Membangun Fondasi Literasi dan Numerasi Anak Sejak Kelas Awal di Kabupaten Kupang
- account_circle Mario
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Perwakilan UNICEF NTT menyampaikan sambutan pembukaan dalam pelatihan Literasi dan Numerasi Dasar dan Edukasi Gizi Kabupaten Kupang
NTT, Jarrakpos.com- Pemerintah Kabupaten Kupang, bekerja sama dengan UNICEF dan DBS Foundation, menyelenggarakan Pelatihan Literasi dan Numerasi Kelas Awal serta Pendidikan Gizi pada 30 September–3 Oktober 2026 di Hotel Silvia Premiere, Kupang.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar sekaligus memperkuat fondasi kemampuan literasi dan numerasi anak sejak kelas awal.
Kepala Perwakilan UNICEF Wilayah NTT, Yudhistira Yewangoe, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kupang, khususnya Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinas PKO), atas komitmen yang terus ditunjukkan dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Ia juga menyampaikan penghargaan kepada DBS Foundation atas kemitraannya bersama UNICEF dalam mendukung program pendidikan, gizi, dan kesejahteraan anak di Kabupaten Kupang.
Menurut Yudhistira, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari meningkatnya angka partisipasi sekolah, tetapi juga dari sejauh mana setiap anak benar-benar memperoleh kemampuan belajar yang menjadi bekal bagi jenjang pendidikan berikutnya.
Tantangan literasi dan numerasi yang masih dihadapi Kabupaten Kupang memerlukan perhatian bersama melalui penguatan kualitas pembelajaran di kelas awal. Fondasi kemampuan membaca, memahami bacaan, dan bernalar menggunakan konsep matematika perlu dibangun sejak dini agar anak mampu mengikuti proses belajar secara optimal.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Kupang, Marthen Rahakbauw, S.Pi., M.Si., mengatakan bahwa capaian mutu pendidikan Kabupaten Kupang berdasarkan data BPMP tahun 2025 menunjukkan tren yang meningkat, meskipun masih berada di bawah rata-rata yang diharapkan.
Karena itu, peningkatan kompetensi guru menjadi salah satu strategi penting untuk mempercepat perbaikan kualitas pembelajaran di sekolah.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan pelatihan tidak hanya diukur dari bertambahnya pengetahuan peserta, tetapi dari bagaimana praktik-praktik pembelajaran yang diperoleh dapat diterapkan di ruang kelas dan memberikan dampak nyata terhadap kemampuan literasi dan numerasi peserta didik. Menurutnya, sekolah juga perlu menjadi lingkungan belajar yang sehat, aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh.
Pelatihan selama empat hari ini melibatkan 95 peserta yang terdiri atas guru kelas awal, kepala sekolah, dan pengelola perpustakaan dari 19 sekolah dasar di Kecamatan Amabi Oefeto, Amabi Oefeto Timur, Takari, dan Kupang Timur. Kegiatan turut melibatkan BPMP, BGTK, serta Pokja Bunda Literasi NTT.
Menurut Robertus Djone, Education Officer UNICEF, materi pelatihan mencakup strategi pembelajaran literasi dan numerasi kelas awal, integrasi pendidikan gizi di sekolah, pemanfaatan bahan bacaan bermutu, serta penyusunan rencana tindak lanjut yang akan diterapkan di masing-masing sekolah. Pelatihan menghadirkan narasumber dari Direktorat SD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Minhaijul Ngabidin, pelatih nasional literasi dan numerasi kelas awal Nur Rokhimah, enam master trainer literasi kelas awal Kabupaten Kupang, serta penulis dan editor buku cerita anak Robertus Fahik.
Sebagai tindak lanjut, setiap sekolah akan menyusun program penguatan literasi dan numerasi dasar yang akan didampingi dan dimonitor secara berkala. Pada kesempatan yang sama, UNICEF dan DBS Foundation juga menyerahkan bantuan buku bacaan bermutu berjenjang kepada sekolah-sekolah dampingan sebagai upaya memperluas akses peserta didik terhadap bahan bacaan yang sesuai dengan kemampuan membaca mereka.
Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Kabupaten Kupang, UNICEF, dan DBS Foundation berharap semakin banyak anak di Kabupaten Kupang memperoleh pengalaman belajar yang berkualitas sejak kelas awal, sehingga memiliki fondasi literasi dan numerasi yang kuat untuk menunjang keberhasilan belajar di masa depan.***
- Penulis: Mario




Saat ini belum ada komentar