Perbaikan Pipa Pertamina PHR dan Jalan Soekarno-Hatta Memicu Lubang Parah, Pengguna Jalan Resah Tanpa Petugas Lalin
- account_circle Diana Ningsih
- calendar_month 2 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

DUMAI.Jarrakpos.com sabtu 24 Oktober 2026— Pekerjaan perbaikan pipa bawah tanah milik Pertamina PHR serta perbaikan di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta hingga kini masih berlangsung. Demi kelancaran pekerjaan proyek tersebut, penutupan jalan terpaksa dilakukan dan diberlakukan sistem satu arah yang dibagi menjadi dua jalur untuk mengatur arus kendaraan keluar dan masuk.
Namun, rekayasa lalu lintas ini berdampak serius pada kondisi fisik jalan. Jalur yang makin sempit tersebut tidak hanya dilalui oleh kendaraan pribadi masyarakat, tetapi juga terus disesaki oleh mobil-mobil bertonase berat milik perusahaan. Beban kendaraan berat yang melintas setiap hari mengakibatkan permukaan jalan rusak parah dan memicu munculnya lubang-lubang besar dan dalam.
Kondisi ini kian memprihatinkan saat hujan turun. Tidak adanya saluran pembuangan (drainase) air hujan yang memadai membuat lubang-lubang besar tersebut tertutup genangan air.
Pengendara pun kesulitan melihat kedalaman lubang sehingga sangat berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas.
Masalah kian menumpuk karena tidak ditemukannya petugas pengatur lalu lintas di lapangan. Semestinya pihak Pertamina PHR dan Dinas Perhubungan (Dishub) dapat bekerja sama menyiagakan personel untuk mengatur kelancaran arus lalu lintas, khususnya pada malam hari.
Masyarakat setempat dan pengguna jalan mengaku sangat khawatir dengan kondisi yang kian membahayakan jiwa ini jika lubang-lubang besar tersebut tidak segera diratakan dan arus kendaraan tidak diatur dengan baik.
Safri, salah seorang pengguna jalan yang ditemui awak media saat hendak menyeberang, mengungkapkan rasa takut dan keluh kesahnya.
”Kadang-kadang mau nyebrang jalan aja agak takut awak. Masalahnya jalan tu sempit, dibagi dua pulak. Tambah lagi ada lobang besar dan agak dalam. Apalagi kalau malam hari, lebih membahayakan sebab yang lewat tu banyaknya mobil-mobil bertonase berat,” ujar Safri kepada awak media.
Warga mendesak pihak Pertamina PHR, kontraktor proyek, dan Dinas Perhubungan untuk segera turun tangan menimbun serta meratakan lubang-lubang berbahaya tersebut, serta menempatkan petugas pengatur lalu lintas di lokasi demi mencegah timbulnya korban jiwa.***
Editor : Diana
- Penulis: Diana Ningsih





Saat ini belum ada komentar