Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » DAERAH » Suara Usman Husin Menggema di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI: Soal Komodo dan Mutis, Direspons Raja Juli Antoni

Suara Usman Husin Menggema di Ruang Rapat Komisi IV DPR RI: Soal Komodo dan Mutis, Direspons Raja Juli Antoni

  • account_circle Mario
  • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Jarrakpos.com- Suasana Rapat Kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Kehutanan, Selasa (14/4/2026), memiki nuansa serius dan dinamis. Dari ruang sidang itu, suara dari Timur Indonesia menggema kuat, membawa dua isu besar sekaligus: masa depan pariwisata Taman Nasional Komodo dan nasib kawasan Mutis di daratan Timor.

Di tengah forum resmi, Usman Husin tidak sekadar sebagai legislator, tetapi sebagai penyambung suara masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT), mereka yang hidup dari laut, hutan, dan denyut pariwisata yang kini tengah diuji kebijakan.

Sorotan pertama diarahkan pada kebijakan pembatasan kuota kunjungan di Taman Nasional Komodo, sebagaimana diatur dalam Pengumuman Balai TN Komodo Nomor PG.25/T.17/TU/KSA.04.01/B/02/2026.

Kebijakan ini menetapkan kuota maksimal 1.000 pengunjung per hari, lengkap dengan sistem reservasi dan pengaturan waktu kunjungan.

Bagi pemerintah, ini adalah langkah menjaga daya dukung ekosistem. Namun di lapangan, cerita yang sampai ke telinga Usman berbeda.

“Tujuannya baik, tapi dampaknya besar. Bahkan sampai terjadi aksi protes di Labuan Bajo,” ungkapnya Usman mewakili Fraksi PKB.

Ia menggambarkan bagaimana pelaku usaha lokal; pemilik kapal wisata, pemandu, hingga pelaku UMKM mulai merasakan tekanan.

Wisatawan kesulitan mendapatkan kuota, rencana perjalanan batal, dan efeknya menjalar ke berbagai destinasi lain di NTT.

Bagi Usman, persoalan ini bukan sekadar angka kuota, tetapi soal keberlangsungan ekonomi daerah.

“Kalau wisatawan batal ke Komodo, mereka juga batal ke Rote, Kelimutu, dan tempat lain. Dampaknya luas, bukan hanya di satu titik,” tegasnya.

Alih-alih pembatasan kaku, ia menawarkan pendekatan yang lebih adaptif: pengaturan alur kunjungan.

Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan destinasi lain menurutnya bisa diatur berbasis waktu, bukan dibatasi secara ketat.

Di balik itu, satu hal yang ia soroti tajam adalah minimnya sosialisasi.

“Pelaku usaha banyak yang tidak tahu. Tiba-tiba aturan sudah jalan. Ini yang membuat mereka khawatir, apalagi banyak yang punya pinjaman usaha,” katanya.

Dari situlah ia menyampaikan satu permintaan tegas: kebijakan dipending sementara, sembari pemerintah memperbaiki komunikasi dan sosialisasi ke masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni tidak menutup diri. Ia menegaskan bahwa kebijakan tersebut bukan keputusan instan, melainkan hasil proses panjang yang telah dibahas lebih dari satu tahun.

Namun, ia juga menangkap pesan yang disampaikan DPR, bahwa implementasi di lapangan masih perlu diperkuat.

“Saran untuk pending kami terima. Insyaallah kami akan sosialisasi lebih gencar agar tidak merugikan masyarakat,” ujarnya.

Bagi pemerintah, tantangannya jelas: menjaga hutan tetap lestari tanpa mematikan ekonomi lokal.

“Hutan harus lestari, pembangunan tidak boleh berhenti, dan masyarakat harus sejahtera,” tegas Raja Juli.

Tak berhenti di Komodo, Usman melanjutkan suaranya ke daratan Timor, ke kawasan Mutis yang selama ini menjadi sumber kehidupan bagi ribuan warga.

Ia mengingatkan bahwa persoalan Mutis bukan isu baru. Bahkan, gelombang protes masyarakat masih hangat terjadi beberapa waktu lalu.

“Ini sudah ketiga kali saya sampaikan. Mutis itu air kehidupan, menyangkut hajat hidup banyak orang,” ujarnya.

Di balik desakan itu, suara kegelisahan warga Mutis kian menguat. Warga resah melihat sampah berserakan, bahkan menumpuk di sekitar sumber mata air.

Tempat yang selama ini dihormati sebagai ruang hidup dan ruang adat, kini disebut kotor dan terabaikan.

Mereka juga menilai pengelolaan kawasan cenderung lalai, dengan membiarkan wisatawan masuk tanpa pengawasan ketat.

Kondisi ini dinilai tidak hanya berpotensi merusak hutan, tetapi juga mencederai nilai sakral yang selama ini dijaga oleh masyarakat adat.

Sejak kawasan tersebut dialihkan statusnya melalui SK Nomor 946 Tahun 2024 menjadi taman nasional, konflik disebut tak pernah benar-benar reda.

Biaya masuk dipungut dan disetor ke pusat, namun warga mengaku yang tersisa bagi mereka hanyalah sampah dan kegelisahan.

Penolakan terhadap perubahan status itu pun terus bergema. Warga merasa tidak pernah diajak duduk bersama, minim sosialisasi, serta tidak diberi ruang untuk menyampaikan sikap sebelum keputusan ditetapkan.

