HUT ke-30, SMAN 7 Kupang Menenun Asa Lewat Karya, Karakter dan Talenta
- account_circle Mario
- calendar_month 36 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Memasuki usia 30 tahun, SMA Negeri 7 Kupang tidak sekadar merayakan perjalanan panjangnya. Tiga dekade pendidikan itu dirayakan dengan meneguhkan kembali komitmen sekolah untuk melahirkan generasi yang berbudaya, berkarakter, kreatif dan mampu memberi dampak.
Mengusung tema “30 Tahun Menenun Asa, Mewujudkan Generasi Berbudaya, Berkarakter, dan Berdampak”, perayaan HUT ke-30 SMA Negeri 7 Kupang berlangsung Jumat, 28 Agustus 2026.
Momentum tiga dekade tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penanda arah baru sekolah. Selain mensyukuri perjalanan yang telah dilalui, SMAN 7 Kupang memperkenalkan sejumlah program pengembangan potensi siswa, yakni One School One Product (OSOP) melalui produk “TUNAVASI 7” serta pengukuhan kelas khusus olahraga hockey.
Bagi keluarga besar SMAN 7 Kupang, usia 30 tahun merupakan perjalanan yang penuh proses. Ada perjuangan para pendahulu, tantangan yang harus dilewati, prestasi yang telah dicapai, sekaligus pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
Rangkaian perayaan diawali dengan ibadah syukur yang dipimpin Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, Sm.Th., S.Pd., M.Pd.K., dengan bacaan Alkitab dari Keluaran 33:7-23.
Dalam khotbahnya, Hendrik mengajak keluarga besar SMAN 7 Kupang menjadikan peringatan ulang tahun bukan hanya sebagai kesempatan untuk melihat masa lalu, tetapi juga menyusun harapan untuk masa depan.
“Ketika kita merayakan ulang tahun, kita menoleh ke belakang untuk melihat apa yang telah terjadi dan melihat ke depan untuk merangkai mimpi, menganyam harapan, serta membangun tekad,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan lembaga pendidikan tidak selalu berjalan sempurna. Berbagai pergulatan, kekurangan, tantangan dan keberhasilan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses membangun sebuah institusi.
Ia juga mengingatkan para guru bahwa pendidikan bukan sekadar menyampaikan ilmu pengetahuan. Guru harus hadir dengan kesabaran, kasih, keteladanan dan komitmen karena setiap siswa datang dari latar belakang kehidupan dan karakter yang berbeda.
“Seorang guru mungkin pernah marah karena tingkah laku anak-anak, tetapi harus berjuang mengendalikan amarah dan tetap mengasihi anak-anak dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda,” katanya.
Hendrik menggambarkan sekolah sebagai rumah kedua bagi siswa. Karena itu, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik untuk belajar, membangun iman, mengembangkan kreativitas, menemukan talenta dan membentuk karakter.
“Sekolah ini adalah rumah kedua. Dari rumah ini kita diajar menjadi pintar, berkarakter, beriman, merasa aman, serta belajar berbagi dan mengembangkan semua talenta yang kita miliki,” tuturnya.
Dalam ibadah syukur tersebut, keluarga besar SMAN 7 Kupang juga mendoakan masyarakat serta para korban terdampak gempa bumi di Flores.
30 Tahun, Perjalanan yang Harus Dilanjutkan
Kepala SMA Negeri 7 Kupang, Wemvrid Metusalak Boimau, S.Pd., M.Hum., mengatakan usia 30 tahun menunjukkan perjalanan panjang sebuah institusi dalam membangun kematangan, keteguhan dan integritas.
“30 tahun menyatakan tentang kematangan, keteguhan, dan integritas dari sebuah institusi. Selama 30 tahun kita telah melewati berbagai proses,” ujar Wemvrid.
Ia memberikan apresiasi kepada para pendahulu, guru dan seluruh pihak yang telah meletakkan dasar bagi perkembangan SMAN 7 Kupang.
Menurutnya, perjuangan yang telah dibangun selama tiga dekade harus diteruskan oleh generasi saat ini.
“Setiap masa ada pejuangnya dan setiap pejuang ada masanya. Setiap masa memiliki pejuang dan tantangan yang berbeda. Kami sebagai penerus tetap berjuang meneruskan perjuangan para pendahulu,” katanya.
Wemvrid mengakui perjalanan 30 tahun masih menyisakan berbagai kekurangan. Namun, berbagai prestasi yang telah diraih menjadi modal bagi sekolah untuk terus melakukan pembenahan dan melangkah lebih jauh.
HUT Ditandai dengan Karya Siswa
Semangat tersebut kemudian diterjemahkan melalui peluncuran program One School One Product (OSOP).
SMAN 7 Kupang memperkenalkan produk “TUNAVASI 7”, sebuah inovasi yang menggunakan ikan tuna sebagai bahan baku utama.
