Usman Husin Turun Langsung, Gelontorkan 12 Ton Benih Jagung Hibrida untuk Petani Kupang Barat dan Nekamese
- account_circle Mario
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakposcom- Perhatian terhadap petani tidak cukup hanya disampaikan lewat kata-kata, tetapi harus diwujudkan melalui dukungan nyata. Semangat itulah yang ditunjukkan Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Usman Husin, yang turun langsung menemui kelompok tani sekaligus menyalurkan bantuan benih jagung hibrida unggul kepada petani di Kecamatan Kupang Barat dan Nekamese, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Sebanyak 12 ton benih jagung hibrida berkualitas unggul disalurkn untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat di sejumlah desa. Bantuan tersebut menjadi bagian dari perjuangan aspirasi Usman Husin untuk membantu petani meningkatkan produktivitas lahan dan memperkuat ekonomi keluarga.
Bagi sebagian kelompok tani penerima, bantuan ini memiliki arti tersendiri. Mereka mengaku baru pertama kali mendapatkan bantuan benih jagung hibrida. Kehadiran bantuan tersebut pun membuka harapan baru agar hasil pertanian mereka semakin baik dan usaha tani dapat berkembang.
Dalam kunjungannya, Usman tidak hanya hadir untuk menyerahkan bantuan. Ia juga berdialog dengan petani, mendengarkan kebutuhan mereka, serta menyerap aspirasi terkait pengembangan pertanian di wilayah masing-masing.
“Bicara petani itu bicara tentang maju atau mundurnya suatu daerah. Kalau petaninya maju, daerah juga punya peluang besar untuk berkembang,” tegas Usman.
Menurutnya, petani merupakan salah satu penopang penting kehidupan masyarakat. Karena itu, dukungan terhadap sektor pertanian harus dilakukan secara konkret, mulai dari penyediaan benih unggul hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) yang dibutuhkan untuk mengolah lahan.
Ia menjelaskan, bantuan benih tersebut merupakan hasil perjuangan melalui jalur aspirasi yang ditujukan untuk menjawab kebutuhan kelompok tani di daerah pemilihan NTT II, yang meliputi wilayah Timor, Sumba, Rote, dan Sabu.
“Saya mencari kelompok-kelompok tani yang membutuhkan bantuan supaya mereka bisa mendapatkan benih, bibit, dan alsintan untuk mendukung usaha pertanian. Semua bantuan ini diberikan cuma-cuma, tidak dipungut biaya sepeser pun,” ujarnya.
Usman menegaskan, bantuan tersebut harus dimanfaatkan dengan baik agar memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi dan kesejahteraan petani. Ia juga mengingatkan agar penyaluran bantuan tidak disalahgunakan dan benar-benar sampai kepada kelompok tani yang membutuhkan.
Di Desa Sumlili, Kecamatan Kupang Barat, penyaluran benih jagung hibrida disambut dengan sukacita oleh para petani. Bagi mereka, bantuan tersebut menjadi kesempatan untuk mengembangkan usaha pertanian dengan dukungan benih unggul.
Wilayah Sumlili memiliki potensi pertanian yang beragam. Selain jagung dan padi, masyarakat juga mengembangkan bawang merah. Pada lahan tertentu, komoditas bawang merah bahkan berpotensi ditanam dua hingga tiga kali dalam setahun.
Potensi tersebut membutuhkan dukungan sarana produksi yang memadai agar petani dapat mengoptimalkan lahan dan meningkatkan hasil panen.
Usman mengaku bersyukur dapat hadir langsung di Sumlili dan bertemu dengan masyarakat. Menurutnya, pertemuan dengan petani penting untuk mengetahui kondisi riil di lapangan, termasuk kebutuhan yang belum terpenuhi.
Ia berharap benih yang disalurkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga petani semakin bersemangat mengembangkan usaha pertanian.
Bantuan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal bagi kelompok tani yang selama ini belum memperoleh dukungan serupa untuk meningkatkan kemampuan produksi mereka.
Penyaluran bantuan benih jagung hibrida menjangkau sejumlah desa di Kecamatan Kupang Barat dan Nekamese.
Di wilayah Kupang Barat, kelompok tani penerima berasal dari Desa Oenaek, Oematnunu, Tesabela, Lifuleu, Tablolong, Sumlili, serta Kelurahan Batakte, Manulai I dan Desa Bolok.
Sementara itu, di Kecamatan Nekamese, penyaluran mencakup kelompok tani dari Desa Oemasi, Oelomin, Tunfeu, Besmarak, Oben, Taloetan, Tasikone, dan Bone.
Di Desa Oematnunu, bantuan disebut menjangkau kelompok tani dari beberapa desa sekitar, yakni Oenaek sebanyak empat kelompok, Oematnunu empat kelompok, Tesabela dua kelompok, Lifuleu dua kelompok, dan Tablolong satu kelompok. Adapun di wilayah Batakte dan Manulai I.
Besaran bantuan untuk setiap kelompok disesuaikan dengan luas lahan dan kebutuhan pertanian. Berdasarkan catatan penyaluran, kelompok tani menerima benih dalam jumlah bervariasi, mulai dari 200 kilogram, 225 kilogram, hingga 250 kilogram.
Penyesuaian tersebut dilakukan agar bantuan dapat digunakan sesuai kebutuhan lahan yang akan ditanami. Dengan demikian, benih yang diterima diharapkan tidak sekadar tersimpan, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan produksi pertanian.
Dalam proses penyaluran, peran penyuluh pertanian lapangan (PPL) juga menjadi bagian penting untuk membantu pendataan kelompok tani dan mendukung pelaksanaan program di tingkat desa.
Selain bantuan benih, para petani juga menyampaikan harapan agar dukungan terhadap sektor pertanian dilanjutkan dengan penyediaan alat dan mesin pertanian.
Dalam pertemuan bersama kelompok tani, Usman menerima usulan mengenai kebutuhan traktor roda empat, irigasi dan perpipaan dan kultivator untuk membantu pengolahan lahan.
Usman juga berharap kerja sama antara kelompok tani, PPL, dan pemerintah dapat terus diperkuat agar potensi pertanian Kabupaten Kupang berkembang secara berkelanjutan.
Bagi Usman, penyaluran benih jagung hibrida bukan semata-mata tentang berapa banyak bantuan yang diberikan. Hal yang lebih penting adalah bagaimana bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi petani dan keluarganya.
Ia berharap para petani dapat meningkatkan produktivitas, memperbaiki hasil panen, serta memperoleh pendapatan yang lebih baik dari usaha pertanian.
Penegasan bahwa bantuan diberikan secara gratis juga menjadi pesan penting bagi kelompok tani penerima. Usman memastikan bantuan yang diperjuangkannya tidak boleh disertai pungutan biaya.
Dengan dukungan benih unggul, pengelolaan lahan yang tepat, dan penguatan sarana pertanian, petani di Kupang Barat dan Nekamese diharapkan semakin mampu mengembangkan potensi daerahnya.
Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, bantuan tersebut bukan sekadar benih untuk ditanam. Di dalamnya ada harapan agar lahan yang dikerjakan menghasilkan panen lebih baik, pendapatan keluarga meningkat, dan masa depan pertanian di Kabupaten Kupang semakin menjanjikan.***
- Penulis: Mario





Saat ini belum ada komentar