Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Kuota Pupuk Rote Ndao Turun, Usman Husin Pertanyakan di Tengah Bertambahnya Lahan Pertanian

Kuota Pupuk Rote Ndao Turun, Usman Husin Pertanyakan di Tengah Bertambahnya Lahan Pertanian

  • account_circle Mario
  • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Persoalan kuota pupuk kembali menjadi perhatian di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya Kabupaten Rote Ndao. Di tengah bertambahnya luas lahan pertanian, kuota pupuk urea di daerah tersebut justru disebut mengalami penurunan.

Kondisi ini disoroti Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB dari Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II, Usman Husin, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi IV DPR RI bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) beserta anak perusahaannya, Selasa (8/9/2026).

Usman mempertanyakan dasar penurunan kuota tersebut. Ia menyebut kuota pupuk urea Rote Ndao sebelumnya berada di kisaran 4.000 ton, namun kemudian turun menjadi sekitar 3.900 ton.

Menurutnya, penurunan kuota tersebut perlu dijelaskan karena kebutuhan pupuk seharusnya mengikuti perkembangan sektor pertanian di daerah.

“Rote Ndao itu sebelumnya kuota ureanya sekitar 4.000 ton, sekarang turun menjadi sekitar 3.900 ton. Pertanyaannya, kenapa kuotanya turun sementara lahan pertanian kita bertambah?” ujar Usman.

Ia menilai penetapan kuota pupuk tidak boleh hanya berpatokan pada data lama. Pemerintah dan pihak terkait perlu memperhatikan perkembangan luas lahan, jumlah petani, pola tanam serta kebutuhan produksi pertanian di masing-masing wilayah.

Usman menegaskan, bertambahnya luas lahan pertanian semestinya diikuti dengan dukungan sarana produksi yang memadai, termasuk pupuk.

Apalagi NTT merupakan salah satu daerah yang mayoritas masyarakatnya menggantungkan kehidupan pada sektor pertanian. Karena itu, kebijakan pupuk harus benar-benar disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

“Jangan sampai lahan pertanian bertambah, tetapi kuota pupuk justru berkurang. Ini harus ada penjelasan dan perhitungan yang jelas,” tegasnya.

Menurut Usman, persoalan serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain. Ia menyebut ada wilayah yang sebelumnya mendapatkan kuota sekitar 5.000 ton, tetapi kemudian turun menjadi 4.000-an ton.

Kondisi tersebut, kata dia, perlu dievaluasi agar kebijakan kuota tidak justru menghambat peningkatan produksi pangan di daerah.

Selain mempertanyakan kuota, Usman juga menyoroti persoalan distribusi pupuk. Ia menyebut stok pupuk per 8 September 2026 mencapai sekitar 1,268 juta ton.

Menurutnya, jumlah stok yang besar harus diikuti dengan sistem distribusi yang mampu menjangkau petani hingga ke sentra-sentra produksi.

Ia mencontohkan masih ada petani yang harus menempuh jarak sekitar empat hingga lima kilometer untuk mendapatkan pupuk. Kondisi tersebut membuat petani harus mengeluarkan biaya transportasi tambahan yang tidak sedikit.

“Kalau petani harus berjalan empat sampai lima kilometer untuk mengambil pupuk, ongkos angkutnya bisa lebih mahal daripada harga pupuknya sendiri,” kata Usman.

Karena itu, ia meminta keberadaan kios pupuk disesuaikan dengan lokasi sentra pertanian. Kios harus berada sedekat mungkin dengan petani dan lahan produksi.

Bagi Usman, persoalan pupuk di Rote Ndao tidak bisa hanya dilihat dari angka kuota. Pemerintah perlu memastikan apakah kuota yang ditetapkan benar-benar mencukupi kebutuhan petani di lapangan.

Ia meminta PT Pupuk Indonesia dan pihak terkait membuka data serta dasar perhitungan kuota secara transparan, sehingga dapat diketahui apakah penurunan kuota memang sesuai kebutuhan atau justru berpotensi menimbulkan kekurangan pupuk.

“Yang kita butuhkan adalah data yang jelas. Kalau lahan bertambah, kebutuhan petani meningkat, maka kuotanya juga harus dihitung berdasarkan kondisi terbaru,” ujarnya.

Ia juga mendorong agar jumlah kios pupuk di NTT dipetakan secara rinci berdasarkan kabupaten dan wilayah sentra pertanian. Dengan begitu, daerah yang masih kekurangan akses dapat segera mendapatkan penambahan kios.

Usman menilai persoalan pupuk memiliki hubungan langsung dengan target peningkatan produksi pangan nasional.

