Bupati Kuningan Tegaskan Pentingnya Penguatan Karakter dan Sosial Guru di Era AI
- account_circle Ghana
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUNINGAN, Jarrakpos.com — Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan kompetensi kepribadian dan sosial bagi para pendidik sebagai fondasi utama dalam membentuk generasi berkarakter. Hal tersebut disampaikannya di tengah pesatnya perubahan dunia pendidikan pada era kecerdasan artifisial (AI).
Pesan tersebut disampaikan Bupati Dian saat membuka Pelatihan Nasional Kompetensi Kepribadian dan Kompetensi Sosial di SMPN 5 Kuningan, Selasa (22/9/2026). Acara yang mengusung tema “Membangun Pendidik yang Berkarakter, Komunikatif, Kolaboratif, dan Inspiratif dalam Mewujudkan Pendidikan Berkualitas” ini merupakan hasil kolaborasi Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Jakarta dengan PGRI Kabupaten Kuningan.

Dalam arahannya, Bupati menyampaikan bahwa membangun pendidikan karakter tidak cukup hanya menyasar peserta didik. Para guru sebagai garda terdepan juga wajib dibekali ketangguhan kepribadian dan kemampuan sosial agar dapat menjadi teladan.
“Sebelum kita mengajarkan akhlak dan karakter kepada murid, gurunya harus terlebih dahulu dibekali dengan kompetensi kepribadian dan sosial yang kuat. Ini sangat penting,” ujar Bupati Dian.
Ia menambahkan, perkembangan AI berlangsung sangat cepat hingga hitungan bulan. Meskipun demikian, teknologi tidak akan mampu menggantikan nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan keteladanan yang dimiliki seorang pendidik. Guru dituntut memadukan penguasaan teknologi dengan kekuatan karakter secara bertahap sesuai ekosistem sekolah masing-masing.
Senada dengan hal tersebut, Rektor Unindra, Prof. Dr. H. Sumaryoto, mengungkapkan bahwa tantangan era digital menuntut guru tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga dalam aspek kepribadian dan sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini menjadi wujud komitmen Unindra untuk meningkatkan kualitas SDM serta mempererat kerja sama dengan Pemkab Kuningan.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Kuningan, Ida Suprida, S.Pd., M.M., melaporkan bahwa pelatihan ini diikuti sekitar 150 peserta yang terdiri atas kepala sekolah dan guru dari 32 cabang PGRI se-Kabupaten Kuningan. Pelatihan dibagi ke dalam empat kelas agar pembelajaran berlangsung intensif dan interaktif, sekaligus dirangkaikan dengan kuliah umum bagi mahasiswa S2 Unindra.
Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran Yayasan Unindra PGRI, Kadisdikbud Kuningan, Kepala BKPSDM, pengurus TP PKK, DWP, GOW, Camat Kuningan, serta Kepala SMPN 5 Kuningan. (Agh@N)
- Penulis: Ghana




Saat ini belum ada komentar