Raja Juli memastikan bahwa jajaran teknis akan segera turun langsung ke lapangan.

“Untuk Mutis, insyaallah Dirjen KSDAE akan turun langsung bersama Bapak untuk melihat kondisi riil di lapangan,” katanya.

Dari Komodo hingga Mutis, satu benang merah tampak jelas: bagaimana menjaga alam tanpa memutus kehidupan masyarakat yang bergantung padanya.

Ruang rapat Komisi IV hari itu bukan sekadar forum formal, tetapi menjadi titik temu antara kebijakan dan realitas lapangan.

Suara dari NTT telah sampai ke pusat. Kini, harapannya bukan hanya didengar, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi langkah nyata agar konservasi tetap berjalan, dan kesejahteraan masyarakat tidak tertinggal di belakang.***

  • Penulis: Mario

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Lintas Sindang Barang–Panyindangan di Cianjur Rusak Parah, Warga Keluhkan Truk Bermuatan Berat

    Jalan Lintas Sindang Barang–Panyindangan di Cianjur Rusak Parah, Warga Keluhkan Truk Bermuatan Berat

    • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
    • account_circle Kang Yos
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    Cianjur, Jarrakpos.com – Kondisi jalan kabupaten di jalur Lintas Sindang Barang menuju Desa Panyindangan, tepatnya di Kampung Perbata, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, semakin rusak parah. Jalan yang menjadi urat nadi aktivitas warga kini berubah menjadi kubangan lumpur penuh lubang, terutama saat hujan turun. Warga menyebut, selain karena faktor cuaca, kerusakan jalan juga disebabkan oleh kendaraan bermuatan […]

  • 29 Titik Banjir di Batam Telah Ditangani, Li Claudia Pastikan Infrastruktur Terus Dibenahi

    29 Titik Banjir di Batam Telah Ditangani, Li Claudia Pastikan Infrastruktur Terus Dibenahi

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Habil
    • visibility 82
    • 0Komentar

    BATAM, Jarrakpos.com – Sebanyak 29 titik banjir di Kota Batam telah ditangani melalui berbagai upaya perbaikan infrastruktur, baik secara langsung oleh BP Batam maupun melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Batam. Penanganan tersebut terus dievaluasi untuk memastikan infrastruktur yang dibangun maupun diperbaiki benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan. Hal itu terlihat dari langkah Wakil Kepala BP Batam […]

  • Disdik Klarifikasi Langsung BKPSDM, Pastikan Surat Yang Beredar Hoaks

    Disdik Klarifikasi Langsung BKPSDM, Pastikan Surat Yang Beredar Hoaks

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 205
    • 0Komentar

    SUBULUSSALAM, Jarrakpos.com – Surat yang beredar di kalangan tenaga pendidik terkait permintaan koordinasi mutasi ASN dipastikan hoaks. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Subulussalam menegaskan dokumen tersebut bukan keluaran resmi pemerintah. Kepala Dinas Pendidikan, Nasrullah Padang, S.Pd.,SD, menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan BKPSDM Kota Subulussalam. Hasil klarifikasi memastikan surat tersebut tidak sah. “Sudah kami cek […]

  • Petani Sawit Sepakat, Rasumin Pohan Pimpin APKASINDO Subulussalam

    Petani Sawit Sepakat, Rasumin Pohan Pimpin APKASINDO Subulussalam

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Rahmad Ariadi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Subulussalam, Jarrakpos.com – Rasumin Pohan resmi terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kota Subulussalam. Ia terpilih melalui musyawarah yang berlangsung lancar dan penuh kekeluargaan bersama para petani sawit dari berbagai kecamatan. Terpilihnya Rasumin Pohan disambut positif oleh para anggota. Sosoknya dinilai dekat dengan petani dan memahami langsung persoalan […]

  • Bupati Dian: PKK Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Perkuat Peran Keluarga Wujudkan Kuningan Melesat

    Bupati Dian: PKK Adalah Pahlawan Tanpa Tanda Jasa, Perkuat Peran Keluarga Wujudkan Kuningan Melesat

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 122
    • 0Komentar

    KUNINGAN, Jarrakpos.com – Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Kuningan Tahun 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi antara Tim Penggerak PKK dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat dalam membangun keluarga yang berkualitas sebagai pondasi pembangunan daerah. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo, Senin (28/7/2026) dihadiri Bupati Kuningan Dr. H. Dian […]

  • Kawal Program Aspirasi DPR-RI di Kuningan, Herry Dermawan Garansi Bebas Pungli 100%

    Kawal Program Aspirasi DPR-RI di Kuningan, Herry Dermawan Garansi Bebas Pungli 100%

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Ghana
    • visibility 83
    • 0Komentar

    ​KUNINGAN, Jarrakpos.com — Anggota Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR-RI Dapil Jawa Barat X, Ir. H. Herry Dermawan, menegaskan komitmennya untuk mengawal penuh penyaluran bantuan program aspirasi di Kabupaten Kuningan. Ia menggaransi seluruh program bantuan kerakyatan dari pusat tersebut akan disalurkan secara utuh tanpa ada pungutan biaya (pungli) sepeser pun. ​Pernyataan tegas tersebut disampaikan Herry saat […]

expand_less