Gempa Flores: Lima Korban Tewas, Forkopimda NTT Turun Langsung Tinjau Wilayah Terdampak
- account_circle Diana Ningsih
- calendar_month 1 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

KUPANG – Gempa bumi yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (15/8/2026) pagi, mendapat respons cepat dari Pemerintah Provinsi NTT bersama Polda NTT, TNI dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Penanganan darurat difokuskan pada evakuasi dan penyelamatan korban, pendataan korban jiwa maupun luka-luka, pemetaan kerusakan bangunan dan infrastruktur, serta pembukaan akses transportasi dan komunikasi menuju wilayah terdampak.
Gubernur NTT Melkianus Laka Lena menyampaikan bahwa pemerintah bersama seluruh unsur terkait langsung melakukan pengecekan kondisi di sejumlah daerah terdampak untuk memastikan kondisi masyarakat serta mendapatkan data yang akurat mengenai korban dan kerusakan.
Kapolda NTT Siapkan Pesawat untuk Tinjau Wilayah Terdampak
Untuk memastikan kondisi lapangan sekaligus memverifikasi informasi yang berkembang, Gubernur NTT bersama Kapolda NTT dan unsur Forkopimda akan meninjau langsung sejumlah wilayah di Pulau Flores.
Kapolda NTT menyiapkan pesawat khusus untuk mendukung mobilisasi rombongan Forkopimda ke beberapa kabupaten yang dapat dijangkau melalui jalur udara.
Peninjauan langsung dinilai penting mengingat data korban dan kerusakan masih bersifat dinamis sehingga setiap informasi yang diterima dari lapangan perlu diverifikasi sebelum disampaikan kepada masyarakat.
Lima Korban Meninggal Dunia, Pendataan Masih Berlangsung
Berdasarkan informasi sementara yang disampaikan Gubernur NTT, sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia, masing-masing dua orang di Kabupaten Sikka dan tiga orang di Kabupaten Manggarai.
Jumlah tersebut masih dapat berubah seiring proses pencarian, evakuasi dan pendataan yang terus dilakukan oleh petugas di lapangan.
Sebagian korban dilaporkan meninggal dunia akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Gempa yang terjadi sekitar pukul 05.58 WITA tersebut berlangsung ketika sebagian masyarakat masih berada di dalam rumah.
Polda NTT Jadi Pusat Koordinasi dan Informasi
Dalam upaya memastikan penanganan bencana berjalan terkoordinasi, Polda NTT ditetapkan sebagai salah satu pusat pengendalian dan informasi penanganan bencana.
Pemerintah bersama Kapolda NTT juga menyepakati penyampaian perkembangan penanganan melalui press release resmi setiap hari bersama unsur Forkopimda.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat dan media memperoleh informasi yang akurat, terverifikasi dan berasal dari sumber resmi.
Cegah Hoaks dan Kepanikan Masyarakat
Di tengah situasi darurat, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait isu tsunami, gempa susulan maupun jumlah korban.
Masyarakat diminta mengikuti informasi resmi dari lembaga berwenang, terutama BMKG terkait perkembangan aktivitas gempa dan BNPB maupun pemerintah daerah terkait penanganan kebencanaan.
Penyebaran informasi palsu dikhawatirkan dapat menimbulkan kepanikan, mengganggu proses evakuasi dan menyulitkan petugas dalam memberikan bantuan kepada masyarakat.
Seluruh Kekuatan Dikerahkan
TNI, Polri, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, Kementerian PUPR, PLN, operator telekomunikasi dan unsur terkait lainnya dikerahkan untuk mendukung proses penanganan bencana.
Prioritas awal adalah melakukan pencarian, penyelamatan dan evakuasi korban. Setelah tahap tanggap darurat selesai, pemerintah akan melakukan pemetaan kerusakan sebagai dasar rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah juga meminta para kontraktor yang memiliki alat berat untuk turut membantu membuka akses jalan yang tertutup akibat longsor maupun reruntuhan bangunan.
Bantuan Logistik Mulai Disalurkan
Sejumlah kementerian turut menyiapkan dukungan bagi masyarakat terdampak, termasuk Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR.
Pemerintah Provinsi NTT juga menyiapkan bantuan awal berupa makanan dan beras untuk dikirim ke wilayah terdampak. Dukungan helikopter turut diupayakan untuk membantu mobilisasi bantuan dan pemantauan wilayah yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pelaku usaha di wilayah Flores juga diajak berpartisipasi membantu masyarakat yang terdampak bencana.
Status Bencana Terus Dikaji
Pemerintah Provinsi NTT telah mengambil langkah penetapan status bencana sesuai kewenangannya. Sementara kemungkinan peningkatan status menjadi bencana nasional masih dikaji berdasarkan kondisi faktual di lapangan dan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat.
Gubernur NTT bersama Kapolda, Danrem dan unsur Forkopimda akan melakukan peninjauan langsung sebagai salah satu dasar dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
Masyarakat Diminta Tetap Tenang
Pemerintah mengimbau masyarakat Flores tetap tenang, mengikuti arahan petugas dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Pemerintah bersama TNI-Polri dan seluruh unsur terkait memastikan penanganan akan terus dilakukan secara terpadu dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.
Evakuasi dipercepat, korban ditangani, akses dibuka, bantuan disalurkan dan informasi resmi terus diperbarui berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
- Penulis: Diana Ningsih




Saat ini belum ada komentar