Menurutnya, upaya mewujudkan swasembada pangan tidak cukup hanya dengan memperluas lahan pertanian. Petani juga harus mendapatkan pupuk dan sarana produksi lainnya secara tepat jumlah, tepat waktu, dan mudah dijangkau.

“NTT itu mayoritas petani. Suksesnya swasembada pangan artinya suksesnya juga dari PT Pupuk Indonesia,” kata Usman.

Ia berharap persoalan kuota dan distribusi pupuk di Rote Ndao maupun daerah lainnya di NTT dapat menjadi perhatian serius, sehingga petani tidak menjadi pihak yang dirugikan akibat kebijakan yang tidak sesuai dengan perkembangan kebutuhan di lapangan.

Dengan bertambahnya lahan pertanian, menurut Usman, kebijakan pupuk semestinya ikut bergerak menyesuaikan kebutuhan petani, bukan justru sebaliknya.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pangdam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Dumai

    Pangdam XIX Tuanku Tambusai Perkuat Akses Air Bersih Bagi Masyarakat Dumai

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 78
    • 0Komentar

      DUMAI,Jarrakpos.com  — Di sela kunjungan kerja ke wilayah Kodim 0320/Dumai untuk meninjau kondisi dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP., meninjau langsung fasilitas Program Manunggal Air Bersih di Jalan Pinang Merah, Kelurahan Bukit Kayu Kapur, Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai, Minggu (30/8/2026). […]

  • Pemkot Kupang Perkuat Kesejahteraan UKM Lewat Bantuan Sarana Produksi di Tahun 2025

    Pemkot Kupang Perkuat Kesejahteraan UKM Lewat Bantuan Sarana Produksi di Tahun 2025

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Mario
    • visibility 270
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kota Kupang terus menunjukkan keberpihakannya kepada pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) melalui penyaluran bantuan sarana penunjang usaha sepanjang tahun 2025. Bantuan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas produksi, kualitas layanan, sekaligus kesejahteraan pelaku UKM di Kota Kupang. Pada tahun 2025, Dinas Koperasi dan UKM Kota Kupang menyalurkan bantuan sarana berupa […]

  • Ucapan Hari Raya Keluarga Besar Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan

    Ucapan Hari Raya Keluarga Besar Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • account_circle Mario
    • visibility 180
    • 0Komentar

    NTT, Jarrakpos.com- Dalam semangat Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H / 2026 M, keluarga besar Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Kehutanan Republik Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Idul Adha sebagai momentum memperkuat keikhlasan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap sesama maupun terhadap alam yang menjadi titipan bagi generasi penerus. […]

  • Peringati HUT Ke-81 TNI, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tinjau Langsung Donor Darah dan Pengobatan Gratis

    Peringati HUT Ke-81 TNI, Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Tinjau Langsung Donor Darah dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Diana Ningsih
    • visibility 50
    • 0Komentar

      PEKANBARU.JARRAKPOS.COM – Pangdam XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Dr. Agus Hadi Waluyo, S.A.P., M.M., CHRMP memimpin pelaksanaan Bakti Sosial Kesehatan dalam rangka memperingati HUT Ke-81 TNI di Aula Kaharuddin Nasution Makodam XIX/Tuanku Tambusai, Pekanbaru, Minggu (20/9/2026). Kegiatan yang menghadirkan layanan donor darah dan pengobatan gratis tersebut diikuti prajurit TNI AD, TNI AL, TNI AU serta […]

  • Safari Ramadhan di Mukomuko, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Serahkan Santunan

    Safari Ramadhan di Mukomuko, BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu Serahkan Santunan

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle admin
    • visibility 648
    • 0Komentar

    BENGKULU,jarrakpos.com-BPJS Ketenagakerjaan Bengkulu kembali melaksanakan penyerahan klaim secara simbolis kepada ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan bersama Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu Bapak Ir. H. Mian dan anggota DPR RI Komisi IX Ibu Eko Kurnia Ningsih saat kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Agung Kabupaten Mukomuko, Senin (17/3). Adapun santunan jaminan kematian ini diberikan kepada ahli waris Alm. […]

  • 30 Siswa di Kuningan Diduga Keracunan MBG, Bupati Minta Usut Tuntas

    30 Siswa di Kuningan Diduga Keracunan MBG, Bupati Minta Usut Tuntas

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Bupati Kuningan bersama Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) dan Dinas Pendidikan melakukan peninjauan langsung ke Puskesmas Ciwaru pada Senin (14/9/2026). Langkah ini diambil setelah puluhan siswa dilarikan ke puskesmas karena diduga mengalami keracunan usai menyantap Makanan Bergizi Gratis (MBG). ​Sejak siang hingga petang hari, kondisi Puskesmas Ciwaru dipadati oleh para pasien dan orang tua […]

expand_less