BULOG NTT Pastikan Kualitas Beras SPHP Layak Dikonsumsi Masyarakat
- account_circle Mario
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

NTT, Jarrakpos.com- Perum BULOG Kantor Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memastikan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang disalurkan kepada masyarakat memenuhi standar mutu dan layak dikonsumsi. Kepastian ini disampaikan menyusul pemberitaan mengenai dugaan peredaran beras oplosan di Kota Kupang.
Sebagai bentuk respons terhadap informasi yang berkembang, BULOG NTT telah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke kios yang diduga menjual beras dengan kualitas dan harga yang tidak sesuai ketentuan.
Pemimpin Perum BULOG Kanwil NTT, Arrahim K. Kanam, mengatakan informasi dan keluhan masyarakat menjadi perhatian serius pihaknya. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi beras yang diperjualbelikan, menelusuri laporan yang diterima, sekaligus memastikan kesesuaian harga di tingkat pengecer.
“Kami sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan kepada kios yang diduga menjual beras dengan kualitas dan harga yang tidak sesuai. Kami ingin memastikan masyarakat memperoleh beras SPHP dengan mutu yang sesuai dan harga yang mengikuti ketentuan,” tegas Arrahim, Jumat, 9 Oktober 2026.
Menurutnya, pengecekan dan penelusuran diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat berdasarkan hasil pemeriksaan yang akurat. Langkah tersebut juga menjadi dasar bagi BULOG untuk menentukan tindak lanjut yang tepat terhadap laporan yang diterima.
Bagi BULOG, pengawasan tidak hanya berkaitan dengan kelancaran distribusi, tetapi juga menyangkut perlindungan konsumen dan kepercayaan masyarakat terhadap program SPHP. Beras yang disalurkan melalui program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau tanpa mengabaikan aspek kualitas.
Dalam pelaksanaan distribusi, BULOG bekerja sama dengan berbagai mitra pengecer, baik di pasar pemerintah, Rumah Pangan Kita (RPK), maupun melalui dukungan TNI dan Polri.
Mitra pengecer resmi yang telah terdaftar ditandai dengan spanduk sebagai mitra pengecer SPHP. Mereka diwajibkan menjaga kualitas beras yang dijual serta mematuhi ketentuan harga yang berlaku, sehingga harga di tingkat konsumen tidak melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Arrahim menegaskan, seluruh mitra memiliki tanggung jawab untuk memastikan beras tetap dalam kondisi baik hingga diterima masyarakat. Karena itu, kondisi penyimpanan dan kepatuhan terhadap ketentuan harga juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
“Kami menegaskan kepada seluruh mitra agar menjaga mutu beras, memperhatikan kondisi penyimpanan, dan mematuhi ketentuan harga. Program SPHP harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pengawasan dan tindak lanjut terhadap keluhan merupakan bagian penting dari tanggung jawab pelayanan kami,” kata Arrahim.
BULOG NTT menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap penyaluran beras SPHP. Melalui pemeriksaan di lapangan dan penelusuran laporan masyarakat, BULOG berharap distribusi beras bersubsidi tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan, sekaligus menjaga mutu dan keterjangkauan harga bagi masyarakat.
Masyarakat juga diharapkan dapat menyampaikan informasi atau keluhan apabila menemukan dugaan ketidaksesuaian kualitas maupun harga beras SPHP, sehingga dapat ditelusuri dan ditindaklanjuti sesuai prosedur. ***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar