Kekeringan Melanda 8 Desa di Cirebon, BPBD Salurkan 24.000 Liter Air Bersih
- account_circle Hadi Supangat
- calendar_month 3 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

CIREBON, JARRAKPOS.COM – Dampak musim kemarau mulai terasa di Kabupaten Cirebon. Sebanyak delapan desa di sejumlah kecamatan kini mengalami krisis air bersih, memaksa Pemerintah Kabupaten Cirebon untuk mengambil langkah tanggap darurat.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, status siaga darurat kekeringan dan kebakaran lahan telah ditetapkan sejak 1 Juli 2026. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi meluasnya dampak kemarau yang berpotensi mempengaruhi hingga 563.000 jiwa di wilayah rawan.
Lima Kecamatan Zona Merah
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon, Samsul Huda, mengungkapkan bahwa pemetaan data tiga tahun terakhir menunjukkan lima kecamatan memiliki potensi tinggi mengalami krisis air, yaitu Klangenan, Gegesik, Sedong, Mundu, dan Gempol.
“Hingga saat ini, laporan kesulitan air sudah masuk dari tiga wilayah, yakni Kecamatan Gegesik, Klangenan, dan Sedong,” kata Samsul, Rabu (12/8/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, BPBD telah mendistribusikan bantuan air bersih ke empat titik prioritas:
1. Desa Sibubut, Kecamatan Gegesik
2. Desa Slangit, Kecamatan Klangenan
3. Desa Sampiran, Kecamatan Talun
4. Desa Panongan Lor, Kecamatan Sedong
Total bantuan yang telah disalurkan mencapai 24.000 liter, menggunakan armada tangki berkapasitas 4.000 liter per perjalanan.
Solusi Jangka Panjang: Sumur Bor dan Normalisasi Embung
Selain distribusi air tangki sebagai penanganan awal, Pemkab Cirebon tengah menyiapkan solusi infrastruktur jangka panjang. Pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Kedeputian Kedaruratan BNPB untuk mengusulkan pembangunan 10 titik sumur bor baru di wilayah rawan.
“Sumur bor menjadi solusi berkelanjutan agar masyarakat tidak terus bergantung pada bantuan air tangki setiap musim kemarau,” jelas Samsul. Skema serupa sebelumnya terbukti efektif di wilayah Greged dan Gempol.
Selain itu, Pemkab juga berencana melakukan normalisasi embung di sejumlah lokasi untuk meningkatkan kapasitas tampungan cadangan air, serta menambah jumlah armada tangki untuk memperkuat distribusi jika permintaan meningkat.
Masyarakat di wilayah rawan dihimbau untuk menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa atau BPBD jika mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. (JP)
- Penulis: Hadi Supangat




Saat ini belum ada komentar