang publik. Puluhan kelompok tani dari Desa Bena dan Desa Pollo terlihat mendatangi kantor Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), mempertanyakan keterlambatan pencetakan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) sekaligus memprotes pengalihan penyaluran pupuk ke kios pengecer yang dinilai menyulitkan. Aksi tersebut terekam dalam video yang beredar luas. Dalam rekaman itu, […]

  • Irak vs Indonesia : Partai Hidup Mati, Jay Idzes Dkk Wajib Menang

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Syawal
    • visibility 705
    • 0Komentar

    Medan – Mimpi Timnas Indonesia untuk melangkah ke putaran final Piala Dunia 2026 belum sepenuhnya sirna meski harus menelan kekalahan dari Arab Saudi pada laga perdana putaran keempat kualifikasi zona Asia. Pertandingan Indonesia vs Arab Saudi di Stadion King Abdullah Sport City, Kamis (9/10/2025) dini hari WIB, berakhir dengan skor 2-3. Meski gagal meraih poin, […]

  • Developer PT Anugrah Timor Pratama, Bobby Famdale: 350 Unit Rumah Diserahkan ke Perumda, Pengelolaan Air Harus Sesuai Aturan

    Developer PT Anugrah Timor Pratama, Bobby Famdale: 350 Unit Rumah Diserahkan ke Perumda, Pengelolaan Air Harus Sesuai Aturan

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 235
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Developer PT Anugrah Timor Pratama, Bobby Famdale, menegaskan komitmennya dalam mendukung tata kelola air bersih yang profesional dan sesuai regulasi di Kota Kupang. Hal ini disampaikan Bobby Famdale usai menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang yang mengusung tema “17 Tahun Mengalirkan Harapan” pada Kamis, 16 April 2026. […]

  • Heboh! Ribuan Warga Padati Hus Kuda Usman Husin Cup II, Kapolres Berharap Kembali Pecahkan Rekor MURI

    Heboh! Ribuan Warga Padati Hus Kuda Usman Husin Cup II, Kapolres Berharap Kembali Pecahkan Rekor MURI

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 254
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com– Gagasan Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PKB Dapil NTT II, Usman Husin, untuk menjadikan Tradisi Hus Kuda sebagai agenda budaya tahunan berskala besar kembali mendapat sambutan luar biasa. Festival Hus Kuda Usman Husin Cup II yang diinisiasi langsung oleh putra asli Rote tersebut sukses menyedot ribuan warga dari berbagai wilayah untuk memadati […]

  • Gubernur Helmi Hasan Lantik Riduan Jadi Komisaris Independen Bank Bengkulu Periode 2025–2029

    Gubernur Helmi Hasan Lantik Riduan Jadi Komisaris Independen Bank Bengkulu Periode 2025–2029

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 643
    • 0Komentar

    BENGKULU, jarrakpos.com – Struktur pengawasan Bank Bengkulu semakin diperkuat. Gubernur Helmi Hasan secara resmi melantik Riduan sebagai Komisaris Independen Bank Bengkulu periode 2025–2029. Pelantikan berlangsung di Aula Moechtar Azehari, Graha Bank Bengkulu, Senin (20/10/2025). Pelantikan ini dilaksanakan setelah terbitnya salinan Keputusan Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor KEPR-159/D.03/2025 tanggal 24 September 2025 tentang hasil […]

expand_less