Gelaran ” Ruwat Rawat Kopi” Perdana di Grabag Magelang
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month 27 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Pemuda Karang Taruna Dusun Kepatran, Desa Banjarsari, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang menggelar festival “Ruwat Rawat dan Grebeg Kopi”.
Mengusung tema “Dari Akar Tradisi Leluhur ke Cangkir Dunia”, perhelatan perdana ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus upaya mendorong potensi kopi lokal ke pasar internasional.
Seksi Acara Ruwat Rawat Kopi, Sholahudin, menjelaskan bahwa kegiatan yang berlangsung selama tiga hari tersebut memadukan unsur tradisi, olahraga, gastronomi, dan edukasi pengolahan kopi.
“Ruwat Rawat ini merupakan wujud rasa syukur masyarakat. Dalam pertanian, kita meruwat lewat doa dan merawat lahannya agar hasilnya berkelanjutan. Kami ingin mengangkat tradisi warisan leluhur ini hingga menembus cangkir dunia,” jelas Sholahudin saat ditemui di lokasi acara, Sabtu (5/9/2026).
Rangkaian acara diawali dengan pementasan seni tradisional, dilanjutkan karnaval budaya, pertunjukan wayang kulit, hingga puncaknya ritual Grebeg Kopi.
Dalam grebeg tersebut, warga mengarak dua gunungan kopi utama masing-masing berisi biji kopi (green bean) dan kopi bubuk kemasan serta gunungan hasil bumi dari desa sekitar.
Selain pertunjukan seni yang digelar pada Minggu (6/9/2026) besok,
Festival ini menghadirkan kegiatan Pelari Langlang yang memadukan olahraga lari (sport wellness) melintasi area perkebunan kopi.
“Usai berlari, para peserta diajak mengenal gastronomi kopi secara tradisional, mulai dari proses penjemuran, penumbukan, sangrai (roasting), hingga penyeduhan (brewing),” ujarnya.
Desa Banjarsari sendiri merupakan salah satu sentra penghasil kopi jenis Robusta terbesar di Kabupaten Magelang.
“Sekitar 90 persen warga di tujuh dusun wilayah Banjarsari menggantungkan hidupnya sebagai petani kopi,” kata Sholahudin.
Pemasaran kopi dari wilayah ini telah didukung oleh koperasi petani setempat, seperti Koperasi Lereng Kelir Magelang. Bahkan, hasil panen petani Banjarsari tercatat telah berhasil menembus pasar ekspor hingga ke Dubai.
“Generasi muda petani di sini tidak hanya belajar menanam, tetapi juga menguasai teknik pengolahan modern, roasting, hingga barista. Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan dengan dukungan pemerintah daerah dan Dana Desa,” pungkas Sholahudin.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar