De Gadjah: Gelar Akademik Bukan Akhir Perjuangan, Jadilah Generasi yang Mandiri dan Bermanfaat bagi Masyarakat
- account_circle Gerindra
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

SINGARAJA, jarrakpos.com – Ketua DPD Partai Gerindra Bali, Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, mengajak para lulusan Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja untuk terus mengembangkan kemampuan, menjaga integritas, serta menjadi generasi yang mandiri, berdaya saing, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pesan tersebut disampaikan dalam momentum wisuda 693 lulusan program sarjana (S-1) dan magister (S-2) IAHN Mpu Kuturan yang berlangsung di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Jumat (23/10/2026).
De Gadjah menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh wisudawan dan wisudawati atas perjuangan mereka dalam menyelesaikan pendidikan.
Menurutnya, keberhasilan meraih gelar akademik bukanlah akhir dari sebuah perjuangan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk mengamalkan ilmu dalam kehidupan bermasyarakat.
“Pendidikan bukan semata-mata tentang gelar, tetapi tentang bagaimana ilmu yang kita miliki dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Saya berharap adik-adik kita tidak hanya siap mencari pekerjaan, tetapi juga berani menciptakan peluang dan membuka lapangan pekerjaan bagi sesama,” ujar De Gadjah.
Ia menekankan bahwa generasi muda Bali harus memiliki keberanian untuk bermimpi, kemauan untuk terus belajar, serta ketangguhan dalam menghadapi tantangan zaman.
Baginya, kesuksesan tidak selalu diukur dari jabatan, penghasilan, maupun kedudukan seseorang, tetapi juga dari kejujuran, kerja keras, kerendahan hati, dan kontribusi yang diberikan kepada lingkungan sekitarnya.
“Jangan pernah merasa berhenti belajar hanya karena sudah diwisuda. Teruslah berkembang, jangan takut memulai dari bawah, dan jangan pernah malu bekerja keras. Setinggi apa pun pendidikan kita, tetaplah rendah hati dan jangan melupakan orang tua serta masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan hidup kita,” pesannya.
De Gadjah juga berharap para lulusan mampu menjadi bagian dari kemajuan Bali, dengan tetap menjaga nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan semangat kebersamaan di tengah perkembangan dunia yang semakin kompetitif.
“Bali membutuhkan generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat dalam karakter, memiliki kepedulian sosial, dan mampu menjadi solusi bagi lingkungannya. Karena pada akhirnya, ilmu yang paling berharga adalah ilmu yang bermanfaat bagi sesama,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor IAHN Mpu Kuturan, Prof. Dr. I Gede Suwindia, menjelaskan bahwa sebanyak 693 mahasiswa dari empat fakultas dan 18 program studi mengikuti prosesi wisuda tersebut.
Ia berharap seluruh lulusan mampu menerapkan ilmu yang diperoleh selama menempuh pendidikan, baik melalui dunia kerja, kewirausahaan, maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Kami mengembalikan para lulusan ini kepada orang tua dan lingkungan masing-masing untuk mengabdi. Kami berharap mereka bisa bekerja dengan baik dan memberikan kontribusi nyata,” ujar Suwindia.
Menurutnya, IAHN Mpu Kuturan terus berupaya membangun sistem pendidikan yang tidak hanya menghasilkan pencari kerja, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu menciptakan peluang usaha secara mandiri.
Bahkan, sebagian besar mahasiswa disebut telah bekerja atau mulai merintis usaha sejak masih menjalani perkuliahan.
Untuk menjaga kualitas pendidikan, pihak kampus juga terus melakukan evaluasi melalui sistem penjaminan mutu dan tracer study guna memantau perkembangan serta penyerapan lulusan di dunia kerja.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Agama Republik Indonesia, Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafi’i, turut memberikan apresiasi atas perkembangan IAHN Mpu Kuturan yang telah bertransformasi dari sekolah tinggi menjadi institut.
Menurutnya, kemajuan tersebut merupakan modal penting bagi pengembangan kelembagaan ke depan, termasuk membuka peluang peningkatan status menjadi universitas.
Wamenag juga menekankan pentingnya perguruan tinggi dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki integritas, karakter yang kuat, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Momentum wisuda ini diharapkan menjadi awal lahirnya semakin banyak generasi muda Bali yang terdidik, mandiri, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi kemajuan daerah maupun Indonesia.
Sebab, keberhasilan pendidikan sejatinya bukan hanya melahirkan manusia yang berilmu, tetapi juga manusia yang mampu membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi kehidupan sesama.
- Penulis: Gerindra
- Editor: Editor





Saat ini belum ada komentar