Nama TUNAVASI merupakan perpaduan kata “Tuna” dan “VASI” yang menggambarkan inovasi sekolah dalam mengembangkan potensi lokal.
Program ini dirintis oleh tiga guru bersama para siswa.
Untuk tahap awal, mereka menghasilkan abon ikan tuna. Ke depan, sekolah berencana mengembangkan berbagai produk lainnya seperti nugget tuna, suwir tuna hingga bakso ikan tuna.
Melalui OSOP, siswa diajak tidak hanya belajar menghasilkan sebuah produk, tetapi juga mengembangkan kreativitas, keterampilan kewirausahaan dan kemampuan melihat potensi lokal sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomi.
Hockey Menjadi Bagian dari Perjalanan Baru
Selain OSOP, HUT ke-30 juga ditandai dengan pengukuhan kelas khusus olahraga hockey.
Pembinaan hockey di SMAN 7 Kupang sebenarnya telah berlangsung selama beberapa tahun. Namun, sekolah kini memperkuatnya melalui kelas khusus sebagai bagian dari upaya membangun regenerasi atlet muda NTT.
“Pada hari ini kami juga mengukuhkan kelas khusus olahraga hockey sebagai salah satu kegiatan yang kami miliki di sekolah,” ujar Wemvrid.
Sekolah sebelumnya telah melakukan proses seleksi untuk menjaring siswa yang memiliki bakat dan potensi di cabang olahraga tersebut.
SMAN 7 Kupang selama ini menjadi salah satu basis pembinaan hockey di NTT. Karena itu, momentum HUT ke-30 sekaligus menjadi kesempatan untuk memberikan apresiasi kepada para perintis dan tokoh yang telah berkontribusi terhadap perkembangan hockey di daerah.
Salah satunya adalah Henok Bire yang disebut sebagai salah satu tokoh dalam perjalanan perkembangan hockey di NTT.
“Kalau berbicara tentang hockey di NTT, salah satu basisnya adalah SMA Negeri 7 Kupang,” kata Wemvrid.
Dukungan terhadap pengembangan hockey juga terlihat dari kehadiran Sekretaris Federasi Hockey NTT, Hironimus Pati, dalam perayaan tersebut.
Tumpeng, Simbol Syukur Tiga Dekade
Suasana perayaan semakin terasa saat memasuki acara pemotongan tumpeng sebagai simbol syukur atas perjalanan tiga dekade SMAN 7 Kupang.
Tumpeng dipotong secara simbolis oleh Kepala SMAN 7 Kupang dan diserahkan kepada perwakilan unsur pendidikan serta para undangan yang hadir.
Hadir di antaranya Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Pdt. (Emr.) Hendrik A. Abineno, Sm.Th., S.Pd., M.Pd.K., Korwas Dinas Pendidikan Provinsi NTT Ulrianti M. D. Toelle, S.Sos., M.Pd., Pengawas Binaan Jamaluddin Mahrun, S.Pd., M.Pd., Sekretaris Federasi Hockey NTT Hironimus Pati, Kepala SMA Negeri 6 Kupang Hendrikus Hati, S.Pd., M.M., tim perintis hockey NTT Henok Bire, serta unsur keamanan dari Polsek Maulafa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Maulafa.
Turut hadir para orang tua murid, alumni, guru purna tugas dan masyarakat.
Ketua Panitia HUT ke-30 SMAN 7 Kupang, Dra. Veronika Wahon, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan tidak hanya diarahkan untuk merayakan ulang tahun sekolah, tetapi juga mempererat silaturahmi, kebersamaan dan rasa kekeluargaan seluruh warga sekolah.
Kegiatan juga menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas dan rasa percaya diri dalam bidang seni, budaya, olahraga dan kewirausahaan.
“Tujuan terakhir adalah memperkenalkan inovasi program sekolah melalui launching One School One Product, memperkenalkan kelas khusus olahraga hockey, serta pameran dan bazar murid,” jelas Veronika.
Rangkaian kegiatan HUT telah berlangsung sejak 24 Agustus 2026 dan mencapai puncaknya pada Jumat, 28 Agustus 2026.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut dibiayai melalui dana iuran peserta didik (IPP) SMA Negeri 7 Kupang.
Tiga puluh tahun akhirnya bukan hanya menjadi angka bagi SMAN 7 Kupang.
Ia menjadi perjalanan yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya—dari para pendahulu kepada guru dan siswa hari ini.
Dan pada usia ke-30, sekolah memilih melanjutkan perjalanan itu dengan cara yang lebih nyata: menenun asa melalui karakter, merawat talenta melalui olahraga, dan melahirkan karya melalui kreativitas siswa.
Dari tiga dekade yang telah dilewati, SMAN 7 Kupang kini menatap tiga dekade berikutnya dengan harapan melahirkan generasi yang tidak hanya pintar, tetapi juga berbudaya, berkarakter dan benar-benar memberi dampak.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar