HUT KBB ke-19, Jeje Ritchie Ismail Tegaskan Amanah untuk Rakyat Bukan Sekadar Seremoni
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM. BANDUNG BARAT – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bandung Barat (KBB) ke-19 menjadi momentum refleksi bagi Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk memperkuat komitmen dalam menjaga amanah dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail usai memimpin upacara HUT KBB ke-19 yang berlangsung di Lapangan Mekarsari, Kompleks Perkantoran Pemkab Bandung Barat, Jumat (19/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, Jeje hadir didampingi Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail.
Menurut Jeje, usia ke-19 merupakan fase kedewasaan bagi sebuah daerah. Karena itu, perayaan tahun ini sengaja dilaksanakan secara sederhana namun tetap sarat makna dan manfaat bagi masyarakat.
“Usia 19 tahun ibarat manusia yang mulai dewasa. Karena itu, peringatannya tidak dilakukan secara berlebihan, tetapi lebih diarahkan pada kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Jeje.
Rangkaian kegiatan HUT KBB diawali dengan istigasah, ziarah ke makam para tokoh, hingga penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Upacara peringatan juga mendapat perhatian peserta melalui penampilan drum band Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang memeriahkan jalannya acara.
Terkait kemungkinan adanya hiburan bagi masyarakat, Jeje mengatakan pemerintah daerah masih akan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah serta membuka peluang kerja sama dengan pihak sponsor.
“Kami harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran. Jika memungkinkan, akan ada dukungan sponsor. Dari pemerintah daerah sendiri, kegiatan yang diprioritaskan adalah yang benar-benar dibutuhkan masyarakat seperti seminar dan kegiatan edukatif lainnya,” katanya.
Pada peringatan tahun ini, Pemkab Bandung Barat mengusung tema “Ngajaga Amanah, Ngawangun Raharja”. Tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh aparatur pemerintah agar bekerja dengan penuh tanggung jawab serta memastikan setiap rupiah anggaran daerah memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kita harus menjaga amanah dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menyakiti masyarakat. Setiap anggaran yang digunakan harus bisa dirasakan dampak dan manfaatnya,” tegas Jeje.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat gotong royong, kebersihan lingkungan, serta mendukung pembangunan daerah demi mewujudkan Bandung Barat yang lebih maju dan sejahtera.
“Kita bangun Bandung Barat bersama-sama. Jaga kebersihan, jaga pembangunan, dan perkuat gotong royong agar daerah ini semakin baik, semakin maju, dan semakin amanah,” ujarnya.
Raih WTP Lima Kali Berturut-turut
Di tengah peringatan hari jadi daerah, Pemkab Bandung Barat juga menerima kabar membanggakan. Pemerintah daerah kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jawa Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2025.
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) tersebut diserahkan di Kantor BPK RI Perwakilan Jawa Barat dan diterima langsung oleh Bupati Jeje Ritchie Ismail bersama Ketua DPRD Kabupaten Bandung Barat Muhammad Mahdi.
Capaian ini menjadi opini WTP kelima secara berturut-turut sejak tahun anggaran 2021, sekaligus yang keenam sepanjang sejarah Kabupaten Bandung Barat.
Jeje menyebut keberhasilan mempertahankan opini WTP merupakan hasil sinergi antara seluruh perangkat daerah, DPRD, dan masyarakat Bandung Barat.
“Ini bukti bahwa pengelolaan keuangan daerah terus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan yang berlaku,” katanya.
Meski demikian, Jeje menegaskan bahwa opini WTP bukanlah tujuan akhir pemerintahan. Menurutnya, ukuran keberhasilan sesungguhnya adalah sejauh mana anggaran daerah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“WTP bukan sekadar penghargaan administratif. Yang paling penting adalah bagaimana anggaran daerah benar-benar memberi manfaat dan berdampak bagi masyarakat,” tegasnya.
Perbup Pesantren Jadi Kado Istimewa HUT KBB
Sementara itu, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menyampaikan bahwa momentum HUT KBB ke-19 juga ditandai dengan pengesahan regulasi terkait pondok pesantren yang selama ini dinantikan berbagai kalangan.
Menurut Asep, regulasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya mewujudkan visi Bandung Barat yang religius sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pengembangan pesantren dan para guru ngaji.
“Alhamdulillah, pada usia ke-19 Kabupaten Bandung Barat, regulasi terkait pesantren akhirnya dapat disahkan. Ini merupakan hal yang telah lama dinantikan,” ungkap Asep.
Ia menjelaskan, regulasi tersebut akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memberikan perhatian dan dukungan yang lebih optimal kepada pondok pesantren, guru ngaji, serta berbagai program keagamaan lainnya.
“Ke depan, regulasi ini menjadi payung hukum yang kuat untuk mendukung keberadaan pondok pesantren, guru ngaji, dan berbagai program keagamaan sebagai bagian dari pembangunan karakter masyarakat Bandung Barat,” pungkasnya.***
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar