KDKMP Menjadi Motor Penggerak Ekonomi Bagi Warga Magelang
- account_circle Feri Taufiandi
- calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

KOTA MAGELANG,JARRAKPOS.COM – Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Rusunawa Wates, Kecamatan Magelang Utara, diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi warga setempat.
Berbeda dari toko ritel biasa, fasilitas tersebut merupakan wujud pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis asas gotong royong hasil inisiasi pemerintah pusat. Minggu,(24/5/2026)
Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (DPPKUM) Kota Magelang, Putro Bagus Prasetiyo memaparkan, koperasi itu dirancang sebagai pusat distribusi.
Alhasil, berbagai barang kebutuhan pokok seperti beras hingga air mineral dapat dijual dengan harga yang jauh lebih terjangkau.
“Harapannya memang bisa lebih murah dibanding ritel modern karena sistemnya seperti gudang distribusi, jadi pedagang-pedagang bisa kulakan,” ujar Putro, kemarin.
Lebih dari sekadar tempat berbelanja, KDKMP Wates ditargetkan mampu memangkas rantai pasok barang dari produsen langsung kepada konsumen
Ke depan, hasil panen pertanian maupun produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal diupayakan bisa langsung terserap ke etalase koperasi tanpa melalui banyak perantara, sehingga margin keuntungan bagi warga lebih maksimal.
Rencana perluasan layanan KDKMP, lanjutnya, juga mencakup penyediaan fasilitas penunjang di luar sektor perdagangan pokok.
“Ke depan tidak hanya ritel, tetapi ada klinik kesehatan dan apotek. Itu yang membedakan dengan toko modern biasa,” tuturnya
Sejauh ini, KDKMP Wates masih menjadi satu-satunya unit yang beroperasi di wilayah Kota Magelang.
Target ideal pemerintah daerah sebenarnya adalah mendirikan minimal satu koperasi serupa di setiap kecamatan. Namun, sempitnya ketersediaan lahan di kawasan perkotaan menjadi rintangan utama proses ekspansi.
Untuk menjaga keberlanjutan program percontohan tersebut, DPPKUM secara rutin memberikan pendampingan kepada para pengelola.
Upaya pembinaan mencakup pelatihan sumber daya manusia, penertiban administrasi, hingga pemantauan kondisi kelembagaan secara menyeluruh guna memastikan tata kelola berjalan optimal.
Editor: Feri
- Penulis: Feri Taufiandi




Saat ini belum ada komentar