Awas, Masyarakat Waspada Event Lari Tidak Resmi
- account_circle Syawal
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Medan – Tren olahraga lari yang semakin digemari masyarakat di Sumatera Utara khususnya kota Medan dalam beberapa tahun terakhir mendapat sorotan. Di tengah maraknya fun run, night run, hingga event lari komunitas. Nah, pentingnya aspek legalitas, keamanan, dan profesionalisme penyelenggara.
Imbasnya fenomena penipuan berkedok event atau lomba lari maraton marak terjadi, seperti Fun Run 5 K Medan 2026 dan Sumatera Space Run yang dianggap merugikan banyak peserta .
Begitu juga dengan event Social Run Fun Run yang digelar 23 Agustus mendatang dan Horas Medan Morning Run yang juga digelar 23 Agustus mendatang. Kedua event ini diragukan legalitas. Apakah sudah memiliki rekomendasi
Ya, antusiasme masyarakat tidak boleh dimanfaatkan pihak-pihak yang menggelar kegiatan tanpa prosedur jelas. Masyarakat perlu lebih teliti sebelum mendaftar, apalagi untuk event dengan peserta besar yang menggunakan fasilitas umum.
“Olahraga lari memang jadi tren positif. Tapi masyarakat harus cermat memilih event yang resmi, berizin, dan benar-benar memperhatikan keselamatan peserta,” ujar Bambang, salah satu pengamat olahraga di Sumut, Sabtu (22/8)
Bambang menyebut, kualitas sebuah event lari tidak bisa hanya dinilai dari jumlah peserta atau viralitas di media sosial. Penyelenggaraan olahraga harus memenuhi standar administrasi, keselamatan, serta memiliki koordinasi dengan instansi terkait.
Ia menjelaskan, penyelenggara wajib berkoordinasi terlebih dahulu dengan induk cabang olahraga, yakni Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), lalu berkomunikasi dengan Dinas Kepemudaan, Olahraga serta aparat keamanan setempat. Langkah ini penting agar kegiatan berjalan tertib dan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum maupun teknis.
“Kalau suatu kegiatan tidak punya dukungan atau izin dari pemerintah daerah, masyarakat patut mempertanyakan legalitas dan kredibilitas penyelenggaranya,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan bahwa event olahraga massal memiliki risiko, mulai dari gangguan kesehatan peserta, kecelakaan di lintasan, hingga kericuhan akibat lemahnya pengaturan teknis. Karena itu penyelenggara wajib menyiapkan sistem keamanan yang baik, termasuk petugas medis dan perlindungan asuransi.
“Keselamatan peserta harus jadi prioritas. Idealnya ada asuransi, tim medis, pengamanan jalur, sampai mekanisme evakuasi darurat,” jelasnya. Keberadaan asuransi peserta, kata dia, menjadi salah satu indikator event dikelola secara profesional dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, tumbuhnya industri olahraga di daerah pantas diapresiasi
Meski begitu, ia menekankan pertumbuhan industri olahraga harus dibarengi kepatuhan pada regulasi dan standar penyelenggaraan. Rekomendasi dari induk organisasi olahraga disebutnya sebagai syarat penting agar event memiliki legitimasi. Tanpa rekomendasi, kualitas pelaksanaan sulit dipastikan, termasuk keberadaan marshal, juri, maupun wasit.
“Kalau tidak ada rekomendasi, kualitas penyelenggaraannya patut dipertanyakan karena perangkat pertandingan dan sistem pengawasannya juga tidak jelas,” katanya.
Fenomena fomo atau ikut-ikutan tren di media sosial juga menjadi perhatian. Banyak pelari pemula terdorong ikut event hanya karena populer tanpa mengecek legalitas penyelenggara. Dia mengingatkan hal itu bisa membuat masyarakat mengabaikan faktor keamanan dan keselamatan pribadi.
Nah, masyarakat agar tidak mudah tergiur promosi event yang ramai di media sosial. Calon peserta diminta aktif mencari informasi soal penyelenggara, izin kegiatan, hingga rekam jejak event sebelumnya sebelum mendaftar.
Sementara penyelenggara Sumatera Selatan Space Run yang digelar 30 Agustus mendatang belum mempunyai Rekom kegiatan. “Kami lagi mengurus izinnya” ,kata salah satu panitia.
.
- Penulis: Syawal




Saat ini belum ada komentar