Ibrahim Komoo Kunjungi Pacitan, Telusuri Potensi Geopark dan Pelestarian Warisan Geologi
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 6 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Prof Ibrahim Komoo saat berkunjung ke Pacitan
Pacitan,JarrakPos.com-Kekayaan geologi Kabupaten Pacitan kembali menjadi perhatian dalam upaya pengembangan geopark dan pelestarian warisan bumi. Kunjungan profesor geologi asal Malaysia, Prof. Ibrahim Komoo, menjadi momentum untuk menggali lebih dalam potensi geologi Pacitan sekaligus memperkuat perspektif pengelolaan kawasan yang berorientasi pada konservasi, edukasi, dan kesejahteraan masyarakat.
Ibrahim Komoo dikenal memiliki pengalaman di bidang geologi dan pengembangan geopark internasional. Ia juga dikenal sebagai asesor UNESCO serta pernah menjabat sebagai Vice President Global Geoparks Network (GGN), jejaring internasional yang menaungi kawasan geopark di berbagai negara.
Kehadirannya di Pacitan diharapkan membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman, terutama mengenai bagaimana warisan geologi dapat dikelola secara berkelanjutan tanpa kehilangan nilai ilmiah, ekologis, maupun sosial budayanya.
Kepala Bagian Pemerintahan dan Kerja Sama Sekretariat Daerah Kabupaten Pacitan, Hesti Suteki, mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan strategis untuk memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus memperluas jejaring kerja sama dalam pengembangan kawasan berbasis warisan geologi.
Menurut Hesti, Pacitan memiliki bentang alam dan kekayaan geologi yang menyimpan nilai penting, baik untuk kepentingan penelitian dan pendidikan maupun sebagai modal pengembangan pariwisata berkelanjutan.
“Potensi tersebut perlu dikelola secara terarah agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan,” ujar Hesti, Senin (26/10).
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Ibrahim Komoo didampingi Ir. Hanang Samudera, peneliti utama bidang geologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang merupakan alumni geologi Institut Teknologi Bandung (ITB). Hanang diketahui telah aktif melakukan penelitian di kawasan karst Gunungsewu sejak 2002.
Keterlibatan peneliti yang memiliki pengalaman panjang dalam kajian karst tersebut menjadi bagian penting dalam memahami karakter dan nilai geologi kawasan. Karst Gunungsewu sendiri merupakan bentang alam yang menyimpan rekam jejak proses geologi sekaligus memiliki keterkaitan erat dengan ekosistem, sumber daya air, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Lebih dari sekadar mengenali destinasi wisata, kunjungan ini membuka ruang untuk melihat Pacitan melalui perspektif yang lebih luas. Di balik perbukitan karst, gua, dan bentang alamnya, tersimpan kisah panjang pembentukan bumi yang dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus identitas kawasan.
Dalam konsep geopark, kekayaan geologi tidak berdiri sendiri. Warisan bumi terhubung dengan keanekaragaman hayati, sejarah, budaya, serta aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Karena itu, pengembangannya membutuhkan pendekatan terpadu yang menempatkan perlindungan lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat sebagai bagian yang tidak terpisahkan.
Upaya pelestarian juga menjadi penting agar pemanfaatan potensi alam tidak semata-mata berorientasi pada peningkatan kunjungan wisata. Pengelolaan yang terarah diperlukan untuk menjaga keutuhan warisan geologi, meningkatkan pemahaman publik, serta membuka peluang ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat setempat.
Pengalaman Ibrahim Komoo dalam bidang geologi dan pengembangan geopark di tingkat internasional diharapkan dapat memberikan perspektif serta masukan bagi pengelolaan potensi Pacitan ke depan. Pertukaran gagasan tersebut juga menjadi peluang untuk memperkuat pemahaman bahwa geopark bukan hanya tentang keindahan lanskap, melainkan juga tentang bagaimana nilai penting suatu kawasan dikenali, dilindungi, dan diwariskan.
Bagi Pacitan, kekayaan alam merupakan lebih dari sekadar panorama yang memikat mata. Di dalamnya tersimpan catatan perjalanan bumi, ruang pembelajaran bagi generasi mendatang, serta peluang untuk membangun kesejahteraan melalui pemanfaatan sumber daya yang bertanggung jawab.
Kunjungan ini sekaligus menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan pelestarian. Sebab, warisan geologi yang terjaga hari ini bukan hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga sumber pengetahuan dan kehidupan yang nilainya perlu terus diwariskan kepada generasi berikutnya.(Red/yun)
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar