Syahnaz Sadiqah Pimpin KORMI KBB, Bidik Olahraga hingga Desa
- account_circle Derry Rachman
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

JARRAKPOS.COM – Kepengurusan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bandung Barat (KBB) Jawa Barat periode 2026–2031 resmi dilantik, Minggu (4/10/2026).
Syahnaz Sadiqah, istri Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, dipercaya menjadi Ketua KORMI KBB untuk lima tahun ke depan. Di bawah kepemimpinannya, KORMI KBB membawa agenda penguatan olahraga masyarakat yang inklusif dan diharapkan mampu menjangkau hingga tingkat desa.
Prosesi pelantikan turut dihadiri Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Sekretaris Daerah Bandung Barat Ade Zakir, serta jajaran pengurus KORMI Jawa Barat.
Pelantikan berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan dan atraksi olahraga masyarakat. Selain prosesi organisasi dan penyerahan pataka KORMI, kegiatan juga diisi penampilan seni pencak silat dari PPSI KBB, demonstrasi cheerleaders, pushbike, hingga BMX.
Usai dilantik, Syahnaz menegaskan jabatan yang diembannya bukan sekadar posisi dalam struktur organisasi, melainkan amanah untuk mengembangkan olahraga masyarakat agar semakin dekat dengan kehidupan warga.
“Bagi kami, pelantikan hari ini bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari sebuah tanggung jawab dan pengabdian untuk memajukan olahraga masyarakat di Bandung Barat,” ujar Syahnaz.
Ia menegaskan KORMI KBB harus mampu menghadirkan ruang olahraga yang dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, generasi muda, orang dewasa hingga lanjut usia.
Menurut Syahnaz, olahraga masyarakat tidak semestinya hanya muncul ketika ada perlombaan atau kegiatan tertentu. Lebih dari itu, olahraga perlu dibangun menjadi gerakan bersama yang tumbuh dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Karena itu, ia mendorong penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menghilangkan sekat antarorganisasi sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap aktivitas olahraga.
“Mari kita hilangkan sekat-sekat organisasi. Kita perkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi agar olahraga masyarakat tidak hanya hadir pada event tertentu, tetapi menjadi gerakan yang hidup di tengah warga,” katanya.
Dorong Olahraga Masuk Desa
Sementara itu, Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menilai KORMI memiliki posisi strategis karena aktivitas olahraga masyarakat bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga.
Jeje meminta perangkat daerah dan para camat ikut memfasilitasi pengembangan olahraga masyarakat. Menurutnya, gerakan tersebut tidak boleh berhenti di tingkat kabupaten, tetapi harus mampu berkembang hingga desa, bahkan lingkungan RT dan RW.
“KORMI memiliki peran strategis karena olahraga masyarakat langsung bersentuhan dengan keseharian warga,” kata Jeje.
Ia menekankan olahraga masyarakat tidak harus selalu dilakukan melalui aktivitas fisik yang berat. Hal terpenting, kata dia, adalah mendorong masyarakat agar lebih aktif bergerak sehingga kesehatan dan kebugaran dapat terjaga.
“Tidak perlu olahraga yang berat, yang penting masyarakat bergerak, sehat, bugar, dan gembira,” ujarnya.
Selain mendorong gaya hidup aktif, Jeje juga menyoroti pentingnya mempertahankan olahraga tradisional dan permainan rakyat. Menurutnya, berbagai permainan lokal perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda di tengah tingginya penggunaan gawai dalam kehidupan sehari-hari.
“Kehadiran KORMI diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak untuk menghidupkan kembali berbagai permainan dan aktivitas olahraga tradisional di tengah masyarakat,” tuturnya.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2031, KORMI KBB menargetkan penguatan sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat dan berbagai elemen masyarakat.
Agenda tersebut diarahkan untuk membangun budaya olahraga yang lebih inklusif dan menjadikan aktivitas fisik sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
KORMI KBB di bawah kepemimpinan Syahnaz pun diharapkan mampu memperluas gerakan olahraga hingga tingkat desa dan lingkungan masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya warga Bandung Barat yang sehat, bugar, aktif, dan gembira.***
- Penulis: Derry Rachman




Saat ini belum ada komentar