Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » OLAHRAGA » Sumut Harus Jadi Grand Desain Keolahragaan Nasional

Sumut Harus Jadi Grand Desain Keolahragaan Nasional

  • account_circle Syawal
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Medan – Sumatera Utara (Sumut) secara historis dikenal sebagai salah satu “gudang” atlet berprestasi nasional di luar Jawa, dengan pencapaian tertinggi peringkat ke-4 di PON. Olahraga Sumut berkembang dari cabang tradisional seperti sepak bola dan atletik menuju diversifikasi ke cabor baru seperti pickleball, savate, dan selam, serta sukses menjadi tuan rumah PON XXI/2024. 

“Sumatera Utara menjadi salah satu tujuan tempat uji publik grand desain keolahragaan nasional, dan kita tahu ini adalah gudang atlet berprestasi dari beberapa cabang olahraga. Ketika ada PON, Sumut menjadi salah satu daerah yang terbaik diluar Jawa. Bahkan, ada cabang olahraga tertentu yang menonjol seperti sepak bola, tinju, wushu, dan lainnya,” kata Irdam Kodam I/BB Brigjen TNI AD Josafath Duka dalam bincang bincang dengan mantan ketua umum/CEO PSMS Indra Sakti Harahap

Disebutkan, salah satu atlet terbaik di Sumatera Utara adalah Egy Maulana Vikri. Pesepak bola binaan Kemenpora RI ini meniti karir di eropa dan pernah memperkuat klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Selain itu, juga ada kapten Timnas U-19 Indonesia, David Maulana. Kemudian juga ada Lindswell Kwok, atlet wushu dengan prestasi yang mendunia. Kini, Lindswell sudah pensiun.”Maka, bagi saya, peta olahraga nasional, Sumatera Utara adalah daerah yang penting sebagai penyumbang atlet dan talenta yang luar biasa,” sebut Irdam Kodam I/BB Brigjen Josafath Duka

Dalam bincang bincang santai itu Brigjen Josafath Duka mempunyai pemikiran positif untuk mengembalikan kejayaan olahraga di Sumut seperti tinju, atletik, renang, sepakbola.

Beliau merencanakan untuk menggelar berbagai event olahraga. Dengan tujuan, Sumatera Utara benar benar gudang nya atlet.

“Sumut bukan asing bagi Saya. Saya tau betul prestasi olahraga Sumut. Jadi, kita ingin mendorong Sumut kembali di segani di pentas nasional”, kata pria yang beristri kan boru Manik kelahiran Medan.

Untuk itu, mereka menginginkan seluruh stakeholder olahraga dan pihak terkait lainnya secara bersama-sama menyukseskan grand desain keolahragaan nasional. “Saya optimis dan yakin bahwa Sumut bisa terus menyumbangkan atlet untuk Indonesia diberbagai cabang olahraga,” jelasnya.

Apalagi jelas timpal mantan Ketua Umum/CEO PSMS Indra Sakti Harahap menyebut kan petinju-petinju amatir di Sumut dinilai sangat minim mengikuti berbagai kejuaraan. Hal ini ditengarai menjadi satu penyebab menurunnya prestasi Tinju beberapa tahun belakangan ini. Padahal Sumut memiliki banyak bibit-bibit berbakat.

“Dalam beberapa tahun belakangan ini kejuaraan Tinju memang sangat minim digelar. Akibatnya Petinju kita sangat kekurangan jam terbang. Artinya, kalau hanya latihan saja tanpa adanya kejuaraan, tentunya tidak ada gunanya,” tutur pria yang juga ketua Trup Gembira Indonesia

Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, kejuaraan di Sumut hampir rutin setiap bulan digelar. Dengan demikian atlet juga dapat mengevaluasi kekurangan dari kejuaraan yang diikutinya. Dan semakin termotivasi untuk terus meningkatkan kualitas. “Berbeda dengan sekarang, sangat jarang digelar kejuaraan. Kalaupun ada, hanya sebatas Kejurda atau Kejurnas. Kalau hanya dua kejuaraan ini saja jelas sangat tidak cukup untuk menambah pengalaman atlet,” jelas Indra yang juga ketua Ikatan alumni SMAN 8 Medan

Atletik Sumatera Utara. menurut nya mencatatkan prestasi gemilang, terutama dengan menjuarai umum POMNAS 2023 (7 emas) dan memecahkan rekor nasional di PON XXI 2024 melalui Nella Agustin (200m, 400m gawang, dan estafet 4x400m campuran). Stadion Madya Atletik Sumut juga sukses menyelenggarakan Kejuaraan Asia Tenggara U18/U20 2025. 

PON XXI Aceh-Sumut 2024: Tim Sumut memecahkan rekor nasional/PON di nomor estafet 4×400 meter campuran dengan waktu 
. Nella Agustin menjadi bintang dengan rekor nasional di nomor 200m putri dan 400m gawang.

Di POMNAS 2023 (Banjarmasin), Atletik Sumut juara umum dengan 7 emas, 1 perak, dan 3 perunggu. Siska Simamora menyumbang 3 emas (1.500m, 5.000m, 10.000m) dan Nella Agustin 2 emas (200m, 400m).

Kemudian Daniel Simanjuntak meraih 2 medali emas (5.000m & 10.000m) di Singapore Open 2026.

Kesia Sihotang memecahkan rekor nasional U18 nomor 2.000m halang rintang di Kejuaraan Asia Tenggara U18 & U20 2025 di Sumut.

Sultan F Hasibuan meraih perak 3.000m putra U18 di kejuaraan yang sama.

Dari perbincangan juga diungkapkan mereka pembinaan cabor sepeda Sumut yang daerah ini punya pebalap andalan seperti Sutiono

Atlet Sumut itu yang sangat hebat, pernah mendapatkan 5 medali emas cabang balap sepeda pada PON ke-8 tahun 1973. Sayangnya setelah Sutiono, kejayaan atlet balap sepeda Sumut berakhir dan belum tergantikan sampai saat ini,” cetus pria yang juga ketua Marga Harahap kota Medan…( Mahajaya)

Legenda

Sumut juga punya Parluatan Siregar, atlet lari jarak jauh, pernah meraih emas dan memecahkan rekor 3.000m Steeple Chase di Manila (1991) dan emas 1.500m SEA Games Singapura (1993).

Nah, Sumut kini menempatkan diri sebagai provinsi yang solid dalam pembangunan ekosistem olahraga, tidak hanya berfokus pada prestasi tetapi juga pada regenerasi atlet di berbagai cabang olahraga. 

“Sumatera Utara merupakan salah satu provinsi yang paling sering berpartisipasi di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Sumut hanya sekali absen, yakni pada penyelenggaraan pertama di Surakarta 1948, itu pun dengan catatan”, timpal pengamat Olahraga Sumut Indra Sakti Harahap

Sekadar mengingatkan, PON edisi pertama hanya diikuti oleh daerah-daerah di Pulau Jawa yang kala itu masih memakai istilah Karesidenan. Baru pada edisi kedua di Jakarta (1951) provinsi lain mulai ikut serta, termasuk Sumatra Utara.

Berdasarkan catatan sejarah, posisi tertinggi Sumut dalam satu penyelenggaraan PON adalah peringkat keempat. Pencapaian ini pernah terjadi dua kali, yakni saat menjadi tuan rumah (1953) dan di Jakarta edisi kedelapan (1973).

Selebihnya, Sumut seringkali menduduki 10 besar klasemen akhir perolehan medali PON. Ada pun jumlah medali paling banyak didapatkan pada PON XVII Kalimantan Timur (2008), yakni 50 (20 emas, 11 perak, 29 perunggu).

Sementara itu, pencapaian terendah Sumatra Utara di PON terjadi pada edisi ke-11 di Jakarta (1985). Mereka harus puas menduduki ranking ke-19 dari 27 provinsi, dengan perolehan enam medali emas, 19 perak, dan 14 perunggu.

Tahun 2028, Sumut menginginkan prestasi terukir positif Artinya, Sumatra Utara berharap bisa bertengger minimal di empat besar klasemen akhir PON XXII 2028

Stagnan

Dari cabor sepakbola dalam perbincangan itu terungkap bahwa Sumatera Utara belum menunjukkan perkembangan signifikan

Hasil yang diraih tim sepakbola Sumut dalam beberapa ajang terakhir menjadi indikator stagnasi prestasi. Ia mencontohkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh–Sumut tahun 2024, di mana tim Sumut hanya mampu melaju hingga babak penyisihan.

Prestasi sepakbola Sumut belum menunjukkan kemajuan. Di PON Aceh–Sumut kemarin saja, kita hanya sampai babak penyisihan,” ujarnya Indra

Prestasi haru dimulai dari pembinaan usia dini karena itu merupakan dasar melahirkan pemain berbakat. Banyaknya kompetisi usia dini merupakan hal positif bagi sepak bola Indonesia. Namun, kompetisi atau turnamen ini harus ditata dengan baik.

“Dulu pembinaan atau turnamen itu sedikit, tapi terkoordinasi. Sekarang banyak, tapi tidak terkoordinasi,” ujarnya

Menurutnya, pembinaan pemain muda harus dilakukan dengan sinergi. Tidak hanya harus berjenjang, pembinaan melalui turnamen untuk usia muda seharusnya diintegrasikan agar jadwalnya tidak tumpang-tindih.

“Masyarakat dan dunia usaha ini juga ikut bergerak artinya mereka perlu dibimbing. Jadwalnya diatur, jangan sampai tabrakan. Kalau tidak ada koordinasi, latihan terus tapi tidak ada kejuaraannya. Pas di momen tertentu turnamennya yang padat, tidak sempat latihan,” katanya

Di sisi lain, penerapan kurikulum sepak bola nasional dalam filosofi sepak bola Indonesia (Filanesia) mulai menyentuh turnamen-turnamen yang diinisiasi swasta. Dan, saat ini,hampir semua kelompok umur sejak U-9 hingga U-18 memang sudah ada kompetisinya.

“Namun sebarannya belum merata dan terlalu terpusat. Menjadi tugas bidang pembinaan usia muda PSSI untuk menggairahkan kompetisi kelompok umur di luar Jawa karena potensi pemain cukup banyak di sana,” tambahnya.

Nah, sebaiknya PSSI berfokus pada kompetisi usia muda yang mendekati senior. Sementara usia muda di bawahnya, termasuk usia dini, digarap stakeholders yang lain.

Ke depannya Asprov PSSI Sumut dapat melakukan pembenahan secara menyeluruh, khususnya dalam pengelolaan kompetisi . Pentingnya sistem kompetisi yang berjalan baik tanpa memberatkan klub-klub peserta.

Nah,dari perbincangan dan diskusi ini dapat menyelenggarakan kegiatan yang berkonstribusi untuk perkembangan olahraga di Sumatra Utara

  • Penulis: Syawal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Piala AFF U-19: Ujian Sinergitas Pemerintah dan Ladang Kesejahteraan Warga Kota Medan

    Piala AFF U-19: Ujian Sinergitas Pemerintah dan Ladang Kesejahteraan Warga Kota Medan

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Syawal
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Medan – Menjadi tuan rumah bagi sebuah ajang internasional berskala besar dengan durasi panjang seperti kompetisi yang berlangsung selama kurang lebih 10 hari bukan sekadar tentang prestise di atas kertas. Lebih dari itu, momentum ini merupakan stimulus kuat bagi roda perekonomian daerah, mulai dari sektor akar rumput hingga industri makro. Di level akar rumput, dampak […]

  • Koperasi Merah Putih di Puncak Gunung yang Viral Dilakukan Peninjauan

    Koperasi Merah Putih di Puncak Gunung yang Viral Dilakukan Peninjauan

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 201
    • 0Komentar

    KENDAL,JARRAKPOS.COM – Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) RI bersama Mabes TNI turun langsung melakukan peninjauan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Kediten, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Kunjungan tersebut dilakukan setelah lokasi KDKMP menjadi perbincangan publik karena berada di kawasan perbukitan yang dianggap jauh dari pusat aktivitas masyarakat. Peninjauan lapangan dilaksanakan […]

  • Sengketa Aset Pemkot Magelang – Akademi TNI Usai, Walikota Magelang Sujud Syukur

    Sengketa Aset Pemkot Magelang – Akademi TNI Usai, Walikota Magelang Sujud Syukur

    • calendar_month Jumat, 14 Nov 2025
    • account_circle Feri Taufiandi
    • visibility 404
    • 0Komentar

    KOTA MAGELANG, JARRAKPOS.COM – Wali Kota Magelang Damar Prastyono melakukan sujud syukur sesaat setelah anggota Akademi TNI menurunkan logo TNI dari gedung Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang, Jumat (14/11/2025). Momen itu disebutnya sebagai wujud rasa syukur seorang manusia beriman atas tuntasnya persoalan aset yang telah mengganjal Kota Magelang lebih dari satu dekade. Penurunan logo TNI diawali […]

  • UNIKU Kembali Luluskan 1.517 Mahasiswa Program PPG Guru Tertentu Daljab Tahap II Tahun 2025

    UNIKU Kembali Luluskan 1.517 Mahasiswa Program PPG Guru Tertentu Daljab Tahap II Tahun 2025

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Ghana
    • visibility 208
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Sebanyak 1.517 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Dalam Jabatan Tahap II Tahun 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) berhasil lulus dengan baik. Prosesi pelaksanaan kelulusan tersebut, berlangsung di Ballroom Asmarandana Grand Cordela Hotel Kuningan, Senin (29/12/2025) pagi. Nampak hadir seluruh jajaran Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan […]

  • AHY Dorong Kunci Bersama Menjadi Kawasan Strategis Pertumbuhan Nasional

    AHY Dorong Kunci Bersama Menjadi Kawasan Strategis Pertumbuhan Nasional

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 63
    • 0Komentar

    JAKARTA, Jarrakpos.com — Kunci Bersama Summit 2026 mengusung tema “Sinergi Lintas Batas Membangun Ekosistem Investasi, Kolaborasi, dan Kemajuan Kawasan Perbatasan Jawa Barat–Jawa Tengah Menuju Indonesia Emas 2045.” Kegiatan yang berlangsung di Hotel Merlynn Park, Jakarta, Senin (27/7/2026), menjadi momentum strategis bagi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan investor untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi […]

  • Festival Sastra Santarang 2026 Dimulai, Dusun Flobamora Rayakan 15 Tahun Berkarya

    Festival Sastra Santarang 2026 Dimulai, Dusun Flobamora Rayakan 15 Tahun Berkarya

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 44
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Festival Sastra Santarang (FSS) 2026 resmi digelar di Kota Kupang, Jumat (28/8/2026). Mengusung tema “Kota dan Kita”, festival yang berlangsung selama 28–29 Agustus 2026 ini sekaligus menjadi momentum bagi Komunitas Sastra Dusun Flobamora untuk menandai 15 tahun perjalanan berkarya dan menghidupkan ekosistem sastra di Nusa Tenggara Timur. Koordinator Pelaksana Komunitas Sastra Dusun Flobamora, […]

expand_less