Karnaval Budaya Kupang Jadi Panggung Harmoni dan Penggerak UMKM
- account_circle Mario
- calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Suasana Bundaran Tirosa, Sabtu (25/4/2026) malam, berubah menjadi panggung besar yang memadukan warna, budaya, dan semangat kebersamaan.
Ribuan warga memadati lokasi untuk menyaksikan Karnaval Budaya yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun ke-140 Kota Kupang sekaligus 30 tahun sebagai daerah otonom.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, tampil mencuri perhatian dengan balutan busana adat Nagekeo saat secara resmi melepas peserta karnaval. Ia didampingi istrinya dr. Widya Cahya dan Wakil Wali Kota Serena Francis, bersama jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa karnaval ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ruang untuk merayakan identitas Kota Kupang yang dibangun di atas keberagaman.
“Kita tidak hanya menyaksikan parade, tetapi merayakan jati diri Kota Kupang. Keberagaman bukan pemisah, melainkan kekuatan yang menyatukan,” ujarnya.
Ia menggambarkan Kota Kupang sebagai miniatur Indonesia, tempat berbagai suku, etnis, dan agama hidup berdampingan dalam harmoni. Menurutnya, harmoni bukan berarti keseragaman, tetapi keseimbangan dalam perbedaan.
Sekitar 50 paguyuban etnis Nusantara turut ambil bagian dalam karnaval ini. Mereka menampilkan ragam tarian tradisional, busana adat, serta atraksi budaya yang memukau.
Perpaduan nuansa tradisional dengan sentuhan modern semakin terasa lewat penampilan musik dari Sky Band dan pertunjukan seni dari sanggar lokal.
Lebih dari sekadar hiburan, karnaval ini juga membuka ruang ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas UMKM terlihat menggeliat di sekitar lokasi acara, mulai dari kuliner hingga kerajinan.
Salah satu pelaku UMKM, penjual ubi goreng, mengaku merasakan langsung dampak positif dari kegiatan tersebut.
“Kalau hari biasa jual paling habis sedikit. Tapi malam ini ramai sekali, ubi goreng saya cepat habis. Acara seperti ini sangat membantu kami pedagang kecil,” tuturnya sambil melayani pembeli.
Wali Kota Kupang pun menegaskan bahwa geliat ekonomi ini menjadi bukti bahwa kegiatan budaya mampu mendorong pertumbuhan sektor kreatif.
“Banyak pelaku usaha terlibat, dari perias, penyewa busana adat, sampai penjual kain tenun. Ini tanda ekonomi kreatif kita bergerak,” katanya.
Ia berharap karnaval budaya ini dapat menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan bahkan menarik wisatawan dari luar daerah.
“Kita ingin ke depan kegiatan seperti ini menjadi magnet wisata. Bukan tidak mungkin hotel-hotel di Kupang akan penuh saat event ini digelar,” ujarnya optimistis.
Di akhir sambutannya, Wali Kota mengajak seluruh masyarakat menjaga Kota Kupang sebagai warisan bersama.
“Perayaan ini bukan sekadar usia, tetapi perjalanan panjang penuh tantangan dan kebersamaan. Kota ini adalah titipan untuk generasi mendatang,” pungkasnya.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar