Tak Tanggung-Tanggung! Usman Husin Siapkan Puluhan Alsintan dan 15 Ton Benih Jagung untuk Petani Rote: Akan Serahkan Langsung
- account_circle Mario
- calendar_month 19 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Tak tanggung-tanggung! Puluhan alat dan mesin pertanian (alsintan) serta 15 ton benih jagung hibrida untuk pengembangan lahan seluas 1.000 hektare disiapkan bagi kelompok tani di Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui aspirasi Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Usman Husin, yang mewakili Daerah Pemilihan (Dapil) NTT II.
Bantuan tersebut dijadwalkan diserahkan langsung oleh Usman Husin kepada kelompok tani penerima pada 20 Oktober 2026. Seluruh alsintan dilaporkan telah tiba di gudang pertanian Kabupaten Rote Ndao dan sedang dipersiapkan untuk proses penyaluran.
Bagi Usman, penyaluran bantuan pertanian tidak hanya berkaitan dengan penyediaan alat dan sarana produksi, tetapi juga memastikan bahwa fasilitas yang dialokasikan benar-benar diterima oleh petani yang berhak.
Karena itu, ia menegaskan bahwa bantuan melalui aspirasinya tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan biaya apa pun. Kelompok tani penerima tidak boleh dibebani pembayaran untuk memperoleh bantuan yang telah dialokasikan bagi mereka.
Usman juga menekankan pentingnya kehadiran langsung kelompok tani saat penyerahan bantuan. Ketua dan seluruh anggota kelompok diwajibkan hadir untuk menandatangani berita acara penerimaan, tanpa diwakilkan kepada orang lain.
30 Traktor, 10 Pompa Air, hingga 50 Handsprayer
Bantuan pertanian yang disiapkan untuk Kabupaten Rote Ndao mencakup berbagai peralatan untuk menunjang kegiatan produksi, mulai dari pengolahan lahan hingga penanganan hasil panen.
Berikut rincian bantuan yang dijadwalkan diserahkan:
– 30 unit traktor roda dua.
– 10 unit pompa air.
– 5 unit rice transplanter atau mesin tanam padi.
– 50 unit handsprayer atau alat penyemprot.
– 5 unit power thresher atau mesin perontok hasil panen.
– 15 ton benih jagung hibrida untuk pengembangan lahan seluas 1.000 hektare.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu kelompok tani meningkatkan efisiensi kerja dan mendukung kegiatan pertanian sesuai kebutuhan di lapangan.
Traktor roda dua dapat membantu mempercepat pengolahan lahan, sementara pompa air dapat menunjang kebutuhan pengairan sesuai kondisi lahan dan ketersediaan sumber air. Adapun rice transplanter dan power thresher dapat mendukung efisiensi pekerjaan pada tahapan penanaman dan penanganan hasil panen.
Di sisi lain, 15 ton benih jagung hibrida dialokasikan untuk mendukung pengembangan tanaman jagung pada lahan seluas 1.000 hektare.
Ketersediaan sarana produksi tersebut diharapkan membuka peluang bagi petani untuk mengelola lahan secara lebih efektif, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat keberlanjutan usaha tani.
Usman Husin Turun Langsung, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
Sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dari Dapil NTT II yang meliputi wilayah Timor, Sumba, Rote, dan Sabu, Usman Husin dijadwalkan turun langsung ke Rote Ndao untuk menyerahkan bantuan kepada kelompok tani yang telah ditetapkan sebagai penerima.
Penyerahan secara langsung ini menjadi bagian dari upaya memastikan bantuan tidak hanya tersedia di gudang, tetapi benar-benar sampai ke tangan petani yang membutuhkan.
Menurut penegasan Usman, ketepatan sasaran menjadi hal penting dalam penyaluran bantuan pertanian. Oleh sebab itu, kelompok tani penerima diminta mengikuti mekanisme penyerahan dan melengkapi administrasi yang telah ditetapkan.
Ketua dan seluruh anggota kelompok tani wajib hadir secara langsung saat penyerahan untuk menandatangani berita acara penerimaan bantuan. Kehadiran tersebut tidak boleh diwakilkan kepada orang lain.
Ketentuan ini diperlukan untuk mendukung tertib administrasi, memastikan penerimaan bantuan oleh kelompok yang bersangkutan, serta memperjelas pertanggungjawaban atas sarana pertanian yang disalurkan.
Dengan mekanisme tersebut, bantuan diharapkan dapat diterima sesuai peruntukan dan dimanfaatkan secara bersama oleh anggota kelompok tani.
Tegas: Bantuan Gratis, Tidak Boleh Ada Pungutan
Usman Husin juga menegaskan bahwa seluruh bantuan alsintan dan benih jagung yang disalurkan melalui aspirasinya diberikan secara gratis kepada kelompok tani penerima.
Tidak ada pungutan biaya apa pun yang harus dibayarkan untuk memperoleh bantuan tersebut.
Penegasan ini penting agar petani tidak terbebani pengeluaran tambahan ketika menerima sarana produksi yang diperuntukkan bagi pengembangan usaha pertanian mereka.
Kelompok tani diharapkan memahami mekanisme penyaluran dan memastikan bahwa setiap proses penerimaan bantuan mengikuti ketentuan resmi. Apabila terdapat pihak yang meminta pembayaran dengan alasan untuk meloloskan atau mempercepat penerimaan bantuan, kelompok tani perlu mengklarifikasinya melalui saluran resmi.
Dengan prinsip tanpa pungutan, bantuan diharapkan benar-benar memberikan manfaat bagi petani dan dapat digunakan sesuai tujuan program.
Dukungan bagi Pertanian dan Kesejahteraan Petani Rote Ndao
Bagi masyarakat yang menggantungkan penghidupan pada sektor pertanian, ketersediaan alat kerja dan benih merupakan bagian penting dalam menjalankan usaha tani.
Bantuan puluhan unit alsintan dan 15 ton benih jagung hibrida ini diharapkan dapat menunjang kegiatan produksi kelompok tani di Kabupaten Rote Ndao.
Namun, manfaat bantuan tidak hanya ditentukan oleh jumlah alat dan benih yang disalurkan. Pengelolaan yang baik, pemanfaatan sesuai peruntukan, serta kerja sama antaranggota kelompok juga menjadi faktor penting agar fasilitas tersebut dapat digunakan secara berkelanjutan.
Alsintan yang diterima diharapkan dikelola untuk kepentingan bersama, sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota kelompok tani secara lebih luas. Sementara itu, pemanfaatan benih jagung perlu disesuaikan dengan kondisi lahan, musim tanam, dan teknik budidaya yang tepat agar potensi produksinya dapat dioptimalkan.
Melalui dukungan tersebut, aspirasi Usman Husin diharapkan dapat membantu menjawab kebutuhan sarana pertanian sekaligus mendukung peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani di Rote Ndao.
Penyerahan Dijadwalkan 20 Oktober 2026
Setelah seluruh alsintan tiba di gudang pertanian Kabupaten Rote Ndao, tahap berikutnya adalah penyerahan kepada kelompok tani penerima yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Oktober 2026.
Kelompok tani penerima diminta mempersiapkan kehadiran ketua dan seluruh anggota untuk mengikuti proses penyerahan serta menandatangani berita acara penerimaan sesuai ketentuan.
Bagi petani, bantuan ini bukan sekadar penambahan jumlah peralatan pertanian. Lebih dari itu, bantuan tersebut diharapkan menjadi penunjang kegiatan di lahan, membantu meningkatkan efisiensi kerja, dan membuka peluang pengembangan produksi pertanian di Kabupaten Rote Ndao. ***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar