Ali Mufti: Golkar Hadir Bukan untuk Kekuasaan, tetapi untuk Kemaslahatan Umat
- account_circle Yuniardi Sutondo
- calendar_month 7 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua DPD Golkar Provinsi Jatim yang juga anggota Komisi V, DPR-RI, Dr. H. Ali Mufti.
Pacitan,JarrakPos.com-Partai Golkar menegaskan komitmennya untuk senantiasa mengedepankan kemanfaatan bagi masyarakat. Bagi partai berlambang pohon beringin ini, politik bukan semata-mata tentang perebutan kekuasaan, melainkan jalan pengabdian untuk menghadirkan kesejahteraan dan kemaslahatan bagi umat.
Pesan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur, Dr. Ali Mufti, di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) di DPD Partai Golkar Kabupaten Pacitan, Sabtu (24/10).
Dalam kesempatan itu, Ali Mufti menekankan pentingnya menjadikan doktrin “Suara Rakyat, Suara Golkar” sebagai landasan dalam setiap langkah dan kebijakan partai. Doktrin tersebut bukan sekadar slogan politik, melainkan pengingat bahwa suara, aspirasi, dan harapan masyarakat harus senantiasa menjadi pijakan utama dalam menjalankan perjuangan politik.
Menurut semangat yang diusung Golkar, kepercayaan rakyat merupakan amanah yang harus dijaga melalui kerja nyata. Karena itu, keberadaan partai di tengah masyarakat harus mampu memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung, bukan hanya hadir ketika momentum politik tiba.
Bagi Golkar, sambung Ali Mufti, kekuasaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk memperluas ruang pengabdian. Jabatan dan kewenangan seharusnya menjadi instrumen untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat, mendorong pembangunan, serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi rakyat.
Semangat inilah yang menempatkan kemanfaatan sebagai orientasi utama perjuangan politik. Golkar diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari dinamika demokrasi, tetapi juga hadir sebagai kekuatan yang mampu mendengar, memahami, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat.
Dengan demikian, doktrin “Suara Rakyat, Suara Golkar” menuntut lebih dari sekadar kedekatan politik. Doktrin itu mengandung tanggung jawab moral untuk menjadikan kepentingan rakyat sebagai pertimbangan utama dalam setiap keputusan dan langkah perjuangan.
Sementara itu, pelaksanaan Rakerda di Kabupaten Pacitan menjadi momentum bagi jajaran Partai Golkar untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus meneguhkan kembali arah perjuangan partai yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Konsolidasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penguatan struktur dan organisasi, tetapi juga bermuara pada peningkatan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan sebuah partai tidak hanya ditentukan oleh capaian politik, tetapi juga oleh sejauh mana kehadirannya memberikan arti bagi kehidupan rakyat.
Politik yang bermakna adalah politik yang mampu menjembatani harapan masyarakat dengan tindakan nyata. Politik yang tidak menjadikan rakyat sekadar sumber dukungan, melainkan menempatkan mereka sebagai alasan utama perjuangan.
“Golkar hadir bukan semata-mata untuk meraih kekuasaan, melainkan untuk menghadirkan kemaslahatan umat,” tukas Ali Mufti yang juga anggota Komisi V, DPR-RI.
Hal tersebut merupakan komitmen bahwa suara rakyat harus senantiasa didengar, kepercayaan harus dijaga, dan pengabdian harus diwujudkan dalam kerja nyata yang membawa manfaat bagi masyarakat.(Red/yun).
- Penulis: Yuniardi Sutondo





Saat ini belum ada komentar